Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
SAMPAH masih menjadi masalah tanpa henti di tanah air. Bahkan, kini produksi sampah nasional, bisa mencapai 175.000 ton perhari.
Data ini merupakan kutipan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dimana orang Indonesia menyumbang sampah sebanyak 0.7 kg per hari.
Untuk mengatasi masalah sampah di Indonesia, aktivitas daur ulang dapat menjadi solusi. Salah satu organisasi yang bergerak dalam daur ulang sampah plastik, Kita Olah Indonesia, menunjukan bahwa gerakan daur ulang, selain daripada memberi keuntungan bagi lingkungan, juga ekonomi.
Baca juga: KLHK Akui Pengelolaan Sampah di Indonesia Ketinggalan Jauh dari Eropa
Dibentuk pada 2021, Kita Olah Indonesia telah membantu melakukan daur ulang sampah sebanyak 78 ton per bulan. Sampah yang umumnya berasal dari sampah plastik, seperti jeriken, botol plastik, printer, dan berbagai produk yang menggunakan plastik, diolah menjadi biji plastik yang lebih kecil, agar dapat dibentuk kembali menjadi produk plastik terbaru.
“Hal yang menjadi masalah, adalah sampah itu dibuang sembarangan. Padahal, untuk mengatasinya bisa dengan melakukan daur ulang. Apa langkah pertama daur ulang? yaitu dengan memilah sampah itu,” ungkap Founder Kita Olah Indonesia Muhamad Andriansyah di Pabrik Kita Olah Indonesia, Bekasi, Rabu (14/6).
Baca juga: Viral, Perempuan Pengendara Mobil Buang Tiga Karung Sampah di Pinggir Kali
“Ada yang ingin kita tekankan bagi tiap masyarakat adalah, ini kita bukan mengolah sampah. Namun bahan mentah, karena setelah ini, bahan itu bisa dibentuk lagi ke produk yang terbaru,” sambungnya.
Andriasnyah mengaku bahwa, proses daur ulang ini juga dapat meningkatkan ekonomi sirkular. Sebab, pada operasionalnya, Kita Olah Indonesia mendapatkan sampah plastik dari bank sampah, pengepul dan juga TPA.
Sampah yang diperoleh, biasanya dihargai sekitar Rp3.000 sampai Rp10.0000 per kilo, tergantung pada jenis dan warna plastik–semakin bening plastiknya, harganya akan semakin mahal. Selain itu, Andriansyah juga mengaku ikut memberdayakan orang lokal dalam operasionalnya. Tercatat, terdapat 25 karyawan yang turut andil di Kita Olah Indonesia, yang merupakan warga sekitar.
Setelah pengolahan sampah plastik menjadi biji plastik yang lebih kecil, Kita Olah Indonesia dapat menjualnya kepada pabrik atau industri yang dapat menciptakan produk dari plastik dengan harga hingga Rp15.000 sampai Rp18.000.
Kendati demikian, Kita Olah Indonesia masih memegang peranan yang terlalu kecil dibanding dengan masalah sampah yang dihadapi. Sebab, data dari Sustainable Waste Indonesia (SWI) mengungkapkan bahwa dari 65 juta ton sampah di Indonesia, hanya 7% yang didaur ulang, dengan 69% berakhir di Tempat Pembuangan Akhir. (Z-10)
ORGANISASI Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali menggelar aksi bersih-bersih sampah di Pantai Mertasari, Minggu (15/2).
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol mendukung fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) soal haram membuang sampah ke sungai.
Persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana pembangunan PLTSa di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat.
Masaaki Okamoto menyebut pertumbuhan ekonomi, digitalisasi, serta urbanisasi yang pesat menjadi faktor utama meningkatnya produksi dan maraknya konsumsi plastik di dunia.
Salah satu lokasi tepat sasaran untuk kegiatan korve atau kerja bakti menjaga kebersihan lingkungan yang dipilih yakni ruang terbuka hijau di sekitar areal eks MTQ.
Sampah harus dikelola dikawasannya, karena organiknya besar, 80% sampai 90%,
Aktivis LBH Keadilan mendesak Penuntut Umum dari Kejaksaan Tinggi Banten untuk tidak menerima putusan begitu saja dan segera menyatakan banding.
TPST Utama ditargetkan bisa mengolah sampah 10-15 ton setiap harinya dengan sistem teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).
Sudah cukup banyak kepala daerah yang bergerak cepat melakukan aksi kebersihan di wilayah masing-masing.
Kerja sama itu diharapkan bisa menangani masalah sampah sekaligus menghasilkan energi listrik.
Setiap kemasan plastik yang dipilah oleh warga dapat disetorkan ke bank sampah terdekat lalu dikonversi menjadi poin yang setara dengan tabungan emas di rekening tabungan emas Pegadaian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved