Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Pemberian Asupan Gizi Optimal Sejak Hari Pertama Penting Bagi Bayi Prematur

Basuki Eka Purnama
04/12/2025 17:40
Pemberian Asupan Gizi Optimal Sejak Hari Pertama Penting Bagi Bayi Prematur
Ilustrasi(Freepik)

PERAWATAN dan pemberian asupan gizi yang tepat dan optimal sejak hari pertama kehidupan bayi prematur. Hal itu dikatakan Dokter Spesialis Anak dan Neonatologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A, Subsp. Neo dalam seminar nasional bertajuk "From Fragile Beginnings to Strong Futures: Advancing Nutrition for Premature Infants", Kamis (4/12).

“Perawatan bayi prematur tidak hanya berfokus pada kelangsungan hidup, tetapi juga pada kualitas tumbuh kembang mereka. Asupan gizi yang tepat sejak hari pertama sangat menentukan bagaimana bayi dapat bertahan dan berkembang di kemudian hari," ungkap Prof Rinawati.

"ASI adalah sumber gizi utama bagi bayi prematur dan ASI dapat ditambahkan dengan human milk fortifier (Pelengkap Gizi Air Susu Ibu) untuk memenuhi kebutuhan asupan gizi,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa jika ASI tidak tersedia, bisa diberikan ASI donor yang sudah melalui proses skrining. 

Apabila ASI donor juga tidak tersedia, tenaga kesehatan dapat menyarankan pangan olahan untuk keperluan medis khusus bayi prematur. 

"Penting bagi tenaga kesehatan untuk mempertimbangkan pilihan yang sudah teruji klinis dan didukung publikasi ilmiah,” jelas Prof. Rinawati.

Seminar nasional yang diadakan RSCM bersama Nestle Indonesia itu diselenggarakan secara hybrid, bertujuan untuk meningkatkan kualitas para tenaga kesehatan yang bertugas merawat bayi prematur dan berat badan lahir rendah (BBLR). 

Sebanyak 2.000 tenaga kesehatan lintas profesi mulai dari dokter anak, perawat hingga ahli gizi dari 200 rumah sakit di Jakarta, Bali, Yogyakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Palembang, Aceh dan Papua mengikuti seminar ini.

Secara global, kelahiran prematur masih menjadi tantangan besar dan merupakan penyebab utama kematian anak di bawah usia lima tahun. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan, setiap tahun sekitar 15 juta bayi lahir prematur di dunia, dan lebih dari 1 juta di antaranya meninggal akibat komplikasi yang sebenarnya dapat dicegah. 

Indonesia sendiri menempati peringkat kelima tertinggi di dunia, dengan estimasi 675.700 bayi lahir prematur setiap tahun. Profil Kesehatan Indonesia 2024 mencatat sekitar 26,4% kematian bayi di Indonesia terjadi pada masa neonatal (0– 28 hari), dan 22,5% kematian post-neonatal (29 hari–11 bulan), dengan Prematuritas dan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) menjadi penyebab utama. 

Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan nyata dari ribuan perjuangan kecil yang terjadi setiap hari di ruang-ruang perawatan intensif, di mana tenaga kesehatan berupaya memberi awal kehidupan terbaik bagi bayi-bayi yang lahir sebelum waktunya.

Direktur Utama RSCM dr. Supriyanto, Sp. B, FINACS, M.Kes menyambut baik kerja sama antara RSCM dan Nestlé Indonesia untuk memperingati Hari Prematur Sedunia 2025. 

“Penyelenggaraan seminar nasional ini menjadi langkah berarti untuk memperkuat layanan para tenaga kesehatan bagi bayi-bayi prematur di Indonesia. Melalui peningkatan pengetahuan tenaga kesehatan, penyediaan edukasi yang lebih luas, serta dukungan nyata seperti Little Bundle of Hope, kami ingin memastikan setiap bayi prematur mendapatkan perhatian dan kesempatan terbaik untuk tumbuh dan berkembang. Kolaborasi ini menjadi pengingat bahwa menjaga kehidupan sejak detik pertama adalah wujud kepedulian kita terhadap masa depan anak-anak Indonesia.”

Dalam rangka Hari Prematur Sedunia, yang jatuh pada 17 November, Nestle menghormati para tenaga kesehatan profesional yang mengabdikan pekerjaan mereka untuk merawat bayi prematur. Melalui setiap tindakan, para tenaga kesehatan ini berupaya untuk memberikan sesuatu yang esensial, jaminan dalam perawatan terbaik yang dapat diberikan. Berkat komitmen mereka, bayi prematur diberikan kesempatan untuk berjuang sejak awal, dan keluarga mendapatkan dukungan terbaik. 

“Nestlé percaya bahwa tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam membantu memberikan harapan bagi bayi prematur di Indonesia. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam memberikan perawatan dan pendampingan terbaik bagi bayi-bayi prematur yang membutuhkan perhatian khusus. Setiap langkah kecil mereka berarti besar bagi masa depan generasi yang lebih sehat dan tangguh,” ujar Vera N. Gozali, Category Marketing Manager Lactogrow.

Pendekatan menyeluruh ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara tenaga kesehatan dan orang tua sebagai satu kesatuan dalam proses perawatan. Di balik setiap bayi prematur yang tumbuh kuat, ada peran tak ternilai dari keluarga yang dengan penuh kesabaran mendampingi setiap langkah kecil sang buah hati. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya