Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BAYI prematur, yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu, memiliki paru-paru yang belum matang sepenuhnya. Kondisi ini membuat mereka sangat rentan terhadap infeksi pernapasan parah.
Di antara banyak ancaman virus, Respiratory Syncytial Virus (RSV) menjadi perhatian utama. Meskipun RSV hanya menyebabkan gejala pilek ringan pada anak yang lebih besar dan orang dewasa, pada bayi prematur, virus ini dapat memicu infeksi serius pada saluran pernapasan bawah, seperti bronkiolitis dan pneumonia.
RSV adalah virus yang sangat umum dan menular. Pada bayi prematur, saluran napas yang kecil dan fungsi paru-paru yang belum berkembang penuh tidak mampu menangani peradangan dan penumpukan lendir yang disebabkan oleh infeksi RSV. Infeksi ini dapat menyebabkan:
RSV merupakan penyebab utama rawat inap pada bayi dan anak kecil, dan risiko ini berlipat ganda pada bayi yang lahir prematur.
Mengingat belum adanya vaksin yang tersedia secara luas untuk RSV pada bayi, pencegahan dan perlindungan menjadi kunci utama, terutama bagi bayi prematur yang berisiko tinggi. Langkah-langkah yang harus dilakukan oleh orangtua dan pengasuh meliputi:
Melindungi bayi prematur dari virus RSV adalah tindakan preventif yang krusial untuk memastikan perkembangan paru-paru yang sehat dan mencegah komplikasi serius seperti pneumonia.
Sumber: halodoc.com, mediaindonesia.com, alodokter.com, lms.kemkes.go.id, medcom.id
Perawatan bayi prematur tidak hanya berfokus pada kelangsungan hidup, tetapi juga pada kualitas tumbuh kembang mereka.
Imunisasi dengan Palivizumab direkomendasikan oleh IDAI untuk mencegah bayi yang lahir prematur mengalami penurunan kesehatan karena infeksi RSV.
Upaya pencegahan dan deteksi dini menjadi sangat penting agar anak bisa tercegah dari risiko penularan penyakit tersebut.
RSV menyebar melalui percikan napas, sentuhan, dan permukaan yang terkontaminasi. Karena itu, langkah pencegahan sederhana sangat penting untuk melindungi bayi prematur
Setiap tahun, lebih dari 675.000 bayi lahir prematur di Indonesia, menempatkan Indonesia pada peringkat ke-5 di dunia dengan jumlah kelahiran prematur tertinggi.
RSV merupakan virus pernapasan yang mudah menular dan berbahaya bagi bayi. Kenali gejala, risiko komplikasi, serta langkah pencegahan untuk melindungi anak.
Vaksin RSV umumnya diberikan pada ibu hamil usia 32-36 minggu untuk memberikan perlindungan langsung kepada bayi melalui antibodi yang ditransfer melalui plasenta.
RSV menyebar melalui percikan napas, sentuhan, dan permukaan yang terkontaminasi. Karena itu, langkah pencegahan sederhana sangat penting untuk melindungi bayi prematur
Ibu hamil yang menerima vaksinasi RSV (Respiratory Syncytial Virus) akan merasakan berbagai manfaat, baik bagi kesehatan diri mereka sendiri maupun untuk bayi yang dikandung.
Vaksinasi merupakan salah satu cara paling efektif untuk melindungi kesehatan ibu hamil dan bayi dari berbagai penyakit, termasuk infeksi virus RSV (Respiratory Syncytial Virus).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved