Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSIM hujan dan ancaman banjir membawa risiko kesehatan serius, terutama bagi para pekerja lapangan. Dosen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas YARSI, DR. dr. Wan Nedra Komaruddin, Sp.A, mengingatkan para pekerja seperti wartawan, kurir ekspedisi, hingga petugas teknis untuk meningkatkan kewaspadaan guna mencegah infeksi berbahaya.
Menurut Wan Nedra, profesi yang menuntut mobilitas tinggi di luar ruangan memiliki risiko kesehatan yang jauh lebih besar karena sering terpapar air hujan dan genangan banjir yang terkontaminasi.
“Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan,” ujar Wan Nedra saat dihubungi di Jakarta, Kamis (15/1).
Salah satu ancaman yang paling diwaspadai adalah leptospirosis. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri dari urine hewan, khususnya tikus, yang mencemari air banjir. Bakteri tersebut dapat menyelinap masuk ke tubuh manusia melalui luka kecil pada kulit.
Jika tidak segera ditangani, gejalanya bisa berkembang dari demam tinggi dan nyeri otot hingga menyebabkan gangguan fungsi ginjal serta hati.
Selain itu, kontak berkepanjangan dengan air kotor memicu berbagai masalah kulit seperti dermatitis, bisul, dan jamur. Risiko penyakit saluran pencernaan seperti diare dan tifus juga meningkat akibat paparan virus dan bakteri.
Kondisi lingkungan yang lembap dan dingin dalam waktu lama pun turut andil dalam memicu gangguan pernapasan, termasuk flu, bronkitis, hingga pneumonia.
Guna meminimalisir risiko, Wan Nedra menekankan pentingnya dekontaminasi sesegera mungkin setelah bekerja di area banjir.
“Segera mandi dengan air bersih dan sabun, terutama di bagian tubuh yang kontak langsung dengan air banjir. Luka sekecil apapun harus dibersihkan dan diberi antiseptik,” tegas pemilik Klinik Asshomadiyah Medicare Centre tersebut.
Ia juga menyarankan para pekerja untuk segera mengganti pakaian dan alas kaki yang basah, serta rutin membersihkan perlengkapan kerja seperti sepatu bot dan sarung tangan agar tidak menjadi sarana penularan kuman.
Sebagai langkah pencegahan, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) menjadi hal yang wajib. Pekerja lapangan direkomendasikan untuk selalu mengenakan sepatu bot tahan air, jas hujan, dan sarung tangan.
Selain itu, membawa tas kecil berisi perlengkapan pribadi seperti sabun antiseptik, kaus kaki cadangan, dan obat-obatan dasar sangatlah penting.
Untuk menjaga imunitas dari dalam, Wan Nedra menganjurkan konsumsi vitamin C, vitamin B kompleks, zinc, dan multivitamin. Pekerja juga diharapkan memastikan status vaksin tetanus mereka masih terlindungi.
“Persiapan yang baik dan kebiasaan hidup bersih sangat penting agar pekerja lapangan tetap sehat, aman, dan produktif meski harus bekerja di kondisi cuaca ekstrem,” pungkas Ketua Pengurus Daerah Nahdlatul Ulama (PDNU) Jakarta Raya tersebut. (Ant/Z-1)
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Virus Nipah secara alami berasal dari kelelawar pemakan buah dari genus Pteropus atau dikenal sebagai flying fox.
Penularan utama leptospirosis terjadi melalui kontak kulit dengan air atau tanah yang telah tercemar urine hewan pembawa bakteri, dengan tikus menjadi perantara yang paling sering ditemukan.
TANTANGAN dan dinamika penyakit hati di Indonesia disoroti. Penyakit hati di Indonesia menunjukkan pola yang semakin kompleks, mulai dari hepatitis kronis, sirosis, hingga kanker hati.
Epilepsi bukan penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau organisme yang bisa berpindah antarindividu.
Kondisi kaki dapat memberikan petunjuk penting terkait kesehatan saraf, peredaran darah, hingga penyakit sistemik.
Infeksi cacing secara kronis dapat menurunkan produksi ayam petelur, baik dari segi kuantitas maupun bobot telur.
Pada pasien anak yang dirawat inap akibat radang paru akut (pneumonia), ditemukan bahwa mereka yang mengalami gejala berat, sering kali memiliki lebih dari satu patogen di dalam tubuhnya.
Mikrobiota vagina adalah kumpulan mikroorganisme, terutama Lactobacillus, yang berfungsi melindungi organ reproduksi perempuan.
RSV bukan penyakit batuk pilek biasa yang kemudian orang yang tetap hidup sehat seperti biasa. Tapi bisa berakhir dengan komplikasi ICU, bahkan bisa berakhir dengan kematian.
RSV dapat menyebabkan anak terkena infeksi seperti bronkiolitis dan pneumonia. Meski sering disamakan, kedua penyakit itu ternyata cukup berbeda dari berbagai sisi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved