Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
DIABETES adalah penyakit metabolik yang sangat berbahaya. Jika tidak hati-hati, penderita diabetes, khususnya diabetes tipe 2 bisa mengalami komplikasi seperti kebutaan, penyakit jantung, stroke, bahkan gagal ginjal. Lantas, apakah pola hidup sehat dan olahraga bisa melindungi diri dari diabetes tipe 2? Simak penjelasannya.
Diabetes tipe 2 merupakan penyakit jangka panjang yang terjadi ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Penyakit ini merupakan kondisi umum dimana kadar gula (glukosa) dalam darah menjadi terlalu tinggi.
Jika seseorang menderita diabetes tipe 2, tubuh akan mengalami dua masalah umum. Pertama, pankreas tidak memproduksi cukup insulin untuk menurunkan kadar gula darah. Kedua, sel mempunyai respon yang buruk terhadap insulin, sehingga hanya mampu menyerap sedikit gula.
Baca juga : Jaga Kesehatan Jantung dalam Setiap Tahap Kehidupan
Saat ini masih kurangnya penelitian berkualitas tinggi yang menunjukkan pentingnya olahraga dan kebugaran pada penderita diabetes. Namun, saat ini dapat diketahui bahwa melakukan aktivitas fisik secara teratur dapat meningkatkan kontrol gula darah, mencegah atau menunda diabetes tipe 2, dan meningkatkan lipid, tekanan darah, kejadian penyakit kardiovaskular, kematian, dan kualitas hidup.
Studi penelitian dan uji klinis menunjukkan bahwa berjalan kaki selama 30 menit atau olahraga intensitas rendah lainnya per hari, dikombinasikan dengan diet rendah lemak dapat mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2 sebesar 58 persen pada populasi berisiko tinggi. Oleh karena itu, banyak ahli kesehatan yang merekomendasikan pola makan dan olahraga yang tepat untuk mengurangi risiko diabetes tipe 2.
Selain itu, penurunan berat badan melalui pola makan sehat dan peningkatan aktivitas fisik memungkinkan sel otot menggunakan insulin dan glukosa lebih efisien, sehingga mengurangi risiko diabetes. Kurangnya olahraga dapat membuat sel otot menjadi kurang sensitif terhadap insulin yang mengatur kadar gula darah.
Menjelang eberangkatan ibadah haji yang dijadwalkan pada April mendatang, para jemaah yang telah melunasi biaya haji dan dinyatakan sehat diimbau untuk mulai menerapkan pola hidup sehat
Ilmuwan mengungkap rumus usia panjang bukan dari cara instan, melainkan kebiasaan konsisten seperti aktivitas fisik, pola makan sehat, dan menjaga kesehatan usus.
Bone Scan terhadap lebih dari 500.000 orang di 16 kota, hasilnya menunjukkan tren yang mengkhawatirkan bahwa lebih dari 50% di antaranya berisiko mengalami osteoporosis.
MEMASUKI musim hujan, kondisi udara yang lebih dingin dan tingkat kelembapan yang meningkat membawa risiko baru bagi kesehatan masyarakat.
Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan prevalensi diabetes di Indonesia mencapai 8,5%.`
Jika sejak muda menjaga pola hidup sehat, metabolisme dan jaringan dalam tubuh masih akan terjaga baik sampai usia tua.
Ahli nutrisi menyarankan makan sayuran non-tepung lebih dulu sebelum protein dan karbohidrat untuk mengatur gula darah, memperlambat pencernaan karbohidrat.
DI 2026, anggapan bahwa diabetes melitus adalah penyakit orang tua telah resmi terpatahkan.
golongan darah juga dapat memengaruhi risiko seseorang terkena diabetes tipe 2.
Riset terbaru Johns Hopkins mengungkap peran testosterone dan estradiol terhadap risiko penyakit jantung pada pasien diabetes tipe 2.
Golongan darah selama ini dikenal hanya menentukan kecocokan transfusi. Namun riset terbaru mengungkap fakta ternyata berkaitan langsung dengan risiko penyakit kronis.
Peneliti Karolinska Institutet mengungkap kaitan genetik antara kadar kafein dalam darah dengan risiko diabetes tipe 2 dan penurunan lemak tubuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved