Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
Seseorang tidak disarankan berbagi gunting kuku dengan orang lain bahkan dengan pasangan atau anggota keluarga. American Academy of Dermatology (AAD) mengungkapkan berbagi gunting kuku dapat menularkan infeksi yang ada pada kuku atau kulit di sekitarnya, termasuk jamur kuku, kurap, dan penyakit kutu air.
"Sistem kekebalan yang sehat memang dapat melindungi Anda dari potensi infeksi. Tetapi tetap ada risiko jika Anda menggunakan alat yang terkontaminasi," kata asisten profesor dermatologi di Weill Cornell Medical College, New York City, Brendan Camp, MD seperti disiarkan Livestrong pekan lalu.
Berdasarkan ulasan di Journal of Fungi, jika salah satu pengguna gunting kuku di rumah mengalami infeksi kuku atau kulit, kemungkinan penularannya ke orang lain yang menggunakan alat pemotong tersebut hampir 50%.
Baca juga: Sakit Tenggorokan tapi Ogah Minum Obat? Simak Tips Ini
Camp mengatakan bakteri atau jamur lebih mungkin menyebabkan infeksi jika seseorang memiliki luka terbuka di sekitar kuku. Penyakit diabetes atau kondisi yang melemahkan sistem kekebalan tubuh juga membuat seseorang lebih rentan.
Jenis infeksi yang disebarkan oleh gunting kuku biasanya tidak serius kecuali seseorang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Baca juga: Dokter Pastikan Tes Tusuk Glukometer bukan untuk Diagnosis Diabetes
Namun masalah seperti kutu air dan kurap bisa terasa gatal dan tidak nyaman, lalu infeksi jamur dapat membuat kuku jari tangan atau kaki kering, rapuh, berubah warna atau berbau dan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk sembuh.
Kalaupun ingin berbagi gunting kuku, seseorang harus terlebih dulu membersihkannya sebelum pemakaian, bisa mencucinya menggunakan sabun dan air, lalu menyekanya dengan alkohol. (Ant/Z-11)
Untuk menghindarinya, lebih baik jangan menggaruk kulit yang terkena kutu air agar tidak menyebarkan jamur. Jika gejala tidak membaik dalam 2 minggu atau terjadi infeksi parah
Kutu air biasanya berkembang di area yang lembap dan hangat, seperti di kaki yang sering terbungkus sepatu atau kaus kaki, serta di tempat umum seperti kamar mandi atau kolam renang.
Penyakit ini sering menyerang kulit di sela-sela jari kaki, namun bisa juga terjadi di area lain seperti telapak kaki dan area tubuh lainnya seperti jari tangan.
Kutu air dinilai lebih aman dikonsumsi ikan hias dibanding pakan pabrikan, karena masih fresh (pakan hidup) dan juga lebih menyehatkan.
Kutu air berisiko tinggi dialami oleh orang yang kurang menjaga kebersihan kaki, jarang mengganti kaus kaki, dan sering menggunakan sarana publik.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Dokter spesialis anak Leonirma Tengguna mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan anak-anak ketika bersilaturahmi pada momen Idul Fitri.
Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Measles atau campak saat melakukan kegiatan silaturahmi pada perayaan Idul Fitri.
Munculnya bintik atau bercak merah pada kulit sering membuat orang tua khawatir, terutama jika terjadi pada anak-anak. Kondisi ini bisa disebabkan oleh sejumlah penyakit yang berbeda.
Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan menyentuh balita untuk mencegah terjadinya penularan campak.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyayangkan influencer Ruce Nuenda yang keluyuran atau beraktivitas di ruang publik saat sakit campak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved