Rabu 23 November 2022, 07:15 WIB

Derita Thalassemia, Remaja di Flotim Selama 17 Tahun Bertahan Hidup Lewat Transfusi Darah

Fransiskus Gerardus | Nusantara
Derita Thalassemia, Remaja di Flotim Selama 17 Tahun Bertahan Hidup Lewat Transfusi Darah

Metrotv/Fransiskus Gerardus
Fransiskus Maikel Hurit terbaring di RSUD Flotim saat sedang menerima pelayanan transfusi darah.

 

FRANSISKUS Maikel Hurit, remaja berusia 17 tahun asal Desa Sinamalaka, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpaksa menjalani hidupnya dengan mengandalkan transfusi darah setiap bulan.

Kisah Fransiskus Maikel sudah berlangsung sejak 2005 atau saat dia berusia 8 bulan. Fransiskus Maikel didiagnosa mengidap penyakit Thalassemia Mayor, yang tidak biasa diderita kebanyakan remaja.

Fransiskus Maikel adalah putra dari pasangan Lambertus Enga Hurit, seorang petani dan Maria Magdalena Koten, Guru TK Honorer Dana Desa. Mereka menetap dalam rumah papan perkiraan luas 7x4 meter.

Baca juga: Nakes RSUD Flotim Geruduk Kantor DPRD Tuntut Kejelasan Insentif Covid-19

Menurut Lambertus Enga Hurit, anaknya didiagnisa menderita thalasemia sejak berusia 8 bulan. Lantaran tidak punya biaya, sementara pengobatan mahal, Lambertus terpaksa menggadaikan sebidang tanah bahkan cincin pernikahan. Hingga saat ini, barang berharga itu belum berhasil ditebus.

Hingga Mikael berusia 17 tahun, belum ada tanda-tanda kesembuhan kendati sudah menempuh pengobatan alternatif hingga jalur medis di RSUD dr Hendrikus Fernandez Larantuka hingga rumah sakit besar di Kota Jakarta.

Lambertus mengaku, butuh biaya besar untuk ke dokter, transfusi darah, dan beli obat. Padahal dirinya hanya seorang Petani sementara istrinya guru honorer TK, yang  gajinya dari Dana Desa senilai  Rp250.000 per bulan.

”Saya hanya ingin anak saya sembuh karena dia sudah menderita sakit sejak bayi. Anak saya yang seharusnya ceria dan riang gembira, kondisinya lemah dan tidak bisa bermain bebas," katanya, Rabu (23/11).

Selama 17 tahun berupaya menyembuhkan si buah hati, Lambertus dan Magdalena tidak putus asa. Pasutri itu tetap terus mengerahkan segala kemampuan meski semua aset berharga digadaikan.

"Kami terus berusaha agar dia bisa sembuh. Mau berapa lama atau apa pun juga tidak masalah. Kami percaya Tuhan selalu kasih jalan," kata Magdalena sambil mengusap kepala si buah hati yang terbaring di ranjang.

Di atas ranjang sederhana, Maikel tampak terbaring pasrah. Usianya sudah remaja namun kondisi fisiknya seperti anak SD akibat sakit yang diderita sejak bayi.

Aktivitasnya sangat terbatas. Maikel hanya bermain di sekitar halaman rumah. Ayah dan ibunya tidak memberi izin bermain lebih jauh lantaran Maikel pernah jatuh pingsan.

Fransiskus butuh uluran tangan untuk mengobati penyakitnya. Biaya mahal membuat Fransiskus pasrah lantaran sebagian besar aset berharga sudah dijual.

Perjuangan sembuh Maikel adalah perjuangan sepanjang hayat. Begitu pun dengan usaha Lambertus dan Magdalena. (OL-1)

Baca Juga

DOK/YOUNG LIVING INDONESIA

Young Living Indonesia Sediakan Solusi Alami Essential Oil Untuk Beragam Kebutuhan

👤Bayu Anggoro 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 22:55 WIB
Young Living menjadi pemimpin produk essential oil di Indonesia berkat kualitas kemurnian yang...
Metro TV/Tantawi Jauhari.

Tim Amankan Delapan Pelaku Pembunuhan Polisi

👤Tantawi Jauhari 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 22:14 WIB
Satu per satu para pelaku dibawa menggunakan sepeda motor dari lorong permukiman padat penduduk dengan tangan diborgol serta dikawal dua...
Ist

Polda Metro Jaya & Relawan Siap Layani Korban Gempa Cianjur Selama 24 Jam

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 20:47 WIB
Polda Metro Jaya menurunkan tim Bidokkes, Brimob dan Relawan SiapBergerak, yang berfokus pada memobilisasi korban di kawasan terisolasi di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya