Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH terus mendorong perkembangan koperasi yang bergerak di sektor riil terutama yang memiliki orientasi ekspor meski jumlahnya masih terbilang sedikit dibandingkan dengan banyaknya koperasi jenis simpan pinjam.
Hal ini disampaikan Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi Henra Saragih saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Kana, di Yogyakarta, Rabu (30/4). Koperasi Kana yang berbasis di Surabaya, Jawa Timur, ini bergerak dalam industri gula dengan fokus ekspor ke beberapa negara, seperti Hongkong, Thailand, dan Malaysia.
"Pemerintah tentu memberikan perhatian lebih kepada koperasi yang berorientasi ekspor. Selain menunjukkan koperasi dapat berkembang luas, ini juga berdampak positif bagi perekonomian masyarakat," ujarnya. Henra berharap Koperasi Kana dapat mempertahankan momentum positif dalam perkembangan usaha mereka sepanjang 2024.
"Peningkatan aset Koperasi Kana dari Rp20 miliar menjadi Rp102 miliar dalam waktu dua tahun menunjukkan pengelolaan koperasi ini sangat profesional. Saya juga melihat mayoritas audiens yang hadir adalah generasi milenial," tambahnya.
Henra juga berharap Koperasi Kana dapat berbagi pengalaman dalam tata kelola yang baik kepada Koperasi Desa Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Sementara itu, Ketua Koperasi Kana Jonathan Danang Wardhana menyatakan pertumbuhan aset koperasinya didorong perkembangan perdagangan gula internasional yang cukup baik, terutama semakin tingginya nilai dolar. "Dengan kebutuhan gula domestik yang mencapai 7 juta ton per tahun, tetapi hampir 5 juta ton di antaranya harus diimpor, peluang pasar semakin besar," ujar Danang.
Ia juga optimistis perdagangan gula terus berkembang seiring dengan meningkatnya konsumsi gula di dalam negeri. Melalui RAT yang berlangsung pada tahun kedua ini, Danang menekankan pentingnya sinergi antara pengurus, anggota, dan investor untuk memperkuat koperasi menuju tahun ketiga yang lebih baik.
Selain itu, dalam rapat tersebut dibahas soal pengembangan koperasi dengan berbagai target. Salah satunya, peningkatan kapasitas pabrik gula agar dapat menghasilkan produksi lebih besar dan manfaat lebih banyak bagi anggota.
Selain itu, pihaknya juga berencana menambah pabrik gula di Agam, Sumatera Barat, dan Banyuwangi, Jawa Timur, yang akan bergabung dengan dua pabrik yang sudah ada di Kediri, Jawa Timur.
"Peningkatan produksi gula ini juga didukung melalui kerja sama dengan UGM dalam riset selama satu tahun, yang hasilnya, dari yang biasanya menghasilkan 120 ton tebu per hektare, kini dapat mencapai 200 ton per hektare. Mereka membutuhkan sarana dan kami memberikan investasi berupa mesin untuk mendukung produksi," terang Danang.
Selain itu, evaluasi terhadap tim pemasaran juga jadi fokus agar lebih banyak anggota yang bergabung di tahun depan. Saat ini, Koperasi Kana memiliki cabang di tiga kota besar, yaitu Medan, Jakarta, dan Surabaya.
Danang juga menyatakan kesiapan Koperasi Kana untuk mendukung program pemerintah melalui Koperasi Merah Putih, terutama bagi petani tebu di sejumlah desa di Kediri.
"Kami saat ini masih menunggu petunjuk pelaksanaan dari Kementerian Koperasi. Namun, kami sudah melakukan diskusi dan pembicaraan dengan pihak kementerian," tutup Danang. (H-2)
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 kembali mencatatkan surplus signifikan.
Partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss, menandai dimulainya fase penguatan ekspor perusahaan mulai tahun ini.
Langkah strategis ini menandai evolusi perusahaan dalam menghadirkan standar global kepatuhan, keamanan, dan tata kelola.
Dorongan agar dunia usaha menempatkan integritas sebagai prinsip utama dalam menjalankan operasional bisnis kembali ditegaskan melalui ajang Corporate Governance Perception Index 2025.
15 TPS3R di Karawang melayani lebih dari 6.900 rumah tangga dan menciptakan lapangan kerja baru.
PERHIMPUNAN Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) Plaza Asia mencatat prestasi signifikan dengan berhasil menyelamatkan dana sebesar Rp8,45 miliar selama masa bakti 2022-2025.
Selain itu, Dharma Jaya juga akan mengembangan olahan daging sehingga pilihan konsumsi protein hewani dapat lebih bervariasi.
Local Government Index diharapkan dapat melengkapi instrumen evaluasi yang sudah dijalankan oleh Kemendagri seperti EPPD.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved