Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Belum Ada Kasus di Jakarta, Dinkes DKI Tetap Waspadi Superflu

Mohamad Farhan Zhuhri
05/1/2026 15:35
Belum Ada Kasus di Jakarta, Dinkes DKI Tetap Waspadi Superflu
Ilustrasi Para pekerja di Jakarta menggunakan masker mewaspadai Superflu.(Dok. MI)

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan SuperFlu meski hingga awal Januari 2026 belum ditemukan kasus di wilayah Ibu Kota. SuperFlu merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus influenza A (H3N2) subclade K.

Langkah antisipasi dilakukan seiring tingginya mobilitas warga pascalibur Natal dan Tahun Baru serta masuknya musim penghujan.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan, SuperFlu merupakan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang disebabkan virus Influenza Tipe A H3N2 Subclade K dengan tingkat penyebaran yang relatif cepat.

“Disebut SuperFlu karena penyebarannya lebih cepat. Aktivitas penularannya secara global mulai meningkat sejak Agustus 2025, namun data WHO tidak menunjukkan peningkatan keparahan penyakit,” ujar Ani dikutip Minggu (4/12).

Ani menegaskan, berdasarkan hasil Whole Genome Sequencing (WGS) Kementerian Kesehatan per 1 Januari 2026, SuperFlu telah terdeteksi di delapan provinsi di Indonesia. Namun, hingga kini belum ditemukan kasus di DKI Jakarta.

Sebagai langkah antisipasi, Pemprov DKI Jakarta terus menjalankan fungsi kewaspadaan dini melalui sistem sentinel kasus Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di lima puskesmas tiap kota dan satu rumah sakit.

“Kami memastikan deteksi dini berjalan untuk mencegah potensi penyebaran ISPA di Jakarta,” kata Ani. (H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya