Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG klinis anak dan keluarga Anna Surti Ariani mengungkapkan cara orangtua memberi tahu penyakit yang cukup parah kepada anak adalah dengan menggunakan bahasa yang sederhana.
"Sebenarnya ketika menjelaskan sesuatu yang sulit ke anak, kita perlu dengan bahasa yang sesederhana mungkin. Supaya bisa dipahami anak," kata psikolog yang akrab disapa Nina itu dikutip Rabu (16/8).
Ketua Ikatan Psikolog Klinis Indonesia Wilayah DKI Jakarta itu juga mengungkapkan, walaupun orangtua memberitahukan hal buruk kepada anak, namun mereka sebaiknya tetap membesarkan hati sang anak.
Baca juga: MPASI Ternyata Boleh Diberi Bumbu
Misalnya jika sang anak mengidap leukemia, orangtua bisa dengan jujur memberitahukan penyakit itu dengan tetap mengatakan bahwa sang anak bisa sembuh apabila melewati proses pengobatan.
"Sampaikan juga bahwa apapun yang terjadi, 'Papa dan Mama akan usahakan supaya bisa sembuh dan akan selalu ditemani'. Itu bisa membuat anak merasa bahwa dia tetap dicintai," kata Nina.
Penjelasan lain juga bisa orangtua ungkapkan lewat gambar. Misalnya orangtua bersama anak bisa menggambar tubuh dan warnai bagian yang sakit, kemudian orangtua bisa jelaskan bagaimana cara penyembuhannya.
Baca juga: Pengasuhan Anak Jadi Tanggung Jawab Bersama Ibu dan Ayah
Untuk membangkitkan semangat sang anak, jika dirinya merasa murung atau kesakitan, orangtua bisa kembali mengingatkan tujuan dari perawatan tersebut.
"Untuk membangkitkan semangat, kita ingatkan tujuannya. Jangan menihilkan sakitnya, tapi, fokus ke tujuan. Contoh beri tahu, 'Nanti kalau suntik akan sakit, tapi, itu yang bikin sembuh' atau 'Minum obat pahit, tapi, nanti bisa sembuh'," kata Nina.
Dengan penjelasan tentang penyakit dan pengobatan, anak bisa memiliki pandangan yang lebih positif tentang obat dan proses pengobatan yang dijalani.
"Jangan denial (menyangkal) rasa sakit itu. Tidak perlu bohong. Fokuskan ke tujuan pengobatan itu," kata NIna.
Selain itu, Nina juga menyarankan agar orangtua terbuka terhadap bantuan dan bekerja sama dengan sebanyak mungkin orang agar tidak mengasuh sendirian, apalagi jika memiliki anak lebih dari satu.
Nina mengingatkan orangtua untuk tetap meluangkan waktu bagi anak-anak yang sehat.
"Nggak boleh loh kita sebagai caregiver (pengasuh) hanya berkorban terus-terusan hanya untuk satu dari sekian anak. Itu tidak sehat mental untuk kitanya," ujar Nina.
Selama merawat anak yang sakit, orangtua tetap perlu waktu untuk beristirahat dan sedikit berjarak dari anak yang sakit untuk sementara waktu.
"Jadi tetaplah punya waktu istirahat berjarak dari anak yang sakit dan itu tidak masalah. Pada saat berjarak, kita bisa melanjutkan fungsi kita sebagai orangtua dengan waktu yang berkualitas untuk anak lainnya," pungkas Nina. (Ant/Z-1)
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Inisiatif ini mempertegas komitmen platform dalam melibatkan orangtua secara langsung untuk menyusun kebijakan dan pengembangan Roblox di masa depan.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Anak tengah memiliki risiko lebih besar merasa diperlakukan berbeda dibandingkan saudara sulung maupun bungsu.
Untuk menyiasati dampak negatif FOMO, kunci utamanya justru terletak pada fondasi yang dipupuk sejak dini di lingkungan keluarga.
Adil tidak berarti memberikan perlakuan yang identik kepada setiap anak, melainkan harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved