Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI salah satu perusahaan dan merek yang berusia lebih dari 50 tahun di Indonesia, Sido Muncul dan Tolak Angin menjadi perusahaan/brand (merek) yang legendaris.
Brand atau merek tidak bisa dilepaskan dari perkembangan perusahaan. Ini bisa menjadi catatan perjalanan panjang yang mengikuti tumbuh dan berkembangnya perusahaan.
Berdasarkan riset Swanetwork, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) mendapat dua penghargaan sekaligus dari Majalah SWA yaitu sebagai Indonesia Living Legend Company dan Indonesia Living Legend Brand untuk produk Tolak Angin dengan kategori Obat Herbal. Penghargaan diterima oleh Product Manager Tolak Angin Sido Muncul, Ludwig Brasali.
Baca juga : Dibuat dengan Teknik Kuno, Roti Srikaya Ini Siap Manjakan Lidah Pecinta Kuliner
"Tahun 1930, Tolak Angin sudah ada. Lebih dulu dari Sido Muncul. Pertama kami bersyukur dapat penghargaan. memang mempertahankan ini harus melakukan inovasi spt kata juri," kata Ludwig setelah menerima penghargaan mewakili Sido Muncul, Senin (10/6) malam.
Ludwig menambahkan, bahwa dengan penghargaan ini sharing tim inovasi harus dipertahankan. Menurut Ludwig, Tolak Angin sampai sekarang masih dipercaya. Karena secara ilmiah terbukti. "Ini sudah terbukti secara ilmiah,'' imbuh Ludwig. ''Kami menjaga kepercayaan konsumen yang sudah ada dengan inovasi tadi dan memberikan bukti-bukti ilmiah.''
Bukti-bukti ilmiah tersebut ada dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. "Ini untuk uji khasiat yaitu terbukti meningkatkan daya tahan tubuh, " urai Ludwig.
Baca juga : Teguh Mengarungi Zaman, Resep Kebaikan Jamu Mendunia
Lalu, tambah Ludwig, uji produk dari Universitas Sanata Dharma untuk keamanan produk. ''Bahwa Tolak Angin ini aman untuk dikonsumsi dalam waktu jangka panjang,'' kata Ludwig.
Tolak Angin juga telah melakukan berbagai uji pra klinis yaitu uji toksisitas. Pada 2007, Tolak Angin telah mendapat sertifikat Obat Herbal Terstandar (OHT) dari Badan POM RI dan menjadi satu-satunya obat masuk angin yang mendapatkan OHT sampai saat ini yang berarti bahan baku dan mutu produknya terstandarisasi.
Secara terpisah, Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat berharap perusahaan dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih baik lagi, agar dapat mempertahankan eksistensinya di masa mendatang.
Baca juga : Berdayakan Masyarakat Desa Sambirata, Banyumas, Antar Sido Muncul Raih Proper Emas Keempat
“Penghargaan ini diberikan karena Sido Muncul telah memasuki usia 73 tahun yang masih tetap eksis dan berkembang dengan baik. Sebagai salah satu perusahaan jamu yang telah bertahan lebih dari 50 tahun, kami berharap industri jamu dapat berkembang lebih baik lagi di masa yang akan datang,” ujar Irwan. “Yang terpenting, perusahaan akan selalu berusaha untuk memiliki niat baik dan jujur dalam mengelola manejemen usaha," tambah Irwan.
“Selain itu terpilihnya Tolak Angin sebagai Indonesia Living Legend Brand dapat menjadi tolak ukur bagi kami untuk menjaga kualitas produk-produk kami agar tetap dicintai oleh para konsumennya," lanjut Irwan.
Tolak Angin sendiri merupakan produk pertama yang dibuat oleh Sido Muncul yang diformulasikan sejak tahun 1930 oleh pendirinya Ibu Rahmat Sulistio, dan sampai sekarang resepnya tetap sama.
Sementara itu, salah satu juri Tommy Sudjarwadi, sangat mendukung kecerdasan untuk menjadikan tradisional produk lebih dikenal, hal itu sangat penting. Kecerdasan produk itu, menurut Tommy, berangkat dari open minded dari pemilik dan pembuat keputusan. "Saya termasuk yang mendukung produk lokal untuk lebih bagus," kata Tommy. (S-1)
Total Rp900 juta tersebut terdiri dari uang tunai senilai Rp620 juta serta produk Sido Muncul senilai Rp280 juta.
Masih banyak daerah belum terjangkau, terisolir
Melalui penghargaan ini, komitmen Sido Muncul dalam memperkuat praktik pembangunan berkelanjutan di lingkungan perusahaan semakin tidak bisa terbantahkan
Katarak saat ini menjadi penyebab utama kebutaan dan gangguan penglihatan di Indonesia, seperti juga di Manggarai Barat.
Jamu yang ditampilkan termasuk jamu beras kencur dan kunyit asam. Para tamu undanganpun dapat menikmati secara langsung aneka jamu tradisional Indonesia tersebut.
Pentingnya literasi jamu agar masyarakat tidak hanya melihatnya sebagai konsumsi kesehatan, tetapi juga sebagai identitas budaya.
Rayakan Natal dan Tahun Baru dengan camilan praktis dan lezat. Creamy Cheese Stick berbahan susu evaporasi jadi pilihan finger food kekinian untuk momen kebersamaan keluarga.
Para peserta, sebagian besar ibu-ibu, tampak antusias mengikuti langkah demi langkah pembuatan berbagai kreasi kue, belajar dari chef profesional dan influencer kuliner.
JURU masak kenamaan Indonesia, Juna Rorimpandey, atau yang dikenal sebagai Chef Juna, membagikan resep membuat brokies tiramisu dengan produk andalannya Parrot chocolate chip.
Devina mengatakan dengan adanya media sosial dan teknologi, membuka banyak peluang bagi para ibu yang menghadapi keterbatasan dapat memperluas jaringan dan belajar keterampilan baru.
Berbuka puasa dengan yang manis sudah menjadi tradisi di Indonesia. Ini tiga inspirasi manisan segar yang bisa dibuat di rumah.
Chef Budi Tian membagikan resep Strawberry Cheese Cake yang mudah diikuti dengan hasil yang lembut dan kaya rasa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved