Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Superflu Disebut Sudah Ada sejak Lama dan tidak Mematikan

Putri Rosmalia Octaviyani
05/1/2026 15:51
Superflu Disebut Sudah Ada sejak Lama dan tidak Mematikan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.(Dok. Antara)

WABAH superflu atau influenza A (H3N2) subclade K tengah merebak di berbagai negara dunia. Hal itu membuat banyak kalangan masyarakat khawatir akan potensi penyebarannya di Indonesia.

Menanggapi hal itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, superflu merupakan virus yang sebenarnya telah ada sejak lama. Ia memastikan gejala dan keparahan dari superflu tidak mematikan seperti saat covid-19 atau tuberkulosis (TBC). Penderitanya akan mengalami gejala seperti flu biasa atau pada umumnya.

"Jadi nggak usah khawatir bahwa ini seperti Covid-19 mematikannya. Tidak. Ini adalah flu biasa. Influenza H3N2," kata Budi.

Menurutnya, pada setiap musim dingin, kasus akibat virus itu selalu naik di negara empat musim, tetapi  di negara seperti Indonesia tidak terlalu tinggi kenaikannya.

"Itu sebabnya di negara-negara tersebut ada vaksin influenza setiap tahun yang mereka suntikkan," katanya.

Saat seseorang tertular superflu, Budi mengatakan penanganannya juga selayaknya tertular influenza lainnya. Namun,  meski tidak seberbahaya covid-19, Budi mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dan imunitas dengan istirahat yang cukup, berolahraga yang rutin.

Hingga akhir Desember 2025, Kemenkes mencatat total ada 62 kasus di 8 provinsi, terbanyak ada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. (Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya