Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Thalassemia merupakan salah satu penyakit genetik atau yang diturunkan dari orang tua dan hingga saat ini belum ada obatnya. Thalassemia merupakan penyakit gangguan pembentukan bahan pengangkut oksigen (hemoglobin) yang ada di dalam sel darah merah, sehingga sel darah merah mudah pecah. Akibatnya pasien mudah mengalami anemia hingga sangat parah.
Singkatnya, thalassemia biasa disebut penyakit kelainan darah bawaan. Kondisi thalassemia muncul akibat mutasi genetik atau penghapusan fragmen gen kunci tertentu. Seseorang beresiko menderita thalassemia jika salah satu atau kedua orang tuanya merupakan pembawa kelaninan genetik tersebut.
Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), thalassemia ditemui di seluruh dunia. Terutama negara-negara yang termasuk dalam thalassemia belt, yakni Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika sub-sahara dan Mediterania, termasuk Indonesia.
Baca juga: Dokter Pastikan Thalassemia belum Ada Obatnya
Prevalensi penduduk dunia yang memiliki kelainan gen hemoglobin sekitar 7–8%, sehingga seharusnya di Indonesia terdapat sekitar 20 juta penduduk Indonesia yang membawa kelainan gen ini. Sampai 2016 baru terdapat 9.121 pasien thalassemia mayor di Indonesia, tetapi sebenarnya masih banyak yang belum terdeteksi dan mendapat pengobatan optimal.
Faktor Penyebab
Karena merupakan penyakit genetik faktor utama penyebab thalassemia tentu saja adanya salah satu atau kedua orang tua yang membawa gen thalassemia. Ras dan etnis tertentu juga meningkatkan risiko penyakit ini. Misalnya, kelainan darah ini lebih rentan pada orang-orang Asia, Mediterania, dan keturunan Afrika-Amerika.
Baca juga: 65% Penyandang Penyakit Langka akan Alami Masalah Serius
Jenis Thalassemia
Berdasarkan klasifikasi Klinis, Thalassemia dapat dibagi menjadi:
Thalassemia mayor, pasien yang memerlukan transfusi darah secara rutin seumur hidup.
Thalassemia intermedia pasien yang membutuhkan transfusi darah, tetapi tidak rutin.
Thalassemia minor/trait/pembawa sifat. Secara klinis tampak sehat sama dengan orang normal, tidak bergejala dan tidak butuh transfusi darah.
Gejala
Gejala thalassemia berbeda-beda tergantung jenis atau klasifikasinya. Berikut penjelasannya.
Thalassemia mayor umumnya diketahui sejak bayi, dengan gejala antara lain tampak pucat, lemah, lesu, sering sakit, kadang disertai perut yang membuncit. Pasien ini membutuhkan transfusi darah terus menerus seumur hidupnya, setiap 2–4 minggu sekali.
Thalassemia intermedia biasanya baru terdiagnosis pada anak yang lebih besar, dan biasanya tidak membutuhkan transfusi darah rutin.
Thalassemia minor/trait/pembawa sifat biasanya tidak bergejala, tampak normal, namun pada pemeriksaan darah dapat ditemukan kadar Hb yang sedikit di bawah normal.
Perawatan dan Kesembuhan
Sayangnya, thalassemia hingga saat ini masih belum bisa sepenuhnya disembuhkan. Perawatan bisa diberikan pada penderita thalassemia mayor dan intermedia untuk membantunya bertahan hidup dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Thalassemia minor atau pembawa sifat bisa hidup seperti orang normal dan tidak bergejala sama sekali. Namun individu ini memiliki risiko mempunyai anak dengan thalassemia jika menikah dengan sesama thalassemia minor.
Thalassemia intermedia memiliki kadar Hb yang lebih rendah (berkisar 8-10 g/dL), sehingga tetap memerlukan transfusi darah namun tidak rutin.
Sementara itu, thalassemia mayor dapat hidup dengan normal jika mendapatkan pengobatan optimal dengan transfusi darah rutin, konsumsi obat kelasi besi teratur dan pemantauan ketat oleh dokter.
Pencegahan
Pencegahan paling efektif terhadap thalassemia adalah dengan tidak menikah atau memiliki keturunan dengan sesama pembawa gen thalassemia. Karena itu, sebelum menikah, sebaiknya melakukan rangkaian pemeriksaan pra nikah atau premarital check up. Dengan begitu setiap orang bisa mencegah hadirnya seorang anak yang menderita thalassemia.
Itulah penjelasan mengenai pengertian, penyebab, gejala, hingga cara pengobatan thalassemia. Selalu ingat untuk melakukan pencegahan semaksimal mungkin, karena mencegah lebih baik dari mengobati!
(Z-9)
Anemia bukan sekadar masalah kekurangan darah biasa, melainkan pemicu berbagai komplikasi serius.
Anemia defisiensi besi masuk dalam kategori anemia gizi. Kondisi ini terjadi akibat asupan zat besi yang tidak mencukupi kebutuhan tubuh untuk memproduksi hemoglobin.
SAAT ini, di Indonesia terdapat sekitar 90 juta anak yang berumur 0-18 tahun, yang berarti hampir 30% dari jumlah penduduk negeri ini yang berjumlah sekitar 280 juta jiwa.
Kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia dinilai masih berisiko tertinggal dari rata-rata dunia dan dapat menjadi ancaman serius di masa depan.
WHO menyatakan 500 juta perempuan di dunia terkena anemia. Yuk kenali dan ketahui cara mencegahnya.
Gejala anemia pada anak dapat dilihat dari wajah yang tampak pucat, mudah lelah, lesu, atau kurang aktif.
Banyak orang mengira gangguan kesehatan otak hanya disebabkan oleh cedera serius atau penyakit genetik. Namun, para ahli saraf mengungkapkan hal yang lain.
Hasil temuan kolaborasi itu dibagikan kepada semua peserta studi, menggabungkan hasil WGS dengan laporan 360 DNA dari Asa Ren.
Dengan mengembangkan algoritma untuk mengidentifikasi tanda-tanda awal kondisi metabolik
Ayah akan mewariskan materi genetiknya melalui sel sperma. Sedangkan ibu akan mewariskan materi genetik melalui sel ovum. Materi genetik dari ayah dan ibu bergabung melalui fertilisasi.
ADA sejumlah faktor risiko penyebab bayi lahir dengan penyakit jantung bawaan. Contohnya, faktor genetik dan penggunaan obat-obatan.
Mukosa atau kulit halus itu mudah sekali mengalami lepuh atau lecet dengan trauma mekanik yang sedikit saja, misalnya gesekan yang panas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved