Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGETAHUAN tentang etika dalam pengelolaan konten media sosial (medsos) menjadi penting bagi masyarakat Indonesia khususnya kaum remaja. Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada 2022 menunjukkan media sosial menjadi konten internet yang paling sering diakses masyarakat Indonesia.
Tercatat, terdapat 89,15% responden yang mengakses konten tersebut pada 2021-2022. Dari data yang sama, diketahui bahwa kelompok pengguna internet tertinggi adalah remaja Indonesia, dimana tingkat penetrasi internet di kelompok usia 13-18 tahun mencapai 99,16% pada 2021-2022.
Alasan inilah yang mendasari Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Tarumanagara, melakukan sosialisasi bagaimana mengelola media sosial dengan bijak di kalangan pelajar. Kegiatan diikuti pelajar SMP Garuda Cendekia, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (6/6) dan Rabu (7/6).
Kegiatan yang terselenggara atas kerja sama Universitas Tarumanagara, SMP Garuda Cendekia, dan URC Indonesia ini yang berbentuk seminar dangan judul 'Penggunaan Sosial Media dan Pembuatan Konten yang Edukatif di Kalangan Generasi Z' diikuti pelajar kelas 7 dan 8.
Dalam seminar, Ketua Tim PKM Fikom Untar Diah Ayu Candraningrum menyebut media sosial sebagai sarana komunikasi bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi memiliki manfaat, sedangkan di sisi lain banyak memiliki kekurangan.
"Manfaat yang diperoleh dalam ber-medsos adalah mampu meningkatkan personal branding dan brand awareness, juga mampu membangun interaksi dengan orang lain. Sedangkan kekurangannya, banyak mengandung konten prank (sampah), banyak terdapat predator kekerasan seksual, juga banyak terjadi penipuan serta bertebaran aneka hoak," jelasnya.
Perempuan yang akrab disapa Sandra ini juga mengingatkan mengenai konsistensi pengisian konten di media sosial, dengan konsep yang terencana sesuai target audiens yang dituju. Hal ini penting terutama bagi para pengelola akun media sosial milik pribadi atau OSIS sekolah, yang setiap saat perlu mengunggah konten-konten yang bersifat membangun reputasi pribadi atau organisasi.
Dalam kegiatan ini juga dilakukan simulasi dan tutorial membuat video sederhana kepada seluruh peserta seminar. Diharapkan, para siswa mendapatkan inspirasi bentuk dan cara membuat konten sederhana, menarik dan edukatif.
Kepala Sekolah SMP Garuda Cendekia Penny Rasahan menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para murid yang bertugas dalam ke pengurusan OSIS sebagai pengisi konten akun media sosial resmi sekolah.
"Setelah dua tahun pandemi anak-anak asyik dengan gadget, kini saatnya kita harus terus memberi pemahaman kepada mereka tentang bagaimana menggunakan media sosial dengan baik dan mengisinya dengan konten-konten yang edukatif, lewat kegiatan semacam ini," katanya. (RO/R-2)
Kemkomdigi mengatakan memblokir sejumlah situs hingga konten di media sosial atau medsos yang diakses oleh pelaku terduga peledakan di SMAN 72 Jakarta.
SELAIN menyarankan kata gratis dalam Makan Bergizi Gratis (MBG) agar dihapuskan, Komisi IX DPR RI juga menyoroti banyaknya plesetan MBG yang tersebar di media sosial
Opsi tersebut juga dinilai dapat memudahkan pemerintah untuk mengawasi ruang digital dari segala bentuk misinformasi serta hoaks.
Pelaku salah sasaran mengira korban adalah kelompok lawan yang akan melakukan aksi tawuran
Ia menyarankan masyarakat untuk memilah dan memilih berita yang benar-benar bermanfaat.
Media sosial adalah teknologi berbasis internet yang memfasilitasi komunikasi dua arah, membangun komunitas, dan berbagi konten antara individu atau kelompok secara real-time.
Seorang remaja berinisial J (19) dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di lapangan sepak bola yang terendam banjir
Jasad korban ditemukan oleh petugas gabungan di Kali Cilincing, Jakarta Utara, pada Minggu (18/1) sore.
Gangguan hormon yang tidak ditangani sejak dini dapat menghambat perkembangan organ reproduksi secara optimal.
Dunia pernikahan menuntut kesiapan mental yang jauh lebih kompleks, seperti kemampuan mengelola konflik dan tanggung jawab rumah tangga yang besar.
Korban ditemukan dalam posisi tengkurap dan tertutup tumpukan dedaunan
REMAJA dan anak-anak sekarang dinilai lebih rentan terhadap paparan paham radikal di ruang digital. Kondisi ini dinilai berbahaya karena kelompok usia tersebut dalam fase pencarian jati diri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved