Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis anak subspesialis neonatologi Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A, Subsp Neo(K) mengatakan infeksi Respiratory Syncytial Virus (RSV) pada bayi berusia di bawah satu tahun bisa meninggalkan gejala sisa berupa asma yang bertahan hingga tua.
"Ini jeleknya, dia merusak paru-parunya. Tadinya dia tidak punya bakat asma, gara-gara kena RSV meski sudah sembuh, tapi jadi asma, terus sebentar-sebentar sakit," kata Rinawati, dikutip Selasa (25/11).
Ia mengatakan bahwa bayi yang terinfeksi RSV, terutama bayi yang lahir prematur, kondisinya lebih rentan, sehingga membutuhkan perawatan di unit perawatan intensif atau ICU.
"Kita semua tahu, tidak gampang merawat di ICU. Dapat tempat tidurnya sulit, tidak semua rumah sakit bisa, mahal," katanya.
Menurut dia, Infeksi RSV bisa menurunkan daya tahan bayi dan dapat menyebabkan bayi mengalami pneumonia.
Pneumonia akibat infeksi RSV gejalanya bisa berupa demam, batuk pilek, mencret, muntah dan tidak nafsu makan, dan sesak napas atau mengi.
Pada bayi lahir prematur yang daya tahan tubuhnya sangat lemah dan organ tubuhnya yang belum berkembang, infeksi virus ini bisa menyebabkan kerusakan paru-paru, ginjal, dan usus serta mengakibatkan gangguan tumbuh kembang.
Bayi prematur rentan tertular RSV dari percikan air liur orang yang sedang sakit atau tertular virus yang menempel di badang orang.
Menurut dokter Rina, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan imunisasi pasif untuk melindungi bayi dari serangan virus.
Imunisasi pasif bisa diberikan pada bayi prematur berusia kurang dari 6 bulan, anak berusia kurang dari dua tahun, dan anak berusia dua tahun dengan penyakit jantung bawaan.
Selain itu, kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir serta memakai masker dapat menekan kemungkinan penularan virus penyebab penyakit. (Ant/Z-1)
Seiring bertambahnya usia kehamilan, ukuran bayi yang semakin besar akan memberikan tekanan mekanis pada pembuluh darah di sekitar panggul.
Bidan menjadi garda terdepan yang memastikan perempuan mendapatkan layanan kesehatan sejak masa kehamilan, persalinan, hingga perawatan bayi dan balita.
Banyak yang mengira masa remaja adalah fase pertumbuhan tercepat manusia. Ternyata, bayi tumbuh jauh lebih pesat.
Karakteristik rambut seseorang, baik pada bayi maupun orang dewasa, ditentukan oleh faktor internal dan eksternal yang jauh lebih kompleks daripada sekadar dicukur.
Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Jakarta menegaskan bahwa mencukur rambut bayi tidak berkaitan dengan pertumbuhan rambut yang lebih lebat.
Pemberian ASI dan susu formula mungkin hal yang kelihatannya sepele. Namun kita harus menjamin kebutuhan ibu yang memiliki bayi dalam situasi bencana.
Kafein dalam kopi bersifat bronkodilator ringan, bantu meringankan gejala asma sementara. Namun, kopi bukan pengganti obat inhaler utama.
Penelitian di jurnal JAMA mengungkap inhaler dosis terukur untuk asma dan PPOK menyumbang emisi gas rumah kaca signifikan akibat kandungan hidrofluoroalkana (HFA).
Penelitian menemukan bahwa paparan alergen anjing sejak dini dikaitkan dengan fungsi paru-paru yang lebih baik dan risiko asma yang lebih rendah.
AstraZeneca dan Good Doctor Technology Indonesia (Good Doctor) berkolaborasi memperkuat penanganan asma dengan digitalisasi yang menyeluruh.
Asma dan PPOK mengganggu produktivitas para pasiennya, yang jumlahnya jutaan orang di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved