Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEWASPADAAN terhadap potensi munculnya penyakit yang dipicu dampak El Nino harus diantisipasi dengan tepat dan segera.
"Perubahan cuaca yang ekstrem akibat El Nino berpotensi memicu berkembangnya sejumlah penyakit. Karena itu sejumlah pihak terkait dan masyarakat harus mewaspadai kondisi tersebut dengan persiapan yang memadai," kata Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/8)
Akhir pekan lalu melalui rilis yang dikutip media massa, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Tjandra Yoga Aditama mengingatkan masyarakat dan pemerintah untuk fokus dalam menghadapi El Nino yang kemungkinan akan terus berlanjut hingga akhir tahun. Badan Pangan Dunia (FAO) juga mengeluarkan pernyataan yang mengharapkan negara-negara untuk melakukan risiko mitigasi dan intervensi segera dalam menghadapi kemungkinan kurangnya pasokan makanan dengan menyiapkan cadangan makanan strategis.
Baca juga: Upaya Promotif dan Preventif Penanggulangan Stunting Harus Terus Ditingkatkan
Selain itu, akan ada sejumlah masalah kesehatan yang mungkin terjadi sebagai dampak dari El Nino. Masalah itu antara lain, peningkatan penyakit menular, peningkatan water borne disease yakni penyakit yang terjadi karena bakteri yang terbawa oleh air, dan penurunan akses ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Menurut Lestari, para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah harus mewaspadai peringatan dari badan dunia itu dengan sejumlah persiapan langkah antisipasi. Kesiapan cadangan pangan, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, tentu harus benar-benar cukup untuk menghindari kerawanan pangan di sejumlah daerah.
Baca juga: Lestarikan Nilai-Nilai dari Ki Hajar Dewantara untuk Bangun Karakter Anak Bangsa
Selain itu, tambah Rerie, yang juga legislator dari Dapil II Jawa Tengah, upaya meningkatkan daya tahan tubuh masyarakat melalui asupan gizi seimbang dan konsistensi pengaplikasian vaksinasi dasar harus ditingkatkan. Menurut Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, kesiapan sejumlah fasilitas kesehatan dan perangkat pendukungnya juga harus dilakukan dalam mengantisipasi bermunculannya penyakit menular, seperti demam berdarah dengue (DB) di sejumlah daerah.
Para orangtua di setiap keluarga, tegas Rerie, harus mampu menjaga daya tahan tubuh putra-putrinya dengan konsisten dengan memberikan asupan gizi seimbang dari sumber pangan yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Dengan kesiapan dari para pemangku kebijakan dan masyarakat dalam meningkatkan daya tahan tubuh setiap warga, Rerie berharap, dampak El Nino terhadap terhadap kondisi kesehatan nasional bisa diantisipasi dengan baik. (Z-2)
Peneliti menemukan pola kadar garam (salinitas) di Pasifik Barat saat musim semi dapat memperkuat intensitas El Niño hingga 20%.
BMKG) melalui akun Instagram, Senin (9/2), mengeluarkan peringatan wilayah Jabodetabek masih akan terus diguyur hujan lebat hingga sangat lebat dalam beberapa hari
Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa, mengingatkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian, untuk berhati-hati dalam menyusun tata kelola pangan 2026.
Di Indonesia, bencana jenis ini menyumbang lebih dari 90% dari total kejadian bencana setiap tahunnya.
Studi terbaru mengungkap fenomena sinkronisasi krisis air global akibat siklus El Niño-La Niña. Bagaimana dampaknya terhadap ketersediaan pangan dunia?
BMKG mengungkap secara spesifik, La Nina lemah masih akan bertahan di Indonesia pada periode Januari-Februari-Maret.
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
Stimulasi 40Hz setiap hari mampu menjaga fungsi kognitif pasien, bahkan menurunkan biomarker utama penyakit Alzheimer.
Memasuki tahun 2026, data menunjukkan pergeseran tren medis yang mengkhawatirkan: lonjakan signifikan kasus diabetes tipe 2 pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun (Gen Z).
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
Stroke yang dipicu oleh fibrilasi atrium cenderung lebih berat dibandingkan stroke pada umumnya.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved