Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
GRUP musik komedi Project Pop kembali menghadirkan karya terbaru bertajuk Pede Maksimal, sebuah lagu yang mengangkat tema kepercayaan diri dan keberanian menerima diri apa adanya. Melalui lagu ini, Project Pop mengajak masyarakat untuk merayakan rasa percaya diri dengan cara masing-masing, tanpa tuntutan kesempurnaan maupun keseragaman.
“Lagu Pede Maksimal ini adalah pengingat bahwa percaya diri itu selalu relevan buat siapa pun," kata Yosi Mokalu, personel Project Pop, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Media Indonesia, Jumat (26/12).
"Setiap orang punya keunikan dan nggak perlu jadi orang lain untuk merasa pede,” sambungnya.
Video Klip Berbasis AI
Tak hanya dari sisi musik, lagu “Pede Maksimal” juga hadir dengan pendekatan visual yang berbeda. Project Pop menggandeng dua AI content creator, yakni Brillian Fairiandi dan Dipa Utomo, untuk menggarap dua versi video klip berbasis teknologi kecerdasan buatan.
Kedua kreator tersebut menyuguhkan interpretasi visual yang kontras. Salah satunya menampilkan nuansa yang ekspresif dan penuh eksplorasi, sementara versi lainnya hadir dengan pendekatan yang lebih tenang, absurd, dan reflektif.
“Buat saya, AI adalah medium kreatif untuk menyampaikan pesan yang sangat humanis. Di proyek Pede Maksimal, saya ingin menunjukkan bagaimana teknologi bisa memperkuat cerita tentang percaya diri dan keunikan,” ujar Brillian Fairiandi.
“Kolaborasi ini membuktikan bahwa teknologi dan kreativitas bisa berjalan beriringan. Tantangannya justru bagaimana AI bisa memvisualisasikan rasa yang emosional dan dekat dengan kehidupan nyata,” ungkap Dipa Utomo.
Proyek lagu Pede Maksimal dari Project Pop merupakan bagian dari kampanye terbaru Zap yang melibatkan Project Pop serta dua AI content creator Indonesia untuk memadukan unsur kecantikan, musik, dan teknologi dalam satu kampanye kreatif.
“Lewat campaign Pede Maksimal, Zap ingin menyampaikan bahwa percaya diri bukan tentang menyeragamkan standar, melainkan tentang rasa aman untuk menjadi diri sendiri. Kami percaya setiap orang punya versi cantiknya masing-masing, dan Zap hadir untuk mendukung rasa percaya diri itu,” ujar Feriani Chung, Chief Marketing Officer Zap.
"Kami senang bisa berkolaborasi dengan Zap karena visinya sejalan," ungkap Yosi Mokalu, personel Project Pop.
Diskon Akhir Tahun
Sebagai penutup rangkaian akhir tahun, Zap turut menghadirkan program Pede Maksimal – Year End Sale yang menawarkan berbagai pilihan perawatan. Program ini dirancang sebagai bagian dari perjalanan perawatan diri yang bersifat personal, sejalan dengan pesan utama kampanye bahwa kepercayaan diri tumbuh dari pilihan dan keputusan masing-masing individu.(M-2)
Istana merespons adanya dugaan teror terhadap sejumlah kreator konten yang kerap mengkritik program pemerintah.
Video yang menampilkan Bonnie Blue, nama panggung bintang film porno asal Inggris, kembali viral dan memicu kemarahan publik.
Andra ST, yang mengawali kariernya dari warnet, berhasil memenangkan kategori Best Performance Kreator dan Most Active Kreator.
Lagu ini berbicara tentang diamnya pasangan dalam sebuah hubungan yang akhirnya menumpuk dan berujung tajam
Jerome Polin menjelaskan bahwa Indonesia telah kehilangan 10 juta hektare hutan selama dua dekade.
FILM drama keluarga dengan sentuhan fiksi ilmiah (Sci-fi), Esok Tanpa Ibu segera tayang di bioskop, dibalut dengan pendekatan teknologi Artificial Intelligence (AI)
Masuknya AI ke dalam proses kerja sering kali memicu kekhawatiran sekaligus memperlebar celah keterampilan (skill gap) di kalangan karyawan.
Fitur AI Google Photos kini mampu menghapus objek, mengedit foto dengan teks, dan mengganti latar, menjadikannya alternatif Photoshop yang praktis.
X berjanji akan melakukan perbaikan sistem internal agar fitur AI mereka, Grok, tidak disalahgunakan.
Kesadaran akan pentingnya kesiapan data mulai muncul di seluruh spektrum perusahaan, baik skala besar maupun menengah.
Model tersebut berguna bagi investor sebagai alat bantu dalam investasi kuantitatif, dan akademisi dapat menggunakan hasilnya untuk menguji serta menyempurnakan teori.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved