Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Meskipun dalam senyap, banyak masyarakat yang peduli terhadap keberlangsungan hidup satwa liar. Bahkan, tidak sedikit yang menyerahkan jiwa dan raga untuk itu. Salah satunya ialah pegiat konservasi Erni Suyanti.
Ketua Forum HarimauKita itu telah menggeluti dunia konservasi, khususnya di bidang satwa liar, sejak 1999. Saat itu, ia masih berkuliah di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Ia menjadi anggota salah satu LSM di Jawa Timur, Konservasi Satwa Bagi Kehidupan (KSBK), yang kini berganti naman jadi ProFauna Indonesia.
“Awalnya saya suka menonton film dokumenter seperti National Geographic, Animal Planet dan acara telivisi tentang rescue satwa liar. Saya juga tertarik dengan kisah film Born Free. Semula saya ingin berkuliah di Teknik Arsitektur, berubah pikiran ke Kedokteran Hewan,” kata Erni kepada Media Indonesia, Senin (18/3).
Baca juga : Harimau Sumatra yang Serang Warga Langkat Ditangkap Petugas Gabungan
Sejak saat itu, berbagai hal di bidang konservasi satwa liar pun digelutinya hingga hari ini. Mulai di Pusat Penyelamatan Satwa Petungsewu, Malang Jawa Timur, kemudian di Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu, dan pernah juga bekerja membantu Stasiun Rehabilitasi Orangutan Sumatera-Frankfurt Zoological Society, dan saat ini bekerja di Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Lampung selain sebagai Ketua Forum HarimauKita.
Menurutnya, ada banyak hal yang menjadi alasan untuk mencintai pekerjaannya. Pertama, bisa membantu menyelamatkan satwa liar khususnya yang memiliki status konservasi kritis seperti harimau sumatra, gajah sumatra dan orangutan sumatra. Ketiganya menjadi korban konfik dengan manusia.
"Bisa memberi kesempatan kedua bagi makhluk itu untuk kembali ke habitat alam merupakan perasaan yang paling membahagiakan," tuturnya.
Kedua, ia mengaku bekerja sebagai dokter satwa liar untuk bisa menyalurkan hobi melakukan kegiatan petualangan di alam bebas.
"Seperti saat saya masuk anggota organisasi pecinta alam. Setiap pekerjaan yang saya jalani selalu penuh tantangan dan petualangan. Masih banyak lagi kesan menarik lainnya,” tandasnya.
Di saat Kemenhut giat menggalang dukungan internasional untuk konservasi gajah melalui inisiatif PECI, seekor gajah jantan produktif justru ditemukan mati terpenggal.
Seekor gajah jantan dewasa berusia sekitar 40 tahun ditemukan mati mengenaskan dengan kondisi kepala terpotong di area konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP), Pelalawan, Riau.
Penurunan drastis populasi gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) yang kini berada pada titik kritis di tahun 2026, ternyata berdampak langsung pada ketahanan pangan warga.
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari Kementerian Kehutanan, jumlah populasi gajah sumatra di Pulau Sumatra kini hanya tersisa sekitar 1.100 ekor.
WALHI Riau mengecam keras kematian seekor gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan di areal konsesi PT RAPP, Pelalawan.
Kementerian Kehutanan memanggil jajaran direksi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) untuk dimintai keterangan terkait kematian seekor gajah sumatra.
DM ditangkap saat tengah mengolah kayu menggunakan mesin chainsaw di Resort Air Sawan, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, pada 21 Januari 2026.
Proyek percontohan pertama untuk memobilisasi sumber pembiayaan baru ke dalam sistem taman nasional, dilakukan di Taman Nasional Way Kambas, Provinsi Lampung, Sumatra
Tim Gabungan Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan bersama Balai Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS), TNI, Polri, dan pemerintah daerah memusnahkan kebun kelapa sawit ilegal.
PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mengambil langkah menyikapi isu aktivitas penambangan di kawasan lereng Gunung Slamet yang sempat viral di media sosial.
Kerusakan hutan di TNGHS, selain menyebabkan populasi tiga satwa tersebut berkurang juga flora endemik lainnya, seperti anggrek, puspa, saninten, dan rasamala juga terancam langka.
Penertiban kawasan hutan di TN Tesso Nilo merupakan bagian upaya penguasaan kembali kawasan hutan oleh negara sesuai mandat Perpres 5/2025
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved