Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA dapat memainkan peran signifikan dalam memengaruhi seberapa cepat Respiratory Syncytial Virus (RSV) menyebar antarsesama manusia, terutama di negara empat musim. Meskipun demikian, pola ini juga relevan dengan kondisi di Indonesia.
Dokter spesialis penyakit dalam dari Universitas Indonesia, dr Robert Sinto, Sp.PD, K-PTI, DPhil, FINASIM, FHEA, menegaskan adanya pengaruh cuaca terhadap penyebaran virus pernapasan yang sangat mudah menular ini.
"Secara teoritis, saya akan jawab ya, dia berpengaruh," kata Robert, dikutip Senin (8/12).
Ia menambahkan bahwa di Indonesia, RSV cenderung ada terus menerus atau "bisa jangka panjang, ada terus setiap waktu."
Robert menjelaskan, berdasarkan banyak penelitian yang dilakukan di luar negeri, kemampuan virus untuk menulari akan meningkat saat cuaca menjadi lebih dingin. Hal ini dipicu oleh dua faktor utama: perubahan biologis dan perilaku sosial.
Pertama, cuaca yang lebih dingin secara alami dapat memicu perubahan pada imunitas tubuh.
Kedua, perilaku masyarakat di musim dingin cenderung berubah. Orang-orang lebih sering berkumpul di satu ruangan yang sama dan cenderung tidak membuka jendela, yang mengakibatkan sirkulasi udara tidak maksimal. Ditambah lagi, kondisi ini sering kali berada dalam suasana **lembab dan kurang terkena cahaya matahari.
"Jadi virus itu lebih gampang beranak juga, inilah yang menyebabkan musim itu akan sangat berpengaruh terhadap penyebaran infeksi," ujar dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Pelni ini.
Jika ditarik kesimpulan ke Indonesia, Robert menyebut hasilnya tidak akan jauh berbeda terkait pengaruh cuaca. Namun, karena Indonesia tidak memiliki empat musim yang jelas, pola penyebaran virus di Tanah Air kemungkinan lebih tidak teratur dibandingkan dengan negara-negara tersebut.
RSV dikenal sebagai penyakit pernapasan yang tidak hanya sangat mudah menular tetapi juga dapat menjadi berbahaya bagi kelompok tertentu.
Meskipun semua orang bisa terinfeksi, penyakit ini jauh lebih mengancam bagi kelompok risiko tinggi, seperti orang lanjut usia di atas 65 tahun yang memiliki penyakit penyerta *(komorbid)*.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), gejala pertama RSV biasanya muncul antara hari ke-4 hingga hari ke-7 setelah terpapar virus. Gejala yang umum dirasakan antara lain:
Penyebaran RSV sangat cepat. Virus ini dapat menyebar melalui udara saat seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin. Selain itu, penularan juga terjadi saat seseorang menyentuh permukaan yang telah terkontaminasi oleh virus tersebut. (Ant/Z-1)
RSV bukan penyakit batuk pilek biasa yang kemudian orang yang tetap hidup sehat seperti biasa. Tapi bisa berakhir dengan komplikasi ICU, bahkan bisa berakhir dengan kematian.
Penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sudah terbukti dapat menekan risiko penularan virus, termasuk virus covid-19 dan RSV terhadap lansia.
RSV merupakan virus pernapasan yang mudah menular dan berbahaya bagi bayi. Kenali gejala, risiko komplikasi, serta langkah pencegahan untuk melindungi anak.
Imunisasi dengan Palivizumab direkomendasikan oleh IDAI untuk mencegah bayi yang lahir prematur mengalami penurunan kesehatan karena infeksi RSV.
Tadinya dia tidak punya bakat asma, gara-gara kena RSV meski sudah sembuh, tapi jadi asma, terus sebentar-sebentar sakit.
RSV adalah virus yang sangat umum dan menular. Pada bayi prematur, saluran napas yang kecil dan fungsi paru-paru yang belum berkembang penuh tidak mampu menangani peradangan
RSV dapat menyebabkan anak terkena infeksi seperti bronkiolitis dan pneumonia. Meski sering disamakan, kedua penyakit itu ternyata cukup berbeda dari berbagai sisi.
Vaksinasi merupakan salah satu cara paling efektif untuk melindungi kesehatan ibu hamil dan bayi dari berbagai penyakit, termasuk infeksi virus RSV (Respiratory Syncytial Virus).
Memasuki musim hujan, satu penyakit yang kini tengah menjadi perhatian tenaga medis adalah Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved