Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
HARI Peringatan Sampah Nasional (HPSN) 2024 mengangkat tema Atasi Sampah Plastik dengan Cara Produktif. Hal itu merupakan salah satu komitmen Indonesia untuk menangani sampah plastik yang kini tengah menjadi sorotan dunia.
Dikatakan Direktur Jenderal PSLB3 Rosa Vivien Ratnawati, United Nations Environment Programme (UNEP) menyatakan jumlah sampah plastik yang masuk ke ekosistem akuatik dapat meningkat hampir tiga kali lipat pada tahun 2040 apabila tidak ada upaya untuk mencegah polusi plastik.
Jumlah polusi plastik sekitar 9-14 juta ton pada 2016 berpotensi menjadi 23-27 juta ton pada 2040.
Baca juga : 5 Fakta Hari Peduli Sampah Nasional 2024, Tema dan Jadwal Kegiatan
Di Indonesia sendiri, sampah plastik menjadi kelompok sampah nomor dua terbesar yang dihasilkan setiap tahunnya, yakni 18,9% di bawah sampah sisa makanan yang mencapai angka 44,1%.
Ancaman polusi plastik tersebut menjadi perhatian global dengan disepakatinya United Nations Environment Assembly (UNEA) Resolution 5/14 End plastic pollution: Towards Internasional Legally Binding Instrument.
Resolusi 5/14 memberi mandat kepada UNEP Executive Director untuk melaksanakan Intergovernmental Negotiating Committee (INC) guna menyusun international legally binding instrument (ILBI) on plastic pollution, including in the marine environment.
Baca juga : KLHK: Kemasan Guna Ulang Kurangi Sampah Plastik
Hal itu jelas akan memperkuat komitmen negara-negara lewat perjanjian berkekuatan hukum tetap untuk mengendalikan polusi plastik yang kini telah meresahkan masyarakat.
“Masyarakat sudah resah karena sampah bisa masuk laut, kemudian diimpor dan diekspor lewat laut. Dan negoasiasi ILBI ini sudah berlangsung tiga kali, di Uruguay, Paris, Naerobi dan kemudian nanti di Kanda pada April 2024. Diharapkan pertemuan-pertemuan ini menuju plastic pollution convention bisa dilakukan,” kata Vivien dalam acara HPSN 2024, Rabu (21/2).
Vivien mengakui, dari negosiasi yang telah berjalan, tidak mudah untuk mengerucut pada satu kesepakatan bersama, karena masing-masing negara memiliki kepentingannya sendiri.
Baca juga : KLHK: Sampah Alat Peraga Kampanye Pemilu 2024 Diprediksi 392 Ribu Ton
Misalnya saja negara penghasil migas tidak ingin virgin plastic benar-benar dihilangkan. Namun, rencana adanya kesepakatan itu, dikatakan Vivien, bisa menjadi salah satu kunci untuk pengendalian sampah plastik di dunia.
“Di Kanada nanti kita harapkan ada zero draft dan di 2025 diharapkan jadi perjanjian internasional berkekuatan hukum tetap untuk pengendalian plastik,” ucap dia.
Dalam sebuah penelitian yang dipublish di Jurnal Nature, peneliti asal Universitas Milano, Veronica Nava beserta rekannya melakukan penelitian di danau dan waduk air tawar di 23 negara.
Baca juga : KLHK: Alat Peraga Kampanye Tidak Boleh Dibuang Ke TPA
Hasilnya, area-area perairan tersebut terbukti telah terkontaminasi oleh plastik. Studi lainnya menyatakan bahwa sampah mikroplastik pun telah mencemari terumbu karang di Samudra Pasifik, Atlantik dan Samudra Hindia, dari kedalaman 30 sampai 150 meter.
Menurut Nova, hal itu jelas membuktikan bahwa perlu aksi nyata untuk mengendalikan produksi plastik, daur ulang serta pembuangan. Melalui inisiatif UN untuk membuat perjanjian atas pengendalian sampah plastik, ia menekankan pentingnya pengukurang yang akurat dalam setiap perjanjian yang bermakna.
“Pentingnya pengukuran yang akurat dalam setiap perjanjian. Perlu menetapkan standar atau sistem untuk mengukur polusi plastik. Itu sangat penting,” ungkap Nava. (Z-4)
Masalah terbesar Kota Bandung saat ini adalah sampah. Setiap hari ada sekitar 1.500 ton timbulan sampah baru. Ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja.
Arsyid juga mengimbau pihak RW dan RT pro aktif turut atasi masalah sampah.
Menteri KLH/BPLH Hanif Faisol Nurofiq menginstruksikan penghentian segera operasional insinerator di Kota Bandung yang melampaui baku mutu emisi udara.
Penggunaan insinerator mini tidak dibenarkan.
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung terus mempercepat upaya pengelolaan sampah dengan tetap memperhatikan norma-norma lingkungan.
Teba Sampah Organik, yang juga dikenal sebagai Teba Modern, merupakan sistem inovatif pengolahan sampah organik di tingkat rumah tangga.
Memakai galon guna ulang bisa mengurangi sampah kemasan sekali pakai hingga 316 ton setiap tahun.
ANAK-anak muda Tanah Air berhasil menoreh prestasi dengan menciptakan karya seni yang memanfaatkan sampah platik. Beautiful Raja Ampat karya Dwi Siti Qurrotu Aini dari ITB
Pameran internasional terbesar untuk sektor mesin, material, dan teknologi pengolahan plastik serta karet, Plastics & Rubber Indonesia, akan kembali hadir pada 19–22 November 2025.
Pemerintah terus mendorong penggunaan sustainable material di sektor industri, salah satunya melalui pengembangan bioplastik.
Berdasarkan data SIPSN tahun 2024, timbulan sampah di 318 kabupaten/kota mencapai 34,1 juta ton per tahun, dengan 67,42% atau sekitar 23 juta ton belum terkelola dengan baik.
Ada sekitar 56 produk yang dibawa Greenhope ke World Expo 2025 Osaka. Produk-produk tersebut berupa bioplastik dan biodegradable additive.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved