Jumat 16 September 2022, 23:05 WIB

Kemenkes: 35 Kasus Hepatitis Akut Dinyatakan Probable

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Kemenkes: 35 Kasus Hepatitis Akut Dinyatakan Probable

MI/Andri Widiyanto
Potret petugas kesehatan saat memberikan penyuluhan terkait hepatitis akut.

 

KASUS hepatitis akut yang belum diketahui etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology) per 15 September 2022, mencapai 91 kasus kumulatif dugaan hepatitis akut di 22 provinsi.

Sebanyak 35 pasien dinyatakan probable, 7 pasien masih pending dan 49 orang dinyatakan discarded. Dari 22 provinsi tersebut, paling banyak berada di DKI Jakarta sebanyak 12 kasus dan 3 kasus ada di Yogyakarta.

Definisi dari probable artinya hepatitis akut namun virusnya bukan termasuk hepatitis A-E dan SGOT atau SGPT > 500 IU/L. Lalu, pending classification ialah masih menunggu hasil pemeriksaan lab untuk hepatitis A-E, sedangkan discarded artinya virus hepatitis A-E.

Baca juga: Waspada, Inilah Gejala Hepatitis Akut pada Anak

"Sehingga, ada 42 kasus, dengan 7 orang di antaranya pending classification. Lalu, 35 kasus probable dan kasus discarded 49 orang. Yang sudah dilakukan pemeriksaan sebanyak 91 orang," jelas Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril dalam konferensi pers, Jumat (16/9).

Dari 91 kasus yang dilaporkan, lanjut dia, terdapat 49 pasien yang discarded. Rinciannya, dengue, sepsis, hepatitis A, kelainan jantung, leukimia dan lainnya.

Baca juga: Satu Pasien Monkeypox di Indonesia Dinyatakan Sembuh

"Tapi, ini semua disingkirkan dari hepatitis, karena memang penyebab kasus ini bukan dari virus lain. Berdasarkan demografi, kasus banyak terjadi pada anak laki-laki dengan umur 0-6 tahun," imbuh Syahril.

Pada situasi global, hepatitis akut yang belum diketahui etiologinya per 8 Juli 2022, total kasus yang dilaporkan sebanyak 1.010 kasus, dengan 22 kasus kematian. Laporan itu berasal dari berbagai region dan paling banyak dari Benua Amerika dengan 13 kasus kematian.

"Dari 35 negara yang melaporkan, 5% kasus membutuhkan transplatasi hati dan 2% meninggal dunia. Sebagian besar kasus 48% berasal dari regional Eropa, dengan 484 kasus," pungkasnya.(OL-11)

Baca Juga

Antara

Presiden Janjikan Penambahan Bansos untuk Warga

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 28 September 2022, 14:13 WIB
Program tersebut bisa dilakukan, jika ada ruang fiskal yang cukup dalam APBN. Kepala Negara berpesan kepada penerima, agar...
Ist/DPR

Tim ‘Shadow’ Kemendikbud Ristek Dinilai Merendahkan SDM

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 September 2022, 13:36 WIB
Frasa atau term ‘shadow organization’ dalam penjelasan Nadiem di forum tersebut sangat berlebihan dan merendahkan SDM...
Thinkstock

Malas Gerak Alias Mager Sebabkan Penyakit Tidak Menular Meningkat

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 28 September 2022, 13:30 WIB
Mager atau malas gerak ternyata dapat menimbulkan penyakit tidak menular (PTM) seperti jantung, obesitas, diabetes, dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya