Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
GANGGUAN tiroid cukup berbahaya bagi penderitanya. Pasalnya, hal ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari karena akan menimbulkan kecemasan berlebih dan harus segera mendapatkan penanganan dengan tepat.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Psikosonatis RSUD Dr. Moewardi Ratih Arianita A menjelaskan sesorang dengan gangguan tiroid akan memiliki gangguan kecemasan yang akan membuatnya tidak nyaman.
"Ini perasaan yang tidak nyaman, was-was, jantung berdebar, dan sebagainya. Ini akan mengganggu aktivitas sehari-hari. Sebanyak 19% kecemasan terjadi dari populasi (penderita gangguan tiroid) dan kebanyakan terjadi kepada perempuan di usia produktif. Jenisnya juga ada bermacam-macam," ungkapnya dalam diskusi virtual Kecemasan Pada Pasien dengan Gangguan Tiroid, Senin (22/5).
Baca juga: Wajib Miliki Mental Yupi, Bersikap Lentur dan Mampu Bangkit Lagi Saat Gagal
Lebih lanjut, kecemasan ini terjadi kepada pada pasien dengan gangguan hipotiroid atau kadar hormon tiroidnya kurang dan hipertiroid atau kadar hormon tiroidnya berlebih.
Ratih menegaskan bahaya kecemasan yang sering terjadi di antaranya merasa cemas sepanjang hari, pikiran tidak menentu, serangan panik, dan lainnya.
"Panic attack ini tiba-tiba sesak, mau mati, takut gila, dan lainnya. Ada juga agorafobia yakni takut sendiri, di tempat umum, transportasi umum, dia takut. Kondisi ini harus diwaspadai," ujar Ratih.
Baca juga: Coach Rheo: Hilangkan Fobia, Trauma, Overthinking, dan Kecemasan Tak Mudah
Menurutnya, seseorang yang mengalami gangguan tiroid harus memastikan bahwa hormon tiroid mereka harus dalam keadaan stabil agar tidak mengalami kecemasan berlebih.
Cara paling sederhana untuk dilakukan agar hormon tiroid tetap stabil menurutnya adalah melakukan latihan pernafasan.
"Paling penting untuk penderita tiroid harus distabilkan hormon tiroidnya karena kecemasan akan teratur jika distabilkan tiroidnya. Nanti akan dievaluasi kecemasannya. Ketika cemasnya mengganggu harus minum obat penenang untuk stabilkan hormon tiroidnya," tuturnya.
"Gaya hidup yang paling simpel bisa dilakukan latihan nafas. Ada bermacam-macam seperti tarik nafas, buang, hembuskan perlahan-lahan. Bisa dilakukan berulang-ulang. Ada juga kita rangkul cemasnya ini sehingga nanti kita dapat beradaptasi. Ini harus rutin dilaksanakan. Kalau hormon tiroid stabil, cemasnya akan membaik," ucap Ratih.
Ratih menekankan di RSUD Moewardi memiliki pemeriksaan Heart Rate Variability (HRV) untuk membantu memerhatikan kadar stres pada pasien. Pemeriksaan HRV dikatakan baru dimiliki di RSCM dan RSUD Moewardi.
"Pemeriksaan HRV ini baru ada di Moewardi dan RSCM dan ditanggung asuransi. Ini bisa melihat kadar stres kita. Apakah kita kelelahan atau tidak dan emosi kita seperti apa. Pemeriksaannya gampang ditempelkan 3 menit. Itu akan mengevaluasi vitalitas dan gangguan lainnya," kata dia.
Ratih menegaskan bahwa penderita gangguan tiroid dapat mengatasi kecemasan dengan berbagai cara sederhana seperti mengatur nafas dan merangkul rasa cemas itu sendiri. Namun, jika kecemasan ini dikatakan telah menganggu aktivitas, disarankan untuk segera berobat agar dapat dilakukan penanganan lebih lanjut. (Z-1)
Kabar baik! MK putuskan penyakit kronis kini bisa masuk kategori disabilitas. Simak syarat asesmen medis dan prinsip pilihan sukarela dalam Putusan MK No. 130/2025.
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
Tidur cukup bukan sekadar istirahat. Ini 7 manfaat tidur berkualitas bagi kesehatan tubuh dan mental.
Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya menyebut Indonesia kekurangan 92 ribu dokter dan meluncurkan program pendidikan spesialis hospital based.
KEBIASAAN kurang bergerak atau duduk terlalu lama saat bekerja alasan mengapa bahu, leher, atau punggung terasa sakit. 7 gerakan peregangan meredakan punggung bawah.
Peran brand dalam sektor kesehatan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup sehat.
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
Stimulasi 40Hz setiap hari mampu menjaga fungsi kognitif pasien, bahkan menurunkan biomarker utama penyakit Alzheimer.
Memasuki tahun 2026, data menunjukkan pergeseran tren medis yang mengkhawatirkan: lonjakan signifikan kasus diabetes tipe 2 pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun (Gen Z).
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
Stroke yang dipicu oleh fibrilasi atrium cenderung lebih berat dibandingkan stroke pada umumnya.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved