Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) mencatat terjadi peningkatan infeksi flu di beberapa negara bagian, salah satunya yakni Negara Bagian New York yang telah mengkonfirmasi kasus flu terbanyak yang pernah tercatat dalam satu minggu.
Departemen Kesehatan Negara Bagian New York mengumumkan bahwa wilayahnya mengalami jumlah kasus flu tertinggi yang pernah tercatat dalam satu minggu.
"Kita sedang menyaksikan jumlah kasus flu tertinggi yang pernah tercatat dalam satu minggu di Negara Bagian New York," kata Komisaris Kesehatan Negara Bagian, Dr. James McDonald dikutip dari laman New York State Department of Health pada Selasa (30/12).
Saat ini, Departemen Kesehatan Negara Bagian New York sedang meninjau dengan cermat data kapasitas tempat tidur rumah sakit untuk lebih memahami tren rawat inap dan untuk memandu respons yang diperlukan terkait dampak dari infeksi virus pernapasan.
"Meskipun aktivitas influenza meningkat, ada langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan warga New York untuk melindungi diri mereka sendiri dan orang-orang di sekitar mereka, termasuk mendapatkan vaksinasi, tinggal di rumah saat sakit, dan mempraktikkan tindakan pencegahan sehari-hari," ujar dia.
Ia menegaskan bahwa flu dapat diobati untuk orang-orang berisiko tinggi dengan obat antivirus, jika diminum dalam waktu 48 jam setelah gejala muncul.
Data terbaru Departemen Kesehatan New York menunjukkan total 71.123 kasus flu positif yang dilaporkan selama tujuh hari terakhir. Jumlah tersebut terbanyak yang pernah dicatat departemen kesehatan dalam satu minggu sejak influenza diwajibkan untuk dilaporkan pada tahun 2004.
Kasus flu kali ini merupakan peningkatan sebesar 38 persen dibandingkan minggu sebelumnya. Hingga saat ini, telah dilaporkan 189.312 kasus flu positif di New York pada musim ini.
Jumlah pasien rawat inap akibat influenza meningkat sebesar 63 persen, dari 2.251 pada minggu sebelumnya menjadi 3.666 di seluruh negara bagian.
Jumlah kasus flu yang dilaporkan meningkat dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan semakin banyaknya laboratorium yang melakukan pengujian dan melaporkan hasilnya, serta panel multi-patogen menjadi cara utama untuk menguji individu yang menunjukkan gejala pernapasan.
Selain mendapatkan vaksin flu, tindakan pencegahan sederhana dapat membantu menghentikan penyebaran influenza dan virus pernapasan lainnya seperti sering mencuci tangan dengan sabun dan air selama minimal 20 detik. Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan pembersih tangan berbasis alkohol.
Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci. Hindari kontak dekat dengan orang yang sakit.
"Tetaplah di rumah jika sakit, tutup mulut saat batuk atau bersin dengan tisu, lalu buang tisu tersebut ke tempat sampah. Bersihkan dan disinfeksi benda dan permukaan yang sering disentuh," pungkasnya. (H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved