Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Ibu hamil yang menerima vaksinasi RSV (Respiratory Syncytial Virus) akan merasakan berbagai manfaat, baik bagi kesehatan diri mereka sendiri maupun untuk bayi yang dikandung. Hal ini dijelaskan oleh dr. Amarylis Febrina Choirin Nisa Fathoni, Sp.OG, IBCLC, seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi lulusan Universitas Indonesia, yang lebih akrab disapa dr. Nisa.
"Melakukan vaksinasi selama kehamilan dapat membantu bayi menjadi lebih sehat dalam perjalanan awal kehidupannya," ujar dr. Nisa, seperti dilansir dari Antara, Selasa (18/11).
Vaksin RSV bekerja dengan memberikan perlindungan berlapis. Lalu, apa saja manfaat vaksinasi RSV saat hamil? Berikut beberapa manfaat utamanya:
Vaksinasi RSV membantu ibu hamil mengurangi risiko gangguan pernapasan yang bisa terjadi selama kehamilan.
Vaksin RSV juga berperan dalam mengurangi peluang kelahiran prematur (sebelum usia kehamilan mencapai 38 minggu). Bayi yang lahir prematur lebih rentan terhadap infeksi dan memerlukan penanganan medis yang lebih rumit. dr. Nisa juga mengingatkan tentang keterbatasan fasilitas NICU yang tidak merata di berbagai rumah sakit.
"Pencarian rujukan untuk NICU sulit, karena tidak semua rumah sakit memilikinya, dan belum tentu ada dokter konsultan yang menangani dengan profesional," jelasnya.
Vaksin RSV memberikan imunitas pasif kepada bayi selama enam bulan pertama kehidupannya, yang merupakan masa paling rentan. Antibodi yang terbentuk di tubuh ibu setelah vaksinasi akan disalurkan melalui plasenta menuju janin, memberikan perlindungan sejak hari pertama kelahiran.
Vaksin RSV yang aman bagi ibu hamil ini memberikan perlindungan terhadap dua tipe virus RSV, yaitu RSV-A dan RSV-B. Vaksin ini merupakan vaksin protein subunit bivalen, yang tidak mengandung virus hidup, sehingga aman digunakan selama kehamilan.
Vaksin RSV disarankan diberikan pada usia kehamilan antara 28 hingga 36 minggu, periode yang dianggap ideal untuk penyaluran antibodi dari ibu ke janin sebelum kelahiran. Efek sampingnya biasanya ringan dan sementara, seperti nyeri di tempat suntikan, rasa lelah, sakit kepala, atau pegal otot.
Vaksin ini telah tersedia di Indonesia selama sekitar enam bulan terakhir.
RSV sendiri merupakan virus yang sangat menular dan merupakan penyebab utama infeksi saluran napas bawah pada anak-anak di seluruh dunia. dr. Nisa menjelaskan bahwa sebagian besar kasus infeksi RSV yang memerlukan perawatan di rumah sakit terjadi pada tiga bulan pertama kehidupan bayi (sekitar 50%), dan meningkat menjadi lebih dari 75% pada enam bulan pertama.
Dengan vaksinasi RSV, ibu hamil dapat memberikan perlindungan ekstra kepada dirinya dan bayinya, menjaga kesehatan keduanya selama kehamilan dan setelah kelahiran. (Ant/Z-10)
Vaksin RSV memberikan manfaat ganda. Pertama, melindungi ibu dari komplikasi pernapasan selama kehamilan. Kedua, mengurangi risiko bayi lahir prematur.
Pemberian vaksin RSV pada ibu hamil menunjukan penurunan hingga 72% risiko Bayi alami infeksi paru-paru berat.
RSV merupakan virus pernapasan yang mudah menular dan berbahaya bagi bayi. Kenali gejala, risiko komplikasi, serta langkah pencegahan untuk melindungi anak.
RSV adalah virus yang sangat umum dan menular. Pada bayi prematur, saluran napas yang kecil dan fungsi paru-paru yang belum berkembang penuh tidak mampu menangani peradangan
Vaksin RSV umumnya diberikan pada ibu hamil usia 32-36 minggu untuk memberikan perlindungan langsung kepada bayi melalui antibodi yang ditransfer melalui plasenta.
RSV menyebar melalui percikan napas, sentuhan, dan permukaan yang terkontaminasi. Karena itu, langkah pencegahan sederhana sangat penting untuk melindungi bayi prematur
Vaksinasi merupakan salah satu cara paling efektif untuk melindungi kesehatan ibu hamil dan bayi dari berbagai penyakit, termasuk infeksi virus RSV (Respiratory Syncytial Virus).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved