Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG anak dan keluarga Lembaga Psikolog Terapan Universitas Indonesia (LPT UI) Irma Gustiana Andriani mengatakan anak yang terlalu sering atau kecanduan menggunakan gawai berisiko mengalami gangguan mental.
"Anak yang terlalu sering terpaku dengan gawai, menurut penelitian, berpotensi mengalami kecemasan, depresi tingkat awal, perasaan tidak berdaya, hingga gangguan mental narsistik," jelas Irma, dikutip Selasa (26/9).
Irma menyebut risiko gangguan mental tersebut dapat muncul apabila mereka terus-menerus bermain dengan gawai tanpa diimbangi aktifitas fisik dan kurang bermain interaktif secara langsung.
Baca juga: Ini Manfaat Bermain Susun Balok Bagi Tumbuh Kembang Anak
Aktifitas pasif yang melibatkan anak terhubung dengan alat teknologi canggih, menurut Irma, dapat menyebabkan anak kurang terlibat dengan dunia luar, bahkan juga berisiko kesulitan mengekspresikan perasaan mereka.
Anak generasi Z dan Alpha memang telah hidup di era kemajuan teknologi yang canggih, sehingga, orangtua juga tidak bisa semerta-merta memisahkan mereka dari itu.
Meski demikian, Irma menjelaskan teknologi sebetulnya memiliki banyak kebaikan dan manfaat bagi semua umat, termasuk anak-anak. Namun, penggunaan yang salah dan kurangnya pengawasan orangtua akan membuatnya menjadi buruk.
Baca juga: Tips Membangun Hobi Anak melalui Permainan
"Teknologi sebetulnya banyak sekali manfaatnya. Namun, bila orangtua tidak mengantisipasi, kemungkinan buruknya juga banyak," kata dia.
Hal ini pun senada dengan penelitian Boston College dari profesor psikologi Amerika Serikat (AS) Peter Gray, yang menyebut sesi 'bermain' anak di tahun-tahun awal dan selama sekolah dasar hingga menengah, memiliki dampak yang besar bagi tumbuh kembang mereka.
Dampak dari ponsel pintar dan media sosial adalah terbesar. Namun, ada beberapa cara yang bisa orangtua lakukan, di antaranya seperti mengenalkan anak akan pentingnya alam, hingga mengembangkan rasa perwujudan dan mendorong kemandirian setiap anak melalui pola pikir berkembang. (Ant/Z-1)
TB pada anak bukan sekadar batuk biasa, melainkan ancaman terhadap masa depan mereka.
Edukasi seksual ini merupakan langkah preventif utama untuk mencegah penyimpangan seksual pada anak di masa depan.
Gangguan hormon yang tidak ditangani sejak dini dapat menghambat perkembangan organ reproduksi secara optimal.
Proses grooming biasanya dimulai dengan upaya halus untuk menumbuhkan rasa percaya.
Child grooming adalah proses manipulatif ketika pelaku, biasanya orang dewasa, membangun hubungan emosional dengan seorang anak.
Child grooming adalah proses sistematis untuk mempersiapkan anak menjadi korban pelecehan.
TREN warna personal (personal color) semakin populer di kalangan gen Z sebagai cara mengekspresikan gaya. Kini preferensi warna tersebut juga bisa diterapkan pada gadget (gawai).
Meski waktu ideal bermain gawai untuk kebutuhan hiburan maksimal dua jam per hari, kenyataannya banyak anak dan remaja tetap mencari celah untuk melanggarnya.
Hands-on play melatih kemampuan memecahkan masalah, mengasah fokus, dan memicu imajinasi, hal-hal yang sering terabaikan saat melakukan screen time berlebihan.
Lingkungan yang mendukung untuk interaksi hangat yang dimaksud ialah saat interaksi berlangsung, orangtua tidak memberikan tekanan bahwa anak harus bercerita tentang kehidupannya.
Jika sebelumnya seorang kreator membutuhkan perangkat kamera profesional, kini seluruh kebutuhan dokumentasi dapat dilakukan hanya melalui ponsel.
ANGGOTA Komisi E DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz menilai penggunaan gawai (gadget) tak baik jika dijadikan alat utama pembalajaran untuk anak sekolah di jenjang SD, SMP maupun SMA.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved