Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKI berkutat mengurusi rumah tangga dan ketiga anaknya, kreator konten, Jenni Lim tidak berhenti menghasilkan karya yang membuatnya kini punya penghasilan sendiri.
Wanita asal Medan, Sumatra Utara ini mampu meraih sukses menjadi beauty reviewer di media sosial disamping mejalani peran sebagai ibu rumah tangga. Ia tetap menjalani peran yang baik sebagai seorang ibu yang selalu siap sedia untuk ketiga anaknya.
“Saya saat ini memiliki 3 anak, dan aktivitas di media sosial tidak mengganggu kok,” kata Jenni.
Baca juga : Mengenal Yosua Ronald, Kreator Konten dengan Banyak Penghargaan Fotografi dan Videografi
Menjadi beauty reviewer adalah cara Jenni untuk menyalurkan passionnya di dunia kecantikan. Dirinya juga cukup rajin mengunggah konten seputar hal tersebut.
Kesibukan sebagai beauty reviewer mulai ia jalani sejak memiliki 2 orang anak. Hingga kini, ia sukses melakukan peran ganda di media sosial dan rumah tangga.
Jenni juga piawai membangun media sosialnya.
Baca juga : Visual Storyteller Kevin Young Berbagi Pengalaman Staycation di Thailand
Sebagai gambaran, hingga saat ini saja jumlah pengikut Instagramnya mencapai 172 ribu orang. Kemudian, akun TikToknya lebih banyak lagi, mencapai 516 ribu pengikut.
Tidak heran kemudian jika beberapa produk kecantikan mengajaknya untuk bekerjasama.
“Perlahan mulai ada yang endorse, sampai sekarang sudah terhitung cukup banyak,” ujar pemilik akun TikTok @jeenniilimm dan Instagram @jeenniilimm ini.
Jenni tidak memungkiri bahwa profesi sebagai beauty reviewer begitu menyenangkan. Apalagi, dirinya berkesempatan mendapatkan produk kecantikan yang baru, bahkan belum diluncurkan. Dirinya menjadi orang pertama yang mencoba sebuah produk.
Namun, selain mendapatkan kedua hal tersebut, Jenni mendapatkan banyak pelajaran seputar dunia kecantikan dan bisnis di dalamnya. Hal itu yang membuatnya terus bersemangat untuk membuat konten dan mengulas produk kecantikan untuk pengikut akun media sosialnya.
“Selain bisa mencoba produk baru, juga bisa mendapatkan uang. Ya lumayan lah pokoknya,” kata dia.
Namun, baginya keluarga adalah prioritas. Dirinya berujar tidak ada yang namanya membagi waktu. Namun, keluarga adalah nomor satu. Jenni selalu ada untuk buah hatinya.
“Tidak ada cerita lagi untuk membagi waktu. Dimana anak butuh aku, disitulah aku ada. Jadi waktu itu tetap diprioritaskan untuk anak,” tegasnya.
Bahkan, dalam waktu dekat Jenni sudah mempersiapkan sesuatu untuk ia kerjakan. Namun, dirinya masih merahasiakan.
“Lagi mau ada job baru yang akan dibuat. Tunggu saja ya,” katanya. (RO/Z-5)
Istana merespons adanya dugaan teror terhadap sejumlah kreator konten yang kerap mengkritik program pemerintah.
"Setiap orang punya keunikan dan nggak perlu jadi orang lain untuk merasa pede,”
Video yang menampilkan Bonnie Blue, nama panggung bintang film porno asal Inggris, kembali viral dan memicu kemarahan publik.
Andra ST, yang mengawali kariernya dari warnet, berhasil memenangkan kategori Best Performance Kreator dan Most Active Kreator.
Lagu ini berbicara tentang diamnya pasangan dalam sebuah hubungan yang akhirnya menumpuk dan berujung tajam
Jerome Polin menjelaskan bahwa Indonesia telah kehilangan 10 juta hektare hutan selama dua dekade.
Masa depan persepsi politik publik sangat bergantung pada literasi media dan kesadaran kritis masyarakat.
ANGGOTA Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdullah, mendukung penuh instruksi pihak Istana kepada Polri untuk menginvestigasi rangkaian teror yang menimpa sejumlah aktivis dan influencer.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi meminta pihak kepolisian segera melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap dalang di balik aksi intimidasi tersebut.
KEBEBASAN berpendapat di media sosial menjadi salah satu wujud nyata demokrasi di era digital.
Pihak dari pemerintah atau yang merasa diri bagian dan penguasa? Itulah yang harus diungkap oleh jajaran pemerintahan Prabowo Subianto. Mampukah mereka?
LPSK membuka peluang perlindungan bagi aktivis dan influencer yang diduga mengalami intimidasi dan teror usai menyampaikan kritik, termasuk teror fisik dan digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved