Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
RESPIRATORY Syncytial Virus (RSV) kini menjadi salah satu ancaman kesehatan serius bagi bayi prematur dan bayi dengan kondisi medis tertentu.
Meski pada anak sehat RSV biasanya hanya menyebabkan gejala ringan seperti batuk atau pilek, pada bayi yang lahir sebelum waktunya, infeksi ini bisa berkembang menjadi penyakit pernapasan berat dan berpotensi mengancam nyawa.
Bayi yang lahir prematur memiliki sistem imun dan paru-paru yang belum berkembang sempurna. Hal ini membuat mereka lebih sulit melawan infeksi, termasuk RSV.
Dokter menilai bahwa bayi dengan kondisi seperti bronchopulmonary dysplasia (BPD) atau penyakit jantung bawaan (CHD) memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi serius, seperti bronkiolitis atau pneumonia.
Infeksi RSV pada kelompok bayi ini sering kali membutuhkan perawatan di rumah sakit, bahkan sampai ke ruang intensif (NICU), dengan bantuan ventilator untuk membantu pernapasan.
Di awal, RSV mungkin terlihat seperti flu biasa: hidung meler, batuk ringan, atau demam. Namun pada bayi prematur atau bayi berisiko tinggi, gejalanya bisa cepat berubah menjadi berbahaya. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai meliputi:
RSV menyebar melalui percikan napas, sentuhan, dan permukaan yang terkontaminasi. Karena itu, langkah pencegahan sederhana sangat penting untuk melindungi bayi prematur, seperti:
Tenaga kesehatan juga dapat memberikan perlindungan tambahan sesuai rekomendasi medis, terutama bagi bayi yang sangat berisiko.
RSV mungkin terdengar seperti penyakit pernapasan biasa, namun dampaknya bisa sangat serius pada bayi prematur. Dengan memahami gejalanya, mengetahui faktor risikonya, dan mengambil langkah pencegahan, orang tua dapat memberikan perlindungan lebih bagi si kecil.
Sumber: GFCNI
RSV merupakan virus pernapasan yang mudah menular dan berbahaya bagi bayi. Kenali gejala, risiko komplikasi, serta langkah pencegahan untuk melindungi anak.
RSV adalah virus yang sangat umum dan menular. Pada bayi prematur, saluran napas yang kecil dan fungsi paru-paru yang belum berkembang penuh tidak mampu menangani peradangan
Vaksin RSV umumnya diberikan pada ibu hamil usia 32-36 minggu untuk memberikan perlindungan langsung kepada bayi melalui antibodi yang ditransfer melalui plasenta.
Ibu hamil yang menerima vaksinasi RSV (Respiratory Syncytial Virus) akan merasakan berbagai manfaat, baik bagi kesehatan diri mereka sendiri maupun untuk bayi yang dikandung.
Vaksinasi merupakan salah satu cara paling efektif untuk melindungi kesehatan ibu hamil dan bayi dari berbagai penyakit, termasuk infeksi virus RSV (Respiratory Syncytial Virus).
Kemampuan virus untuk menulari akan meningkat saat cuaca menjadi lebih dingin. Hal ini dipicu oleh dua faktor utama: perubahan biologis dan perilaku sosial.
RSV bukan penyakit batuk pilek biasa yang kemudian orang yang tetap hidup sehat seperti biasa. Tapi bisa berakhir dengan komplikasi ICU, bahkan bisa berakhir dengan kematian.
Penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sudah terbukti dapat menekan risiko penularan virus, termasuk virus covid-19 dan RSV terhadap lansia.
RSV merupakan virus pernapasan yang mudah menular dan berbahaya bagi bayi. Kenali gejala, risiko komplikasi, serta langkah pencegahan untuk melindungi anak.
Imunisasi dengan Palivizumab direkomendasikan oleh IDAI untuk mencegah bayi yang lahir prematur mengalami penurunan kesehatan karena infeksi RSV.
Tadinya dia tidak punya bakat asma, gara-gara kena RSV meski sudah sembuh, tapi jadi asma, terus sebentar-sebentar sakit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved