Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Donny Naupar menyatakan penyakit kelainan darah, Thalassemia, yang dapat diturunkan dari orangtua kepada anak, hingga saat ini belum ada obatnya.
"Untuk memeriksa Thalassemia dapat dilakukan pemeriksaan darah lengkap, tes genetik, dan elektroforesis hemoglobin," kata Donny dalam keterangan resmi, Sabtu (17/9).
Thalassemia merupakan penyakit gangguan pembentukan bahan pengangkut oksigen (hemoglobin) yang ada di dalam sel darah merah, sehingga sel darah merah mudah pecah.
Baca juga: Kemenkes: 35 Kasus Hepatitis Akut Dinyatakan Probable
Untuk itu, FKUI melakukan Pengabdian Masyarakat (Pengmas) dengan memberikan edukasi berupa penyuluhan dan konsultasi warga Labuhan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menekan angka penyakit kelainan darah atau Thalassemia.
Pengmas yang dilakukan di Labuan Bajo ini bertujuan memperkenalkan tentang darah dan penyakit darah kepada masyarakat, sehingga mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat dan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit tersebut.
Tim pengmas ini dari Program Doktor Ilmu Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mengadakan penyuluhan dan konsultasi kesehatan tentang penyakit kelainan darah.
Kegiatan dipusatkan di Puskesmas Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, dengan target peserta adalah ibu hamil dan dan pelajar putri dari SMPN 1 Komodo dan MAN Labuan Bajo.
Dosen dan mahasiswa S3 Ilmu Biomedik FKUI Rahimi Syaidah mengatakan darah merupakan cairan berwarna merah dan kental yang terdapat di dalam tubuh yang mengandung plasma dan sel.
Darah berperan untuk membawa oksigen dan nutrisi, serta membantu tubuh untuk menjalankan fungsinya dengan baik.
Darah terdiri dari plasma (55%) yang membawa air, nutrisi, dan garam, dan sel darah (45%) yang di dalamnya terdapat sel darah merah, sel darah putih, dan platelet atau trombosit.
Dokter FKUI Ani Retno Prijanti menjelaskan tentang penyakit-penyakit kelainan pada darah seperti Anemia dan Thalassemia. Anemia merupakan kondisi dimana tubuh memiliki kekurangan sel darah merah atau ketika sel darah merah tidak berfungsi untuk membawa oksigen.
Beberapa gejala anemia adalah cepat lelah, lesu, pucat kekuningan, denyut jantung cepat dan nafas pendek, pusing, Hb 13.5 g/dl untuk laki-laki dan hb 11,5 g/dl untuk perempuan.
Untuk mencegah anemia beberapa hal yang bisa dilakukan ialah mengonsumsi makanan yang kaya vitamin C, tidak minum teh atau kopi, makan sayuran hijau, tahu, dan kacang-kacangan, daging, sereal, vitamin B12, Vitamin asam folat, dan suplemen besi. (Ant/OL-1)
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan satu anak dengan gizi buruk, satu anak stunting, dan enam anak dengan gizi kurang.
SERANGAN penyakit kutu air (balancat) dan diare mulai menyerang korban banjir di Provinsi Kalimantan Selatan.
Kolesterol yang tinggi sering disebut sebagai silent killer dan dapat menjadi penyebab dari berbagai penyakit serius.
Musim flu di New York tahun ini datang lebih awal dan menyebar lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
PT Bank JTrust Indonesia Tbk(J Trust Bank) didukung penuh oleh Unit Pengelola Darah RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo mengadakan donor darah bertajuk Care for Thalassemia Survivors.
Rangkaian kegiatan Hari Thalasemia sedunia tersebut diharapkan dapat memberikan pengaruh positif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang thalasemia.
Thalassemia merupakan salah satu penyakit genetik atau yang diturunkan dari orang tua dan hingga saat ini belum ada obatnya. Ini penjelasan gejala, jenis, pengobatan, dan pencegahannya.
Salah satu penyakit keturunan atau kelainan genetik yang paling banyak terjadi di Indonesia adalah talasemia.
Fransiskus Maikel didiagnosa mengidap penyakit Thalasemia Mayor pada 2015 saat berusia 8 bulan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved