Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
NASI sudah jadi makanan pokok masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, mayoritas masyarakat tidak bisa jauh dari makan nasi.
Bahkan banyak yang berpendapat, 'Belum makan nasi, belum makan namanya'.
Padahal, mengonsumsi nasi putih setiap hari bisa memicu dampak buruk untuk kesehatan, loh.
Baca juga: Hobi Bekal Mi Goreng Pakai Nasi? Begini Saran dari Ahli Gizi
Meskipun memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh, asupan yang berlebihan juga bisa menimbulkan masalah kesehatan. Karena itu, pangan yang satu ini sebaiknya kamu konsumsi dengan batasan yang wajar.
Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang efek samping dari nasi putih. Namun, ketahui dulu yuk apa saja kandungan di dalam nasi tersebut.
Baca juga: Dukung UMKM, Bupati Herman Resmikan Rumah Makan Nasi Kulit Gokskin Markas Cianjur
Berikut ini adalah kandungan nutrisi dari 186 gram nasi putih:
- Kalori: 242.
- Lemak: 0,4 gram.
- Natrium: 0 mg.
- Karbohidrat: 53,4 gram.
- Serat: 0,6 gram.
- Gula: 0 gram.
- Protein: 4,4 gram.
- Mangan: 0,7 mg.
- Besi: 2,7 mg.
- Tiamin: 0,3 mg.
Nah, setelah mengetahui komposisi yang terkandung dalam nasi putih, berikut ini adalah efek samping makan nasi yang wajib kamu ketahui.
Mengonsumsi nasi putih setiap hari akan memicu gangguan pencernaan, nih.
Ini karena, nasi putih memiliki kadar serat yang lebih rendah dari pada jenis nasi lainnya.
Hal tersebut yang membuat pencernaan enggak sama ketika makan jenis nasi lainnya.
Selain itu, nasi putih memiliki kandungan karbohidrat tinggi sehingga menganggu pencernaan.
Nasi putih juga bisa memicu gula darah kita tinggi ketika mengonsumsinya setiap hari dan berlebihan, loh.
Selain itu, nasi putih termasuk makanan dengan indeks glikemik tinggi yang akan memicu kenaikan gula darah.
Oleh sebab itu, nasi putih bisa memicu diabetes akibat suka makan nasi putih tiap hari dan makan dengan porsi banyak.
Mengonsumsi nasi putih setiap hari dan berlebihan akan memicu kenaikan berat badan.
Meski nasi putih dibutuhkan untuk energi tubuh, tetapi jangan makan dengan jumlah yang berlebihan.
Nasi putih juga bisa menyebabkan alergi jika dikonsumsi secara berlebihan setiap harinya.
Alergi akibat konsumsi nasi putih seperti seperti gatal-gatal, bersin, hingga napas yang tersengal-sengal. (Z-10)
Nutrisi olahraga menjadi faktor penting yang menentukan energi, performa, dan pemulihan tubuh saat berolahraga.
Banyak orang mengeluhkan rasa cepat lapar setelah makan mi instan, padahal makanan ini sering dianggap praktis dan mengenyangkan.
Setiap sendok nasi putih yang tampak sederhana ternyata menyimpan risiko besar bagi kesehatan.
Karbohidrat tetap dibutuhkan tubuh terutama dalam memasok energi ke otak.
Banyak orang yang tengah berdiet memilih menghindari karbohidrat demi menurunkan berat badan lebih cepat. Padahal, langkah ekstrem ini justru bisa berdampak buruk bagi tubuh.
Untuk menentukan porsi karbohidrat, seperti nasi, pasta, kentang atau karbohidrat lainnya, ukurlah dengan satu kepalan tangan.
Gaya hidup anak muda dalam mengonsumsi komoditas harian seperti kopi, teh, cokelat, dan produk kelapa sawit memiliki dampak signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial.
Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2025 tidak akan mencapai seperti yang ditargetkan pemerintah yakni di angka 5,4-5,6%.
Data Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan volume sampah nasional mencapai 70,6 juta ton pada 2024. Angka ini berpotensi membengkak menjadi 82 juta ton per tahun pada 2045.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tambahan penempatan dana pemerintah di bank Himbara cukup menjaga likuiditas dan transmisi kredit yang optimal.
Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menyampaikan pandangan resmi terkait dampak tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap konsumsi masyarakat dan pertumbuhan industri nasional.
Anggaran rumah tangga kelas menengah bergeser ke kebutuhan pokok dan pendidikan, sementara belanja fesyen, makan di luar, serta rekreasi dipangkas atau ditunda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved