Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMUNCULAN Super flu yang disebabkan oleh virus Influenza A (H3N2) subclade K membuat masyarakat waspada. Meski tidak menimbulkan gejala flu baru dibanding influenza biasa, virus ini dapat menyebabkan sakit lebih berat, lebih lama, dan meningkatkan risiko komplikasi, terutama pada lansia dan orang dengan penyakit penyerta.
Seperti influenza lainnya dan COVID-19, super flu menular melalui droplet atau percikan cairan yang keluar saat berbicara, batuk, bersin, atau bersentuhan dekat dengan orang yang terinfeksi. Oleh karena itu, langkah-langkah pencegahan sangat penting untuk diterapkan.
1. Isolasi Mandiri saat Sakit
Hindari beraktivitas di luar rumah saat demam atau batuk. Aktivitas bisa kembali dilakukan sekitar 24 jam setelah demam hilang tanpa obat penurun panas. Ini merupakan cara paling efektif untuk memutus rantai penularan.
2. Gunakan Masker di Tempat Ramai dan Situasi Berisik
Masker menurunkan risiko penularan droplet jarak dekat. Gunakan saat mengalami gejala flu atau berada di ruang tertutup dengan banyak orang.
3. Cuci Tangan dan Terapkan Etika Batuk
Cuci tangan dengan sabun lebih dari 20 detik di bawah air mengalir, atau pakai hand sanitizer bila air tidak tersedia. Tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, serta hindari menyentuh wajah sebelum tangan bersih.
4. Pastikan Sirkulasi Udara Baik
Buka jendela dan ventilasi ruangan untuk memastikan aliran udara. Ruangan tertutup tanpa sirkulasi meningkatkan risiko penularan virus.
5. Lindungi Kelompok Rentan
Lansia dan orang dengan penyakit penyerta (komorbid) berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi. Batasi kontak sosial, pakai masker jika ada anggota keluarga yang sakit, dan selalu cuci tangan sebelum berinteraksi dengan mereka.
6. Tingkatkan Daya Tahan Tubuh
Istirahat yang cukup, tidur berkualitas, konsumsi makanan bergizi, dan minum cukup cairan membantu tubuh melawan infeksi.
Beberapa gejala infeksi virus H3N2 subclade K yang umum muncul antara lain demam tinggi dan mendadak, nyeri otot dan sendi lebih hebat, lemas ekstrem, sakit kepala berat, batuk persisten, dan durasi sakit lebih lama. Pada kasus tertentu, infeksi ini bisa menyebabkan pneumonia virus atau memperburuk kondisi asma dan PPOK. Lansia atau kelompok berisiko tinggi lebih sering memerlukan rawat inap. (H-4)
Superflu merupakan sebutan populer untuk menggambarkan peningkatan signifikan kasus flu yang dipicu oleh strain tertentu.
ANGGOTA Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa meminta pemerintah menggencarkan sosialisasi penggunaan masker di ruang publik sebagai langkah pencegahan penularan superflu.
WABAH superflu atau influenza A (H3N2) subclade K tengah merebak di berbagai negara dunia. Hal itu membuat banyak kalangan masyarakat khawatir akan potensi penyebarannya di Indonesia.
ISTILAH superflu kini sedang menjadi tren di luar negeri, yakni varian virus K dari influenza A (H3N2). Ini Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk mencegah anak tertular.
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan Superflu meski hingga awal Januari 2026 belum ditemukan kasus di wilayah Ibu Kota.
Flu masih menjadi salah satu penyakit yang paling mudah menyerang anak, terutama di musim hujan atau saat angka infeksi virus lain seperti covid-19 dan RSV ikut meningkat.
Vaksinasi flu atau vaksin influenza merupakan langkah penting untuk melindungi tubuh dari serangan virus flu musiman.
Flu bisa berbahaya bagi ibu hamil karena menurunkan daya tahan tubuh dan berisiko memengaruhi perkembangan janin.
Gejala pneumonia berbeda dengan flu dan pada kasus berat, penyakit bisa menyebar ke organ tubuh lain.
Ketika responden mengonsumsi sup, gejala flu mereka sedikit berkurang dan durasi penyakit berkurang 1,5 hingga 2 hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved