Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
BPJS Kesehatan memberikan penghargaan kepada Klinik Utama Jantung Hasna Medika Majalengka di Kadipaten, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, atas layanan kesehatan kepada masyarakat khususnya peserta BPJS Kesehatan.
Penghargaan itu diberikan karena komitmen Klinik Utama Jantung Hasna Medika Majalengka dalam implementasi E-SEP, I-Care, E-Rekam Medik, E-Resep, Bridging Farmasi, dan antrean online MJKN (Mobile Jaminan Kesehatan Nasional).
Penghargaan bintang 5 yang merupakan penghargaan tertinggi atas komitmen bidang teknologi informasi BPJS Kesehatan ini diberikan langsung oleh Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Dr Ir Edwin Aristiawan MM CPM-A CCGO QRGP CCCO kepada Direktur Klinik Jantung Hasna Medika Majalengka dr Abdul Azis MM.
Baca juga : Asosiasi Dokter Herbal Minta Fitofarmaka Bisa Diresepkan untuk Pasien BPJS Kesehatan
Turut mendampingi yakni, Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah V Jawa Barat Siswandi SE MM, Kepala BPJS KCU Sumedang serta Direktur Utama Hasna Medika Group dr Gugun Iskandar H SpJP(K) FIHA FAsCC.
Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Edwin Aristiawan mengatakan komitmen Klinik Utama Jantung Hasna Medika Majalengka dalam mengimplementasikan teknologi informasi terintegrasi dengan sistem informasi BPJS Kesehatan berdampak sangat positif bagi masyarakat.
Mulai dari kemudahan mendaftar secara online melalui MJKN hingga mengurai antrean dengan pengaturan waktu poliklinik. Ini membuat waktu tunggu pelayanan hingga pasien mendapatkan obat menjadi lebih singkat dengan mutu pelayanan yang optimal.
Baca juga : Dukung Pers Sehat, BPJS Kesehatan Kembali Raih Penghargaan Bergengsi
"Sebagai upaya pencapaian itu, Klinik Jantung Hasna Medika Majalengka juga memberdayakan Duta MJKN dalam memberikan edukasi layanan MJKN langsung kepada pasien peserta BPJS Kesehatan," terang Edwin.
Dengan kata lain, Klinik Jantung Hasna Medika Majalengka telah menerapkan digitalisasi medis.
"Klinik ini menjadi yang pertama di Indonesia meraih penghargaan bintang lima dalam transformasi digital pelayanan pasien, khususnya bagi peserta BPJS Kesehatan," kata Edwin.
Baca juga : Penurunan PBI BPJS Kesehatan Harus Jadi Catatan Bagi Seluruh Pihak
Direktur Utama PT Hasna Medika Bakti Majalengka Gugun Iskandar mengaku bersyukur atas apresiasi tersebut. Pihaknya berjanji terus memberikan pelayanan maksimal dan tidak memandang golongan terhadap pasien.
"Jumlah pasien BPJS Kesehatan di Klinik Jantung Hasna Medika Majalengka mencapai 95% setiap bulannya, sehingga ini langkah konkret kami untuk menyediakan layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan," kata Gugun.
Sebelumnya, Klinik Utama Jantung Hasna Medika Majalengka juga meraih penghargaan BPJS Kesehatan RI sebagai juara kedua nasional pemanfaatan antrian online FKRTL (Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut).
Klinik Utama Jantung Hasna Medika Majalengka dilengkapi UGD 24 jam, rawat inap, poliklinik dokter spesialis, pemeriksaan diagnostik non invasif jantung dan vascular lengkap seperti echocardiography, treadmill test, holter monitor, ABI, ABPM, serta doppler vascular yang mengkhususkan pada kegiatan promotif preventif.
Di usianya ke-5 tahun, Klinik Jantung Hasna Medika melayani rata-rata 6.000 pasien per bulan. Dalam ajang ini, Klinik Jantung Hasna Medika Majalengka juga menggelar ceremony peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan gedung baru 4 lantai sebagai upaya meningkatkan pelayanan agar lebih nyaman, lengkap, dan bermutu bagi masyarakat Kabupaten Majalengka dan sekitarnya.(H-2)
Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan tubuh terus dilakukan berbagai pihak.
Berdasarkan laporan Global Gender Gap 2025, posisi Indonesia naik tiga peringkat ke urutan 97 dunia dengan skor kesetaraan yang meningkat menjadi 69,2%.
Laporan Halodoc Q1 2026 mencatat lonjakan gangguan kecemasan dan masalah pencernaan selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Jika ditemukan pasien dengan indikasi klinis yang mengarah pada gejala campak, petugas medis akan segera melakukan tindakan lanjutan.
Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan menyentuh balita untuk mencegah terjadinya penularan campak.
Poltekes Bhakti Kencana menawarkan tiga program studi strategis yang dirancang berdasarkan kebutuhan pasar kerja
Total panjang jalan yang diperbaiki mencapai 117 kilometer dengan alokasi anggaran sebesar Rp143 miliar
PULUHAN pelaku usaha kecil mengikuti pelatihan pembuatan produk inovatif dalam Program Desa EMAS (Ekonomi Maju & Sejahtera) 2026 di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
BPBD Kabupaten Majalengka mencatat mulai 1 Januari hingga 18 Februari 2026 telah terjadi 152 kejadian bencana di Kabupaten Majalengka.
Penelitian dilakukan melalui metode rekayasa rancang bangun dan uji performa dengan parameter kapasitas cacahan, konsumsi bahan bakar, dan kualitas hasil potongan.
Pada 1 hingga 25 Januari 2026 telah terjadi sebanyak 58 kejadian bencana di Kabupaten Majalengka dengan 2.253 warga dan 716 rumah yang terdampak.
Pemkab Majalengka telah menyiapkan lahan seluas 7 hektare.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved