Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
MENURUT Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), komet merupakan sebuah benda angkasa yang beredar mengelilingi matahari, bercahaya seperti bintang, bagian tengahnya bercahaya terang, dan berekor panjang menyerupai kabut.
Komet adalah salah satu objek langit yang terbungkus oleh kabut tipis yang memanjang dan sering disebut sebagai bintang berekor. Meskipun begitu, perlu dicatat bahwa komet bukanlah bintang.
Komet terdiri dari kumpulan partikel debu yang membeku saat berada dalam jarak yang jauh dari matahari. Ketika komet mendekati matahari, partikel ini akan menguap, membentuk kepala dan ekor komet.
Baca juga: Asteroid Adalah: Pengertian, Ciri, Jenis, dan Fungsi
Garis orbit komet tidaklah seragam seperti orbit planet atau satelit. Beberapa komet memiliki orbit yang berbentuk elips, walaupun sebagian besar memiliki orbit berbentuk parabola.
Komet ini dapat terlihat saat berada dalam jarak yang cukup jauh dari matahari. Dengan demikian, sesekali komet juga dapat bergerak dekat dengan Bumi sehingga manusia dapat mengamatinya dalam beberapa periode.
Baca juga: Negara dengan Satelit Terbanyak di Antariksa
Berdasarkan panjang ekornya, komet dapat dibagi menjadi dua jenis:
(Z-3)
Para astronom berhasil mengidentifikasi jalan pintas potensial untuk menemukan eksoplanet dengan memanfaatkan sinyal unik dari bintang yang memiliki aktivitas magnetik rendah.
Astronom berhasil mengungkap pemicu ledakan dahsyat di Matahari melalui misi Solar Orbiter. Ternyata, solar flare dipicu oleh rangkaian gangguan magnetik kecil.
Astronom berhasil abadikan fase 'remaja' sistem planet yang penuh kekacauan menggunakan teleskop ALMA. Temuan ini jelaskan asal-usul Bulan dan Sabuk Kuiper.
Astronom temukan awan gas logam raksasa yang menyelimuti bintang serupa Matahari. Diduga berasal dari tabrakan antarplanet yang dahsyat.
Apakah Bumi punya ekor seperti Merkurius? Jawabannya ya! Ekor Bumi atau 'magnetotail' membentang 2 juta km, terbentuk dari plasma dan angin matahari. Simak penjelasan lengkap NASA dan ESA.
Pengamatan terbaru teleskop James Webb ungkap permukaan bulan-bulan kecil Uranus yang lebih merah, lebih gelap, dan miskin air dibandingkan satelit besarnya, serta menemukan satu bulan baru.
Jelajahi lorong waktu "From Past to Fast" di COMPASS 3.0. Simak wujud nyata inovasi teknologi Kurikulum Merdeka
Komet bernama 41P/Tuttle-Giacobini-Kresak dilaporkan mengalami perlambatan rotasi ekstrem hingga diduga berhenti total, sebelum akhirnya berbalik arah setelah mendekati Matahari.
Ilmuwan berhasil menyempurnakan metode penentuan usia permukaan Bulan dengan menggabungkan data sampel Chang’e-6.
Penelitian terbaru mengungkap meteorit Mars Black Beauty menyimpan air purba jauh lebih banyak, memperkuat bukti Mars pernah basah dan layak huni.
Studi terbaru mengungkap makalah ilmiah karya perempuan membutuhkan waktu lebih lama untuk terbit dibanding laki-laki.
Para astronom menjelaskan bahwa gerhana Matahari bukanlah peristiwa acak, melainkan fenomena yang dapat diprediksi secara ilmiah melalui perhitungan orbit Bulan dan Bumi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved