Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
REBOISASI menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh seluruh elemen masyarakat. Soalnya, reboisasi merupakan salah satu cara mencegah terjadi bencana alam seperti tanah longsor.
Melakukan reboisasi merupakan tindakan yang baik dan tepat dalam menjaga lingkungan supaya tetap sehat. Dampak reboisasi begitu besar bagi seluruh masyarakat.
Namun, apakah kamu mengetahui tentang reboisasi? Berikut penjelasan tentang reboisasi yang dapat kamu pahami!
Reboisasi adalah tindakan melakukan penghijauan kembali supaya alam menjadi hijau dan biasanya dilakukan pada hutan yang sudah gundul agar mengembalikan fungsi dan kehidupan ekosistem hutan yang terganggu. Dengan menanam kembali hutan yang gundul tersebut, persediaan udara, air, dan bencana alam dapat dicegah.
Baca juga: Pertarungan Menyelamatkan Hutan Carpathian dengan Penebang Pohon
Reboisasi pun mempertimbangkan jenis pohon yang cocok seperti pinus, jati, mahoni, kayu putih, rasamala, jengjing, kaliandra, sonokeling, dan kemiri. Pemilihan jenis pohon didasarkan pada kesesuaian terhadap lingkungan dan tujuan rehabilitasi.
Menurut peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 Tahun 2002, reboisasi adalah upaya penanaman jenis pohon hutan pada kawasan hutan yang rusak berupa lahan kosong, semak belukar, atau alang-alang untuk mengembalikan fungsi hutan.
Tujuan reboisasi yaitu mengembalikan fungsi serta manfaat hutan supaya kembali menjadi hijau. Berikut beberapa tujuan dari upaya reboisasi.
Baca juga: Kalsel Bangun Pusat Konservasi Tanaman Langka Ulin
a. Meningkatkan sumber daya alam di hutan.
Hutan menjadi salah satu sumber bahan baku bagi manusia. Pasalnya, kayu sering kali digunakan sebagai bahan bangunan, sumber pangan, dan lain sebagainya.
Jika hutan terjaga, sumber daya yang dihasilkan akan melimpah dan menguntungkan bagi manusia.
b. Menjaga keanekaragaman hayati
Hutan menjadi habitat untuk aneka ragam hayati. Ini karena beragam jenis satwa dan spesies tanaman yang tinggal.
Apabila hutan lestari, keragaman jenis hewan dan tanaman yang berada di dalamnya akan terjaga.
c. Meningkatkan hasil usaha.
Hutan memiliki peran untuk meningkatkan hasil usaha. Hutan juga mampu mencegah pemanasan global dan menyimpan cadangan air.
Hutan berfungsi sebagai budi daya pertanian dan bidang usaha. Contohnya hutan bakau dan mangrove pada kawasan pesisir yang rindang dan terjaga mampu meningkatkan produksi ikan dan udang di tambak.
Reboisasi bermanfaat untuk keberlangsungan hidup manusia serta hutan. Berikut beberapa manfaat dari reboisasi:
a. Membuat tanah tetap kokoh sehingga risiko tanah longsor bisa dihindari.
b. Mengurangi erosi tanah akibat angin dan air.
c. Memulihkan keanekaragaman hayati.
d. Menjaga struktur tanah agar tidak rusak.
e. Membuat udara tetap bersih dan sehat terutama bagi makhluk hidup yang ada di bumi.
f. Mengurangi risiko banjir melalui peningkatan kapasitas penyimpanan air di hutan.
a. Mengembalikan luasan hutan.
b. Memberikan hasil bagi dampak sosial, ekonomi, dan ekologis bagi flora dan fauna serta masyarakat.
c. Mengembalikan fungsi dan peranan hutan.
d. Menambal hutan yang gundul.
e. Meningkatkan serapan gas rumah kaca dan cadangan karbon agar tidak lepas ke atmosfer sehingga menyebabkan perubahan iklim dan pemanasan global. (Z-2)
Kementerian Lingkungan Hidup memastikan bahwa tumpukan kayu gelondongan yang terseret banjir Sumatra Utara bukan berasal dari proses alam, melainkan hasil aktivitas penebangan.
Bencana banjir bandang yang terjadi di tiga provinsi di Pulau Sumatera, bukan hanya karena faktor alam, tapi akibat penebangan hutan.
BENCANA yang kini tengah melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, sangat mungkin terjadi di wilayah Jawa Barat, bahkan bisa lebih parah.
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi meluncurkan aturan terkait moratorium yang melarang penebangan areal hutan yang berpotensi menyebabkan terjadinya musibah.
Penerapan RIL-C juga memungkinkan pertumbuhan tegakan tinggal yang maksimal untuk meningkatkan stok (cadangan) karbon dalam hutan.
Laporan terbaru menunjukkan deforestasi global meningkat tahun 2023, melebihi tingkat yang ditargetkan oleh 140 negara untuk menghentikan penebangan hutan pada akhir dekade.
KELURAHAN Cisarua di Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, Jawa Barat, merupakan salah satu wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
GERAKAN penghijauan berskala nasional secara resmi dimulai dari Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Melalui penghijauan ini, para pemangku kepentingan berharap fungsi ekologis kawasan dapat kembali kuat sekaligus memberikan edukasi konservasi kepada masyarakat.
Gerakan ”Kelola e-Waste, Sayangi Bumi” berlangsung pada 14 Oktober hingga 31 Desember 2025, dengan melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pihak.
GERAKAN penghijauan berskala nasional akan resmi dimulai dari Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Intensitas hujan tinggi yang terjadi dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi berupa longsor, banjir, pohon tumbang dan pergerakan tanah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved