Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ngabila Salama mengatakan untuk mencegah terjadinya penyebaran virus cacar monyet atau Monkeypox (Mpox), akan dilakukan vaksinasi terhadap 500 orang di DKI Jakarta.
"Vaksinasi mulai dilakukan untuk 500 orang kelompok berisiko di Jakarta selama seminggu ke depan. Diberikan 1 orang 2 dosis, selang 4 minggu karena saat ini stok vaksin Mpox di Indonesia ada 1.000 dosis untuk 500 orang," kata Ngabila, Sabtu (21/10).
Selain itu sosialisasi dan edukasi masif juga dilakukan dengan cara pola hidup bersih dan sehat pakai masker, cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, kemudian hindari kontak kulit dan luka. Berhubungan seksual yang aman, sehat, bersih, serta hindari hubungan seksual jika sedang sakit atau bergejala.
Baca juga: Kemenkes Masih Lakukan Surveilans Kasus Cacar Monyet di Jakarta
"Setiap kontak erat dipantau gejalanya setiap hari oleh Puskesmas kecamatan, jika bergejala dilakukan pemeriksaan lab," ujarnya.
Sebelumnya Dinas Kesehatan DKI Jakarta deteksi dini dilakukan dan segera untuk diobati. Merespon penemuan kasus aktif sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) peningkatan kewaspadaan cacar monyet dan pedoman Mpox.
Baca juga: Kasus Ke-3 Cacar Monyet Ditemukan, Semuanya di Jakarta
Saat ini dilaporkan 3 kasus positif cacar monyet di DKI Jakarta.
"Penemuan kasus aktif tidak hanya pada kontak erat kasus tapi juga suspek yang bergejala yang datang ke fasilitas kesehatan segera diperiksakan PCR jika memenuhi kriteria suspek atau terduga," ujar Ngabila.
Jika positif, maka segera dilakukan PCR dan pemeriksaan lanjutan whole genome sequencing. Tingkat kematian (case fatality rate/CFR) sekitar 1 persen dari 100 kasus positif bisa 1 meninggal mayoritas karena infeksi sekunder dan kondisi imunitas rendah pada kelompok berisiko antara lain ibu hamil, ibu menyusui, anak, hingga lansia.
(Z-9)
Monkeypox adalah penyakit yang semakin menarik perhatian dunia, terutama setelah beberapa kasus dilaporkan di berbagai negara.
Penyakit mpox, yang sebelumnya dikenal sebagai monkeypox virus, telah menjadi perhatian global karena penyebarannya yang cepat melalui kontak fisik.
ANGGOTA Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan kondisi kesehatan anak-anak agar mereka tidak terkena penyakit cacar monyet atau MonkeyPox (mpox).
Kasus-kasus tersebut ditemukan di Ciracas, Grogol Petamburan, Jatinegara, Kebon Jeruk, Matraman, Pasar Minggu, Tanah Abang, dan Tanjung Priok.
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut program vaksinasi cacar yang dilakukan pemerintah dulu bisa memberikan proteksi dari virus mpox. Sehingga memberikan proteksi seumur hidup.
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI Tjandra Yoga Aditama mendorong pemerintah agar melakukan tindakan maksimal yang tepat untuk mencegah penyakit mpox merebak.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved