Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGINGAT suhu panas cukup ekstrem di Tanah Suci saat ini yang mencapai hingga 45 derajat celsius, jemaah haji Indonesia diingatkan ketika ke Masjidil Haram atau berpergian ke luar hotel untuk melengkapi diri dengan alat pelindung diri berupa payung atau topi lebar untuk menghindari sengatan langsung matahari.
"Selalu membawa paspor dan dokumen penting lainnya, serta membawa kantong sandal dan dibawa saat ibadah di masjid," kata anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda Minggu (26/05).
Dia juga mengingatkan jemaah haji untuk tidak meletakkan sandal di sembarang tempat di masjid, karena berpotensi hilang dan lupa serta tidak menitipkan sandal ke jemaah lainnya untuk mengantisipasi jika terpisah dari kelompoknya.
Baca juga : Jemaah Haji Indonesia Wafat Bertambah Menjadi 7 Orang
"Dan selalu mengenakan identitas pengenal berupa gelang dan smart card, serta jangan sungkan meminta bantuan petugas yang ada di area Masjidil Haram dan terminal," ucapnya.
Berdasarkan data dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT), jemaah gelombang I yang telah tiba di Tanah Suci berjumlah 88.987 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 98,52% baru melaksanakan haji untuk pertama kali.
Mayoritas jemaah tersebut belum berhaji sebanyak 87.673 orang (98,52%). Bagi mereka, tahun ini merupakan kali pertama mereka berhaji, sementara jemaah yang telah berhaji hanya 1,48% atau 1.314 orang," kata Widi.
Dia menyampaikan jemaah gelombang I yang telah tiba di Tanah Suci bila dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin, didominasi jemaah perempuan sebanyak 49.210 orang (55,3%) dan laki-laki sebanyak 39.777 (44,7%).
"Dengan potret data jemaah gelombang I didominasi perempuan, kebijakan pemerintah memberikan proporsi petugas perempuan cukup banyak tahun ini dinilai sebagai langkah tepat sebagai bentuk afirmasi dan perlindungan jemaah," sambungnya. (Z-7)
Cuaca panas bikin tubuh lemas? Simak 9 asupan wajib untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak drop, mulai dari buah sitrun hingga yogurt. Cek selengkapnya!
Cuaca ekstrem meningkatkan kadar TNF-alpha serta mengubah jumlah sel darah putih, membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit.
“Adanya perubahan lahan, bangunan-bangunan semakin banyak sehingga menyebabkan panas yang lebih ekstrem,”
BMKG menyebut suhu panas yang sempat melanda sebagian wilayah Indonesia mulai menurun dibandingkan pekan sebelumnya.
Pada Oktober, posisi matahari berada hampir tepat di atas Pulau Jawa dan Bali, sehingga kedua wilayah ini menerima intensitas radiasi matahari yang lebih tinggi.
BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat meningkat di sebagian wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan, 21–27 Oktober 2025 meski cuaca panas masih terjadi
Daerah di Jawa Tengah berpotensi cuaca ekstrem, ungkap Farita Rachmawati, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk di berbagai wilayah Indonesia. sepekan ke depan.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
INTENSITAS bencana tanah longsor akibat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi di Kota Depok, Jawa Barat per Februari 2026 meningkat.
BERDASARKAN prakiraan cuaca Jawa Tengah hari ini 26 Februari 2026, cuaca ekstrem berpotensi di 18 daerah dan air laut pasang (rob) di perairan utara Jawa.
Bencana hidrometeorologi melanda negara bagian Minas Gerais, Brasil. Sedikitnya 32 orang tewas dan ribuan warga kehilangan tempat tinggal akibat curah hujan ekstrem.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved