Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITI tuberkulosis dan akademisi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Ahmad Fuady mengatakan penderita tuberkulosis rentan mengalami gangguan kesehatan mental karena kerap dikucilkan oleh lingkungan mereka.
"Yang kena tuberkulosis, apalagi yang resistan obat, mereka masih mengalami mental health yang terganggu, gimana kerjaannya, gimana kalau ditinggal teman, dikeluarkan dari kerjaan, ditinggal pasangan. Mereka butuh support psikologis," kata Ahmad dalam konferensi pers Hari Tuberkulosis bersama Stop TB Partnership Indonesia (STPI) di Jakarta, Senin (25/3).
Ahmad mengatakan, dalam penelitian yang pernah ia lakukan di tujuh provinsi di Indonesia, sebanyak 61% orang mengalami stigmatisasi tuberkulosis, dan 31% di antara mereka mengalami depresi.
Baca juga : Tantangan Indonesia Emas 2045, Menciptakan Generasi Sehat Mental
Pengukuran tingkat depresi pasien tuberkulosis ada pada bagaimana stigmatisasi masyarakat yang dialamatkan pada pasien, adanya depresi atau kecemasan terhadap pekerjaan dan reaksi keluarga, dan bagaimana kualitas hidupnya setelah didiagnosa terkena tuberkulosis.
Ahmad mengatakan perlu adanya intervensi dari berbagai pihak baik pribadi maupun komunitas penyintas tuberkulosis agar bisa membangun sebuah sistem dukungan yang bisa menurunkan masalah kecemasan mereka.
"Yang sedang kami lakukan di dua provinsi, yaitu Depok dan Padang, kami ukur kalau ada pasien datang pertama kali terdiagnosis tuberkulosis, baik sensitif maupun kebal, ditanya ada nggak masalah mentalnya, kalau ada kita skrining dan diarahkan ke pertemuan kelompok," katanya.
Baca juga : Studi Kaukus Keswa: Pemilu 2024 Tingkatkan Risiko Kecemasan dan Depresi
Grup konseling dilakukan dengan memberikan ruang pada penderita tuberkulosis mengekspresikan keluh kesah mereka dan saling membantu satu sama lain karena memiliki kesamaan yang bisa dibagikan.
Konseling juga bisa dilakukan untuk keluarga yang kerap mengucilkan anggota keluarga lainnya yang terkena tuberkulosis, agar mereka tetap bisa diterima di lingkungan keluarga.
Dukungan juga bisa diwujudkan dari lingkungan pekerjaan dengan memberikan hak-hak bagi penderita tuberkulosis jika mereka pergi ke pusat kesehatan.
Ahmad mengatakan perusahaan sebaiknya tidak mengeluarkan karyawan karena tuberkulosis, diberikan keleluasaan untuk berobat, dan tidak dipotong gaji saat izin berobat setidaknya 2 bulan atau 2 minggu sampai pasien merasa lebih baik.
Bagi pekerja yang memiliki risiko terpapar silika di pekerjaannya, perusahaan diharapkan memberikan fasilitas skrining agar tuberkulosis bisa dicegah lebih awal. (Ant/Z-1)
Reisa Broto Asmoro & Ustaz Akri Patrio ingatkan batasan sharing di medsos saat Ramadan agar tidak merusak mental dan pahala. Simak tips bijak bermedsos di sini.
Tidur cukup bukan sekadar istirahat. Ini 7 manfaat tidur berkualitas bagi kesehatan tubuh dan mental.
Identifikasi trauma pada anak memerlukan kepekaan khusus karena mereka belum mampu mengomunikasikan perasaan mereka secara verbal.
Pelajari ciri-ciri stres fisik, psikologis, dan perilaku serta cara efektif menanggulanginya melalui koping proaktif, mindfulness, olahraga, dan intervensi sosial.
Menggabungkan pendekatan neurosains (neuroplastisitas) dengan strategi praktis menghadapi "AI Fatigue" yang menjadi tren kesehatan di tahun 2026.
Banyak orang, baik penyintas maupun relawan, cenderung mengabaikan kondisi mental mereka sendiri karena fokus utama tersita untuk menolong keluarga atau memenuhi kebutuhan dasar.
Uji klinis terbaru menunjukkan terapi bertenaga DMT, zat aktif dalam ayahuasca,memberikan efek antidepresan cepat dan bertahan hingga 6 bulan bagi pasien depresi berat.
Riset James Cook University mengungkap olahraga efektif mengurangi gejala depresi dan kecemasan. Temukan jenis latihan dan intensitas yang tepat untuk kesehatan mental.
Individu yang menggunakan chatbot AI setiap hari memiliki risiko sekitar 30% lebih tinggi mengalami depresi tingkat sedang atau lebih berat.
Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain di jagat maya menjadi pemicu utama kecemasan masyarakat saat ini.
Sifatnya yang non-invasif, tanpa obat, tanpa efek ketergantungan, dan tanpa downtime menjadi keunggulan terbesar Exomind.
Kepemilikan ponsel pintar pada remaja awal dikaitkan dengan faktor risiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved