Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
FRANSISKUS Maikel Hurit, remaja berusia 17 tahun asal Desa Sinamalaka, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpaksa menjalani hidupnya dengan mengandalkan transfusi darah setiap bulan.
Kisah Fransiskus Maikel sudah berlangsung sejak 2005 atau saat dia berusia 8 bulan. Fransiskus Maikel didiagnosa mengidap penyakit Thalassemia Mayor, yang tidak biasa diderita kebanyakan remaja.
Fransiskus Maikel adalah putra dari pasangan Lambertus Enga Hurit, seorang petani dan Maria Magdalena Koten, Guru TK Honorer Dana Desa. Mereka menetap dalam rumah papan perkiraan luas 7x4 meter.
Baca juga: Nakes RSUD Flotim Geruduk Kantor DPRD Tuntut Kejelasan Insentif Covid-19
Menurut Lambertus Enga Hurit, anaknya didiagnisa menderita thalasemia sejak berusia 8 bulan. Lantaran tidak punya biaya, sementara pengobatan mahal, Lambertus terpaksa menggadaikan sebidang tanah bahkan cincin pernikahan. Hingga saat ini, barang berharga itu belum berhasil ditebus.
Hingga Mikael berusia 17 tahun, belum ada tanda-tanda kesembuhan kendati sudah menempuh pengobatan alternatif hingga jalur medis di RSUD dr Hendrikus Fernandez Larantuka hingga rumah sakit besar di Kota Jakarta.
Lambertus mengaku, butuh biaya besar untuk ke dokter, transfusi darah, dan beli obat. Padahal dirinya hanya seorang Petani sementara istrinya guru honorer TK, yang gajinya dari Dana Desa senilai Rp250.000 per bulan.
”Saya hanya ingin anak saya sembuh karena dia sudah menderita sakit sejak bayi. Anak saya yang seharusnya ceria dan riang gembira, kondisinya lemah dan tidak bisa bermain bebas," katanya, Rabu (23/11).
Selama 17 tahun berupaya menyembuhkan si buah hati, Lambertus dan Magdalena tidak putus asa. Pasutri itu tetap terus mengerahkan segala kemampuan meski semua aset berharga digadaikan.
"Kami terus berusaha agar dia bisa sembuh. Mau berapa lama atau apa pun juga tidak masalah. Kami percaya Tuhan selalu kasih jalan," kata Magdalena sambil mengusap kepala si buah hati yang terbaring di ranjang.
Di atas ranjang sederhana, Maikel tampak terbaring pasrah. Usianya sudah remaja namun kondisi fisiknya seperti anak SD akibat sakit yang diderita sejak bayi.
Aktivitasnya sangat terbatas. Maikel hanya bermain di sekitar halaman rumah. Ayah dan ibunya tidak memberi izin bermain lebih jauh lantaran Maikel pernah jatuh pingsan.
Fransiskus butuh uluran tangan untuk mengobati penyakitnya. Biaya mahal membuat Fransiskus pasrah lantaran sebagian besar aset berharga sudah dijual.
Perjuangan sembuh Maikel adalah perjuangan sepanjang hayat. Begitu pun dengan usaha Lambertus dan Magdalena. (OL-1)
Korban diduga hanyut saat hendak menyeberangi sungai untuk pulang ke rumah.
BENTROK antarwarga akibat konflik lahan di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pecah pada Jumat (6/3). Kericuhan melibatkan warga empat desa.
Bentrokan warga pecah di Adonara Timur, Flores Timur (6/3/2026). 3 warga luka tembak senjata rakitan & sejumlah rumah terbakar akibat sengketa lahan.
ABB di Indonesia menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dengan berkolaborasi bersama Happy Hearts Indonesia (HHI) melalui program “Water for All”.
GUBERNUR NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengungkap potensi dampak serius terhadap sekitar 9 ribu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkup Pemprov NTT.
KEMENTERIAN Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) mengawal proses pemulangan 13 korban dugaan TPPO asal Jabar yang ditemukan di Kabupaten Sikka.
PT Bank JTrust Indonesia Tbk(J Trust Bank) didukung penuh oleh Unit Pengelola Darah RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo mengadakan donor darah bertajuk Care for Thalassemia Survivors.
Rangkaian kegiatan Hari Thalasemia sedunia tersebut diharapkan dapat memberikan pengaruh positif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang thalasemia.
Thalassemia merupakan salah satu penyakit genetik atau yang diturunkan dari orang tua dan hingga saat ini belum ada obatnya. Ini penjelasan gejala, jenis, pengobatan, dan pencegahannya.
Salah satu penyakit keturunan atau kelainan genetik yang paling banyak terjadi di Indonesia adalah talasemia.
"Untuk memeriksa Thalassemia dapat dilakukan pemeriksaan darah lengkap, tes genetik, dan elektroforesis hemoglobin."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved