Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTIMUN atau Cucumis sativus adalah salah satu buah yang cukup populer di Indonesia untuk dijadikan acar, lalapan, hingga minuman segar. Buah ini memiliki kandungan air yang tinggi, sehingga terasa menyegarkan saat dikonsumsi.
Walaupun menyegarkan, konsumsi mentimun berlebihan ternyata bisa berbahaya loh. Misalnya sendawa yang kadang memalukan dan kulit gatal adalah dua dampak negatif yang paling sering dilaporkan dari makan mentimun.
Gejala itu akibat kandungan dalam timun yang terkadang tidak diketahui masyarakat. Apa saja? Simak penjelasannya.
Baca juga: Makan dalam 8 Jam Pertama Usai Bangun Tidur Baik untuk Kesehatan
Menurut berbagai studi, kandungan mentimun, seperti cucurbitacin dan tetracylic triterpenoid, bisa menimbulkan efek racun di dalam tubuh. Kedua senyawa inilah yang memberikan sedikit rasa pahit ketika dikonsumi. Para ahli menyatakan mengonsumsi mentimun terlalu berlebihan bisa mengancam nyawa. Maka dari itu, batasi porsi mentimun dan jangan berlebihan dalam memakannya.
Baca juga: 6 Manfaat Telur Kampung Mentah Campur Madu
Mentimun menjadi salah satu sayuran yang mengandung kadar air terbanyak. Namun, efek samping mentimun bisa menyebabkan hilangnya cairan dalam tubuh.Biji mentimun mengandung cucurbitin, yakni senyawa yang memiliki sifat diuretik sehingga intensitas buang air kecil makin meningkat. Akan tetapi, sifat diuretik mentimun tergolong ringan. Itulah mengapa ketika mengonsumsi mentimun dalam jumlah yang wajar dianggap aman. Namun, ketika mengonsumsi mentimun terlalu banyak, cucurbitin akan menyebabkan tubuh kehilangan cairan sehingga keseimbangan elektrolit tak terjaga.
Mentimun mengandung vitamin K yang cukup tinggi. Ketika mengonsumsinya dalam porsi yang banyak, proses pembekuan darah di dalam tubuh bisa terganggu akibat kadar vitamin K yang terlalu tinggi dalam tubuh. Jika sedang mengonsumsi obat-obatan pengencer darah seperti warfarin, ada baiknya tidak mengonsumsi banyak mentimun.
Beberapa orang terbukti pernah mengalami alergi terhadap mentimun. Jika Anda salah satunya, sebaiknya hindari mentimun dalam bentuk apa pun. Sebab, berbagai gejala alergi mentimun biasanya seperti ruam kulit, pembengkakan, dan sesak napas. Hati-hati, efek samping mentimun yang satu ini bisa menimbulkan anafilaksis atau reaksi alergi yang sangat berbahaya.
Mentimun mengandung kadar vitamin C yang cukup tinggi. Nutrisi ini memang sangat penting untuk menjaga sistem imun tubuh dari penyakit, seperti pilek atau flu. Vitamin C juga merupakan sebuah antioksidan yang bisa melawan radikal bebas.
Mentimun mengandung cucurbitacin. Senyawa ini bia menyebabkan terganggunya sistem pencernaan, terutama mereka yang memiliki sistem pencernaan sensitif. Bahkan, mengonsumsi cucurbitacin terlalu banyak dipercaya bisa menyebabkan perut kembung. (Z-3)
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Bupati Samosir Vandiko Gultom mengusulkan peningkatan daya dukung fasilitas kesehatan di Samosir agar sejalan dengan statusnya sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Gaya hidup anak muda dalam mengonsumsi komoditas harian seperti kopi, teh, cokelat, dan produk kelapa sawit memiliki dampak signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial.
Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2025 tidak akan mencapai seperti yang ditargetkan pemerintah yakni di angka 5,4-5,6%.
Data Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan volume sampah nasional mencapai 70,6 juta ton pada 2024. Angka ini berpotensi membengkak menjadi 82 juta ton per tahun pada 2045.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tambahan penempatan dana pemerintah di bank Himbara cukup menjaga likuiditas dan transmisi kredit yang optimal.
Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menyampaikan pandangan resmi terkait dampak tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap konsumsi masyarakat dan pertumbuhan industri nasional.
Anggaran rumah tangga kelas menengah bergeser ke kebutuhan pokok dan pendidikan, sementara belanja fesyen, makan di luar, serta rekreasi dipangkas atau ditunda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved