Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis obstetri dan ginekologi lulusan Universitas Indonesia Amarylis Febrina Choirin Nisa Fathoni memaparkan pentingnya vaksinasi RSV (Respiratory Syncytial Virus) bagi ibu hamil untuk menurunkan risiko infeksi pernapasan pada ibu dan bayi.
“Melakukan vaksinasi selama kehamilan dapat membantu bayi menjadi lebih sehat dalam perjalanan awal kehidupannya,” kata Nisa dilansir dari Antara, Rabu (19/11).
Menurut Nisa, vaksin RSV memberikan manfaat ganda. Pertama, melindungi ibu dari komplikasi pernapasan selama kehamilan. Kedua, mengurangi risiko bayi lahir prematur atau sebelum usia kehamilan 38 minggu.
Ia menekankan bahwa bayi prematur lebih rentan terhadap infeksi dan membutuhkan penanganan khusus yang ketersediaannya belum merata. “Mencari rujukan untuk NICU itu susah sekali, belum semua rumah sakit punya, dan membutuhkan dokter konsultan khusus,” ujarnya.
Nisa menjelaskan bahwa vaksin RSV juga memberikan imunitas pasif kepada bayi selama enam bulan pertama kehidupannya. Antibodi yang terbentuk pada tubuh ibu akan mengalir melalui plasenta menuju janin sehingga bayi memperoleh perlindungan sejak pertama kali bernapas.
Ia menambahkan, vaksin RSV yang direkomendasikan untuk ibu hamil memberikan perlindungan terhadap RSV-A dan RSV-B, tidak mengandung virus hidup, serta berbasis protein sub-unit bivalen sehingga aman diberikan selama kehamilan.
Waktu terbaik untuk vaksinasi bagi ibu hamil berada pada usia kehamilan 28–36 minggu, periode yang dinilai optimal untuk transfer antibodi dari ibu ke janin.
Efek samping vaksin umumnya bersifat ringan seperti nyeri di tempat suntikan, kelelahan, sakit kepala, dan nyeri otot. Vaksin RSV telah tersedia di Indonesia sejak sekitar enam bulan lalu.
RSV merupakan virus yang umum dan sangat menular serta menjadi penyebab utama infeksi saluran pernapasan bawah pada anak-anak di seluruh dunia.
Nisa mengatakan, infeksi RSV yang sampai membutuhkan perawatan di rumah sakit paling banyak terjadi pada bayi usia 0–3 bulan (50 persen), dan meningkat menjadi lebih dari 75 persen pada usia 0–6 bulan.(H-2)
RSV merupakan virus pernapasan yang mudah menular dan berbahaya bagi bayi. Kenali gejala, risiko komplikasi, serta langkah pencegahan untuk melindungi anak.
RSV adalah virus yang sangat umum dan menular. Pada bayi prematur, saluran napas yang kecil dan fungsi paru-paru yang belum berkembang penuh tidak mampu menangani peradangan
Vaksin RSV umumnya diberikan pada ibu hamil usia 32-36 minggu untuk memberikan perlindungan langsung kepada bayi melalui antibodi yang ditransfer melalui plasenta.
RSV menyebar melalui percikan napas, sentuhan, dan permukaan yang terkontaminasi. Karena itu, langkah pencegahan sederhana sangat penting untuk melindungi bayi prematur
Ibu hamil yang menerima vaksinasi RSV (Respiratory Syncytial Virus) akan merasakan berbagai manfaat, baik bagi kesehatan diri mereka sendiri maupun untuk bayi yang dikandung.
Vaksinasi merupakan salah satu cara paling efektif untuk melindungi kesehatan ibu hamil dan bayi dari berbagai penyakit, termasuk infeksi virus RSV (Respiratory Syncytial Virus).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved