Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT hari masih pagi, kader lingkungan Kampung Glintung Water Street, Kota Malang, Jawa Timur, membersihkan drainase dan mengepras ranting pohon yang bertengger di kabel listrik. Mereka adalah Siswoyo, Mariyono dan Amari. Sedangkan warga lainnya, yaitu Anwar, Gunawan dan Soleh sibuk merawat tanaman melon.
Siswanto, kader lingkungan, mengungkapkan Kampung Glintung sebelumnya terkenal langganan banjir. Namun, warga berupaya mencari cara mengatasi bencana saban tahun tersebut. Akhirnya, warga intens rundingan melibatkan RT 1 sampai RT 5 pada tahun 2016. Memang awalnya tidak semua warga tergerak.
"Ada yang pasif, tapi banyak yang peduli," tegas Siswanto membuka pembicaraan, Kamis (23/5).
Baca juga : Malang Dihantui Bencana Banjir
Selanjutnya warga lebih intens bertemu dalam musyawarah kampung. Semula disepakati membangun drainase untuk mengalirkan air hujan dalam program mengatasi banjir. "Dananya mandiri dari warga," katanya.
Inisiatif masyarakat itu lalu menarik minat Pemkot Malang turut membangun drainase berkapasitas lebih besar. Bagi warga, air hujan begitu berharga sehingga jangan terbuang percuma.
"Kami memanfaatkan drainase dengan sudetan sungai untuk memelihara ikan," imbuhnya.
Baca juga : Walhi: Banyak Bencana Terjadi Akibat Pembangunan yang Menyepelekan Aspek Lingkungan
Gayung bersambut, Universitas Brawijaya mendukung gerakan warga. Rumah pompa pun dibangun menyusul delapan sumur injeksi meresapkan air ke tanah. BPBD Kota Malang membantu alat pendeteksi banjir sehingga sirine berbunyi saat terjadi genangan. Kampus Universitas Merdeka Malang mendukung kincir air dan sel surya.
Persoalan banjir teratasi dalam waktu kurang dari 5 tahun. Bahkan, kampung berkembang menjadi objek wisata tematik edukasi.
Ketua RW 5 Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Ageng Wijayakusuma menambahkan warga mengembangkan sistem konservasi air. Di kampung seluas 5 hektare ini, partisipasi warga begitu aktif menerapkan tata kelola berbasis ramah lingkungan.
Baca juga : 15 Kambing Mati Terendam Banjir di Kota Malang
Air hujan dan air buangan dari rumah tangga dan tempat ibadah dimanfaatkan untuk perikanan, pertanian dan peternakan. Ada 4 sumber
mata air yang dijaga kelestariannya.
Setiap warga mengembangkan inovasi tanam buah dalam pot (tabula) dan budikdamber atau budi daya ikan dalam ember.
Sanitasi di kampung padat penduduk berpenghuni 860 jiwa ditata menerapkan sistem konservasi air dan biofil. Limbah rumah tangga dibuang melalui saluran perpipaan drainase dan gorong-gorong.
Baca juga : Hujan Intensitas Tinggi Munculkan Banjir di Kota Malang
"Sanitasi biofil ada 9 titik lalu digabung jadi 5 titik. Kapasitas setiap biofil menampung pembuangan limbah kelompok rumah tangga,"
ujarnya.
Pengelolaan persampahan menerapkan metode pemilahan. Duit hasil sampah untuk membangun kampung dan penanganan stunting atau tengkes.
"Hasil memilah sampah dalam setahun dapat Rp11 juta. Setidaknya selama 3 tahun ini segitu," tuturnya.
Warga juga menggarap urban farming menghasilkan cabai dan sayur mayur. Terbaru, panen buah melon.
"Kami baru saja panen buah melon, lumayan dapat 1,5 kuintal," ucapnya.
Adapun sistem perikanan memanfaatkan drainase di gang-gang sempit. Begitu masuk gang, di bawah jalan itu kolam ikan lele dan nila. Hasil
panen ikan untuk usaha UMKM bakso lele. Pertanian skala perkotaan juga menghasilkan bunga telang. Produk yang dijual berupa minuman Jalang alias jahe bunga telang.
Kampung penerima penghargaan kampung proklim utama nasional 2023 itu berhasil menerapkan praktik baik pengelolaan kampung berbasia ramah lingkungan. Kini, menyambut Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 bersama Kampung Budaya Polowijen.
Selama ini, wisatawan dan peneliti berbagai negara mengunjungi Glintung untuk studi. Pengunjung itu di antaranya dari Jepang, Kanada, Australia dan Thailand.
"Mereka ingin belajar dan sharing mengelola kampung. Ada juga yang penelitian lingkungan hidup," pungkasnya. (H-2)
Menurut dia, monorail dipilih karena tidak menimbulkan emisi dan minim gangguan terhadap habitat hewan.
Kepemimpinan transformasional kepala sekolah, budaya hijau sekolah, dan motivasi intrinsik siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku ramah lingkungan.
Produk UltraDex menghasilkan pembakaran lebih efisien sehingga menghasilkan performa mesin yang stabil.
Selain melakukan edukasi langsung di sekolah, sebelumnya para relawan juga telah melakukan kampanye melalui media sosial untuk melakukan mindful consumption.
Upaya mendorong gaya hidup ramah lingkungan melalui sektor ritel mulai diperkenalkan di Bali.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan pangan, inovasi edible packaging atau kemasan yang dapat dimakan mulai banyak digunakan di berbagai produk makanan. Mengutip
Langkah strategis ini menandai evolusi perusahaan dalam menghadirkan standar global kepatuhan, keamanan, dan tata kelola.
Dorongan agar dunia usaha menempatkan integritas sebagai prinsip utama dalam menjalankan operasional bisnis kembali ditegaskan melalui ajang Corporate Governance Perception Index 2025.
15 TPS3R di Karawang melayani lebih dari 6.900 rumah tangga dan menciptakan lapangan kerja baru.
PERHIMPUNAN Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) Plaza Asia mencatat prestasi signifikan dengan berhasil menyelamatkan dana sebesar Rp8,45 miliar selama masa bakti 2022-2025.
Selain itu, Dharma Jaya juga akan mengembangan olahan daging sehingga pilihan konsumsi protein hewani dapat lebih bervariasi.
Local Government Index diharapkan dapat melengkapi instrumen evaluasi yang sudah dijalankan oleh Kemendagri seperti EPPD.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved