Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan potensi influenza A (H3N2) subclade K atau Super Flu menjadi pandemi tergantung dari 3 faktor.
"Tergantung dari tiga faktor. Pertama apakah akan ada mutasi-mutasi yang lebih signifikan yang membuat H3N2 benar-benar baru seperti H1N1 pandemi 2009. Kedua, penularan dan keparahannya akan meningkat dengan tajam dan faktor terakhir yaitu penularan antar negara akan terjadi secara luas," kata Tjandra saat dihubungi, Kamis (1/1).
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak November 2025 sudah menyatakan bahwa virus tersebut sudah menyebar dengan cepat dan mendominasi pada beberapa negara di belahan bumi. Per 30 Desember 2025 dari Amerika Serikat menunjukkan bahwa influenza ada dalam kategori tinggi atau sangat tinggi di 32 negara bagian negara itu.
"Angka 32 itu meningkat dari 17 negara bagian di minggu sebelumnya. Angka perawatan pasien influenza di rumah sakit di Amerika Serikat juga meningkat menjadi 19,053 dari 9.944 di minggu sebelumnya," ujar dia.
Menurut CDC maka di Amerika Serikat ada sekitar 3.100 orang meninggal akibat influenza pada musim flu kali ini. Dalam satu minggu kematian pada anak meningkat menjadi 5, dari 3 kematian seminggu sebelumnya.
Adapun gejala yang muncul dari Super Flu umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan. Oleh karena itu disarankan untuk menjaga kondisi, memakai masker supaya tidak menulari orang lain, dan istirahat," katanya.
Selain itu disarankan untuk berkonsultasi ke petugas kesehatan apabila sakit memberat, juga laporkan jika dalam suatu lingkungan rumah, kantor, atau sekolah.
"Hal itu lantaran ada beberapa orang dengan gejala yang sama apalagi kalau berat dan mendadak. Untuk vaksinasi flu, memang dapat saja diberikan utamanya pada lansia atau mereka dengan komorbid yang berat," jelas Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) tersebut.
Ia menyarankan untuk pemerintah menginformasikan luas ke publik tentang perkembangan Virus influenza H3N2 sub clade K di berbagai daerah dari waktu ke waktu.
Diberitakan sebelumnya, Kementerian Kesehatan mengumumkan 62 kasus Super Flu ditemukan di Indonesia.
"Kalau lihat perkembangan sekarang maka Super Flu hanya akan mengakibatkan gelombang penyakit flu yang lebih hebat dari tahun-tahun yang lalu, jadi tidak atau setidaknya belum mengarah ke pandemi," pungkasnya. (Iam/M-3)
Superflu merupakan sebutan populer untuk menggambarkan peningkatan signifikan kasus flu yang dipicu oleh strain tertentu.
Begini Cara Lindungi Diri Biar Tak Terlular Super Flu
ANGGOTA Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa meminta pemerintah menggencarkan sosialisasi penggunaan masker di ruang publik sebagai langkah pencegahan penularan superflu.
WABAH superflu atau influenza A (H3N2) subclade K tengah merebak di berbagai negara dunia. Hal itu membuat banyak kalangan masyarakat khawatir akan potensi penyebarannya di Indonesia.
ISTILAH superflu kini sedang menjadi tren di luar negeri, yakni varian virus K dari influenza A (H3N2). Ini Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk mencegah anak tertular.
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan Superflu meski hingga awal Januari 2026 belum ditemukan kasus di wilayah Ibu Kota.
Peneliti simulasi wabah H5N1 pada manusia. Hasilnya, hanya ada jendela waktu sangat sempit untuk mencegah pandemi sebelum penyebaran tak terkendali.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti mengatakan selama tidak ada deklarasi epidemi di daerah maka korban keracunan MBG akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Adanya hewan hidup dan hewan yang baru disembelih di area yang sama meningkatkan paparan cairan tubuh dan feses yang mengandung virus.
Ahli epidemiologi Michael Osterholm memperingatkan dunia agar bersiap menghadapi pandemi mematikan berikutnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved