Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Galon Guna Ulang PET: Solusi Strategis Tekan Sampah Plastik dan Emisi Karbon

Basuki Eka Purnama
30/12/2025 10:17
Galon Guna Ulang PET: Solusi Strategis Tekan Sampah Plastik dan Emisi Karbon
Ilustrasi(MI/HO)

INDONESIA tengah menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah. Data terbaru dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) 2024 menunjukkan, total timbulan sampah nasional mencapai 34,63 juta ton. 

Dari angka tersebut, 9,9 juta ton di antaranya merupakan sampah plastik yang membebani Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan merusak ekosistem.

Di tengah situasi ini, penggunaan galon guna ulang berbahan PET dinilai sebagai langkah konkret dalam mendukung ekonomi sirkular. Strategi yang dijalankan oleh Aqua ini terbukti jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan penggunaan galon sekali pakai yang langsung dibuang setelah isinya habis.

Dampak Nyata terhadap Lingkungan

Kepala Klaster Kajian Pembangunan Berkelanjutan Daya Makara Universitas Indonesia (DMUI), Bisuk Abraham Sisungkunon, mengungkapkan bahwa inovasi ini memberikan dampak signifikan secara volume.

"Memakai galon guna ulang bisa mengurangi sampah kemasan sekali pakai hingga 316 ton setiap tahun," ujar Bisuk.

Riset dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat (LPEM) FEB UI memperkuat pernyataan tersebut. 

Tanpa adanya sistem galon guna ulang, 7 dari 10 konsumen diprediksi akan beralih ke kemasan sekali pakai. Kondisi ini berpotensi meningkatkan timbulan sampah plastik hingga 770.000 ton per tahun.

"Akibatnya, emisi sampah plastik akan bertambah hingga 1.655.500 ton per tahun," tambah peneliti ekonomi lingkungan LPEM UI tersebut.

Implementasi Ekonomi Sirkular

Berbeda dengan galon sekali pakai yang memperpendek siklus hidup plastik, galon guna ulang dirancang untuk penggunaan jangka panjang. Langkah ini sejalan dengan prinsip 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace, dan Replant). 

Bisuk menjelaskan bahwa penggunaan galon ini tidak hanya mengurangi sampah di hilir, tetapi juga menekan jejak karbon sejak dari hulu karena efisiensi sumber daya dan logistik.

"Memakai galon guna ulang membantu mengurangi timbunan sampah plastik yang saat ini masih banyak tidak tertangani secara berkelanjutan. Sampah kerap dibakar, dikubur, dibuang ke air ataupun dibuang langsung ke tanah," katanya.

Pihak otoritas, dalam hal ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), juga telah memastikan bahwa fungsi dan keamanan galon guna ulang PET tetap terjaga bagi konsumen.

Komitmen Industri dan Target Nasional

Sustainable Development Director Danone Indonesia, Karyanto Wibowo, menyatakan bahwa perusahaan secara konsisten mendukung target pemerintah untuk mengurangi sampah plastik sebesar 30% pada 2025.

"Dalam mengurangi kebocoran sampah plastik di laut, perusahaan secara konsisten mengimplementasikan pendekatan bisnis yang komprehensif dengan tiga fokus utama yaitu, pengembangan infrastruktur pengumpulan sampah plastik, edukasi bagi konsumen, dan inovasi atas kemasan," jelas Karyanto.

Model bisnis guna ulang ini terbukti tidak hanya meminimalisir dampak lingkungan tetapi juga memberikan efisiensi dalam penggunaan air dan bahan baku plastik. Manfaat ini pun dirasakan langsung oleh masyarakat. Yustinus, seorang konsumen asal Depok, mengaku lebih memilih galon guna ulang PET karena aspek keberlanjutannya.

"Galon bening sangat bagus dan ramah lingkungan jadi tidak nyampah. Keluarga di rumah kami senang dengan adanya galon bening ini karena isinya jadi terlihat lebih jernih," pungkasnya. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik