Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIAP anak memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Mengenali gaya belajar itu secara lebih dini akan lebih baik sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan potensi mereka dengan lebih efektif.
Psikolog Irma Gustiana A mengungkapkan ada tiga cara gaya belajar anak yang perlu dicermati orangtua agar tidak salah paham yang justru membuat anak dianggap sulit diatur.
Lulusan Magister Psikologi Universitas Indonesia itu kemudian menjabarkan ketiganya, yakni yang pertama gaya belajar visual.
Baca juga: Dunia Si Kecil, Ajang Optimalkan Tumbuh Kembang Anak
Anak yang bergaya belajar visual cenderung lebih senang belajar dengan penglihatannya untuk mengingat pesan atau informasi.
"Mereka biasanya senang segala sesuatu yang colorful, ada ilustrasi gambar, infografis, dan itu membuat mereka menikmati belajarnya," kata Irma, dikutip Selasa (25/7).
Kemudian cara belajar auditori. Auditori itu berhubungan sama pendengaran. Jadi, cara belajarnya itu lebih dominan dengan cara mendengarkan orang lain atau sebuah objek atau sesuatu hal.
Baca juga: Lulusan FK Unsoed Jofiando Bagikan Tips Lulus UKMPPD dengan Nilai Tinggi
Jadi, kalau misalnya dia di kelas kecenderungannya tampak seperti anak yang tidak memperhatikan guru tapi sebenarnya dia mendengarkan apa yang diajarkan oleh gurunya.
"Nah, biasanya kalau untuk anak-anak auditori ini, kita menganjurkan orangtua mengajak mereka belajarnya itu read aloud (membaca dengan lantang). Kalau anak visual kan sambil silent aja dia bisa belajar, sambil dia coret, sambil dia lihat yang lain. Tapi kalau anak auditori, dia baca tapi dia bersuara sehingga suaranya tadi dia dengar," katanya.
Cara yang ketiga adalah kinestetis. Anak-anak yang kinestetis itu belajar tapi dia banyak bergerak atau pindah-pindah. Kelihatan seperti gelisah tapi sebenarnya dia lagi belajar.
"Mungkin 5 menit dia tengkurap, habis itu nanti dia sambil selonjoran, terus pindah posisi yang lain tapi sambil bawa buku. Atau sambil mendengarkan sesuatu tapi dia bergerak. Nah itu adalah kinestetis," ujar dia..
Tiga cara itu terjadi pada siapa pun, bahkan pada orang dewasa pun begitu.
Jadi, setiap orang punya gaya dan tidak ada yang salah dengan itu. Ada juga orang yang memiliki kombinasi dua cara belajar, cuma yang mana yang dominan.
"Nggak ada yang pasti 100 persen visual itu enggak. Kayak aku, visual-kinestetis," aku Irma. (Ant/Z-1)
Total 392 murid terdampak banjir hari ini, sehingga pihak sekolah terpaksa memulangkan siswa lebih cepat.
Pramono mendukung dan memberikan kebebasan kepada pihak SMAN 72 untuk memutuskan hal tersebut.
Kemampuan motorik berhubungan erat dengan pencapaian akademik, khususnya dalam berhitung dan membaca.
Penggunaan aplikasi pembelajaran digital Sekolah Enuma terbukti mampu meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa sekolah dasar (SD) di tingkat awal.
NILAI kekeluargaan merupakan kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang hangat, suportif, dan saling menghormati.
MELALUI analisis biometrik, orangtua mendapatkan wawasan lebih luas tentang cara belajar, motivasi, kecerdasan, dan karakter kepribadian anak.
Studi terbaru mengungkap teknik "meta-cognitive doubt". Meragukan pikiran negatif ternyata lebih efektif untuk kembali berkomitmen pada tujuan jangka panjang.
Korps Relawan Bencana di bawah Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi), melaksanakan rangkaian Psychosocial Support Program bagi anak-anak yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Poso.
Dialah Saparinah Sadli, perempuan berusia 99 tahun yang menjadi saksi hidup perjalanan panjang ilmu psikologi dan gerakan perempuan di Indonesia.
Talentlytica bersama Unit Usaha Akademik Unpad akan menggelar Workshop Pauli Reimagined pada 4 Oktober mendatang di Bandung, Jawa Barat
Penggunaan pacar AI di platform seperti Character.AI makin populer, tetapi pakar memperingatkan risikonya.
Cinta bukan hanya soal perasaan, tapi juga ilmiah. Pelajari efek hormon ini saat jatuh cinta dan patah hati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved