Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH menegaskan bahwa bantuan kepada korban Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) atau anak penderita gagal ginjal akut saat ini tinggal menunggu waktu saja untuk disalurkan.
Kepala Biro Humas Kementerian Sosial Supomo mengatakan bahwa saat ini, posisi anggaran bantuan tersebut masih berada di Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) dan tinggal menunggu untuk masuk ke Kemensos.
“Saat ini sudah selesai penelaahan DJA (Direktorat Jenderal Anggara Kementerian Keuangan) namun masih menunggu penetapan untuk masuk dalam DIPA (Daftar Isian Pelaksana Anggaran) Kemensos,” ungkapnya kepada Media Indonesia, Minggu (19/11).
Baca juga:
> Vonis 2 Tahun Kasus Gagal Ginjal Akut Anak Dinilai Tak Adil
> Kasus Gagal Ginjal Akut, Terdakwa PT Afi Farma Ajukan Pembelaan
Lebih lanjut, terkait dengan penyaluran oleh Kemensos, Supomo menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah menunggu anggaran tersebut masuk ke DIPA Kemensos agar selanjutnya dapat disalurkan kepada para korban.
Sebelumnya, dalam Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI, Kemensos berencana memberikan bantuan dengan total anggaran sebanyak Rp19,22 miliar.
Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan bahwa bantuan bagi penderita ginjal akut akan diberikan kepada 326 orang, dengan rincian 204 orang meninggal dan 122 orang yang sembuh.
Bantuan untuk yang meninggal akan diberikan kepada ahli waris dengan nilai Rp50 juta, sedangkan yang sembuh akan menerima bantuan sejumlah Rp60 juta.
"Ini yang sembuh masih perawatan. Jadi kami minta tambahan sehingga lebih besar dari yang meninggal," tandas Risma. (Z-6)
Kemensos mengirimkan Tim Asesmen khusus ke Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memverifikasi status sosial ekonomi keluarga YBS.
Kementerian Sosial (Kemensos) mengirim Tim Asesmen ke Ngada, NTT, untuk mendalami kondisi keluarga YBS, anak SD yang bunuh diri beberapa waktu lalu.
Kemensos menonaktifkan 13,5 juta peserta BPJS Kesehatan dari segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) sepanjang 2025.
Peserta JKN yang dinonaktifkan tersebut bisa mengaktifkan kembali status kepesertaan JKN-nya jika yang bersangkutan memenuhi beberapa kriteria.
Persoalan keterbatasan kapasitas, terutama pada Sekolah Rakyat yang belum memiliki gedung sendiri dan masih memanfaatkan sentra atau balai milik Kementerian Sosial.
Abidin mendorong adanya koordinasi cepat antara Kementerian Sosial dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk mempercepat pembangunan fisik sekolah di tingkat kabupaten.
Bantuan disalurkan untuk masyarakat terdampak bencana tanah bergerak di Desa Kajen dan Padasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
GERAKAN Pemuda Ansor (GP Ansor) menyalurkan sejumlah paket bantuan seperti selimut, sandal jepit, kebutuhan alat mandi hingga obat-obatan pada korban bencana longsor di Pemalang.
Menyikapi kondisi tersebut, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang menyalurkan bantuan logistik sebagai bentuk kepedulian.
Total nilai bantuan sebesar Rp295.499.850 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved