Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA perusahaan, perusahaan biofarmasi PT Glaxo Wellcome Indonesia (GSK Indonesia) dan perusahaan bidang kesehatan PT Prodia Widyahusada Tbk (Prodia) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Jakarta, Kamis (26/10).
Penandatanganan MoU sebagai wujud komitmen bersama untuk memaksimalkan jangkauan ketersediaan akses vaksinasi bagi masyarakat Indonesia.
Dengan menyatukan skala dan keahlian dari kedua perusahaan, kemitraan strategis ini diharapkan akan memperluas akses masyarakat di semua rentang usia terhadap vaksinasi.
Baca juga: GSK Raup Untung dari Vaksin dan Obat HIV
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) ini dilaksanakan di Auditorium Prodia, Jakarta dan dihadiri Manish Munot selaku President Director & General Manager GSK Indonesia, Indriyanti Rafi Sukmawati selaku Business & Marketing Director Prodia, Dr. dr. Sukamto Koesnoe, SpPD, K-AI, FINASIM selaku Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia), serta segenap jajaran manajemen kedua belah pihak.
President Director & General Manager GSK Indonesia, Manish Munot mengatakan, “GSK memiliki portofolio vaksin terluas di industri farmasi, memberikan lebih dari 1,5 juta dosis vaksin setiap harinya untuk melindungi masyarakat sejak lahir hingga dewasa."
"Sejalan dengan komitmen tersebut, GSK Indonesia senantiasa berupaya untuk memperluas kemitraan dalam membangun akses terhadap pencegahan penyakit yang dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat. Kolaborasi bersama Prodia ini merupakan upaya bersama dalam memperluas akses vaksin," jelas Munot.
Baca juga: Takeda dan Good Doctor Kolaborasi Perluas Layanan Vaksinasi DBD
"Khususnya melalui kampanye peningkatan kesadaran akan pentingnya pencegahan penyakit melalui vaksinasi di semua rentang usia,” tambah Munot.
Edukasi bagi Tenaga Kesehatan dan Masyarakat
Sementara itu, Direktur Market Access, Communication and Government Affairs GSK Indonesia, Reswita Gisriani, mengatakan, “Kemitraan strategis ini mencakup program edukasi bagi tenaga kesehatan, kampanye edukasi masyarakat, serta program keterjangkauan akses vaksinasi."
"Kemitraan ini sejalan dengan fokus kami untuk memastikan keterjangkauan dan kemudahan akses vaksinasi bagi masyarakat terhadap penyakit-penyakit seperti influenza, hepatitis, pertusis dan lainnya.” jelas Reswita.
Baca juga: 500 Orang di DKI akan Mendapat Vaksinasi Cacar Monyet
Business & Marketing Director PT Prodia Widyahusada Tbk, Indriyanti Rafi Sukmawati mengatakan, “Prodia menyambut positif kolaborasi yang dilakukan antara Prodia dengan GSK Indonesia."
"Kami yakin GSK Indonesia dapat turut mendukung misi bersama dalam memberikan dampak yang berkelanjutan terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia," jelas Indriyanti.
"Vaksinasi yang merupakan salah satu upaya dalam mencegah terjadinya penyakit tentunya selaras dengan misi Prodia yang secara konsisten berfokus membangun paradigma sehat di masyarakat," ucapnya.
Direktur PT Prodia Digital Indonesia, Rudy Cahyadi menambahkan, “Untuk memberikan kemudahan akses vaksinasi, masyarakat bisa mengunjungi 80 laboratorium klinik Prodia yang tersebar di seluruh Indonesia atau bisa juga melalui layanan digital yang tersedia di U by Prodia.”
Cakupan Vaksinasi Orang Dewasa Kurang Optimal
Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia) Dr. dr. Sukamto Koesnoe, SpPD, K-AI, FINASIM mengungkapkan,“Vaksinasi berperan penting pada kesehatan masyarakat dalam mengurangi beban penyakit menular secara keseluruhan."
Baca juga: Prodia Gelar Seminar Nasional, Suarakan Gangguan Mental Picu Obesitas
"Cakupan vaksinasi pada orang dewasa masih kurang optimal. Untuk itu, kita perlu fokus pada pentingnya perluasan akses vaksin bagi setiap orang baik anak-anak maupun dewasa sesuai dengan jadwal imunisasi yang awal," teranngnya.
"Untuk itu, saya sangat mengapresiasi inisiatif kolaborasi yang dilakukan GSK Indonesia dan Prodia untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi dan juga perluasan akses vaksin di semua usia.” ujar dr.Sukamto.
Saat ini, telah tersedia beragam vaksin yang efektif untuk mencegah penyakit infeksi. Sebagaimana di Prodia telah menyediakan dan turut memperluas pelayanan akses vaksin Vaksinasi melalui 80 klinik yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia.
Vaksinasi telah berhasil mengurangi angka kematian sekitar 3,5 hingga 5 juta jiwa setiap tahun akibat penyakit-penyakit seperti difteri, tetanus, pertusis dan influenza.
Diperkirakan pada tahun 2020 hingga 2023, vaksinasi dapat menyelamatkan lebih dari 32 juta jiwa di dunia.
"Oleh karena itu, sangat penting untuk masyarakat secara bersama dengan berbagai pihak, meningkatkan peranan dan kesadaran dalam melakukan vaksinasi secara berkala untuk orang dewasa, seperti Influenza, Hepatitis A, Hepatitis B, Tetanus, Difteri, Pertusis dan lainnya” tambah dr. Sukamto.
Direktur Medical Vaksin GSK Indonesia, dr. Deliana Permatasari menambahkan “Tenaga medis berperan besar dalam meningkatkan laju vaksinasi."
"Untuk itu dalam kemitraan ini, GSK bersama Prodia juga akan bekerjasama dalam memperkuat program pelatihan bagi tenaga medis dan staff Prodia untuk mendapatkan pengetahuan medis terkait vaksinasi yang terkini,” tutur dr.Deliana. (Nik/S-4)
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua warga negara asing (WNA) berinisial TK dan MK yang diduga kuat merupakan bagian dari jaringan narkotika internasional.
DATA Kementerian Kesehatan mencatat estimasi lebih dari 2,5 juta penduduk Indonesia hidup dengan kondisi autoimun.
Alvalab kini menjadi rujukan berbagai sektor industri berkat kelengkapan peralatan analitik dan kesesuaian metodologi yang terus diperbarui.
Gakeslab Indonesia menekankan pentingnya komitmen pemerintah dalam membangun dan memperkuat industri alat kesehatan (alkes) nasional.
PAKAR hukum narkotika, Slamet Pribadi mengatakan pemberantasan narkoba belum menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Kepala Balai Labkesmas Makassar, Rustam, menegaskan komitmen tinggi pihaknya untuk berpartisipasi aktif dalam pembenahan program MBG.
Gejala seperti mudah lupa, sulit fokus, atau brain fog sering dianggap remeh, padahal bisa menjadi tanda awal penurunan fungsi kognitif.
Acara serupa akan digelar di tujuh kota lainnya hingga akhir 2025, yakni Palembang, Jakarta, Solo, Bandung, Semarang, Malang, dan Denpasar.
Nutrisi berperan vital dalam membentuk jaringan tubuh, menghasilkan energi, hingga menjaga fungsi tubuh tetap optimal
Kelima anggota Polri itu terlibat dalam kasus pemerasan terhadap tersangka pembunuhan dan pemerkosaan oleh anak bos Prodia Arif Nugroho dan Muhammad Bayu Hartoyo.
Akuntabilitas dan transparansi disebut penting dalam proses penanganan peristiwa yang melibatkan anggota
ANGGOTA Komisi III DPR RI Rudianto Lallo meminta pimpinan Polri tak melindungi anak buahnya yang terseret kasus dugaan pemerasan terhadap keluarga pelaku tindak pidana.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved