Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
GUSI bengkak adalah suatu kondisi dimana terjadi pembengkakan di area gusi yang menunjukan kondisi peradangan. Gusi bengkak, dapat membuat penderita tidak nyaman karena rasa sakit yang secara terus-menerus muncul.
Gusi bengkak, umumnya terjadi karena bakteri yang menempel pada karang gigi akibat ketidakbersihan pada area gusi. Gusi bengkak, juga biasanya ditandai dengan gejala bengkak berwarna kemerahan, berbentuk bulat, dan bertekstur licin di area gusi.
Untuk menangani gusi bengkak, kamu dapat memperoleh obat-obatan melalui konsultasi dengan ahli kesehatan seperti dokter, apoteker, atau perawat. Umumnya, obat yang diberikan pada penderita gusi bengkakk adalah obat anti-inflamasi non steroid (OAINS) yang bertindak sebagai antinyeri dan antiradang.
Baca juga: Cara Sederhana dan Mudah Meredakan Gusi Bengkak
Obat Gusi Bengkak:
Dilansir dari laman klikdokter, berikut adalah obat gusi bengkak yang dapat anda peroleh melalui apotik terdekat.
1. Ibuprofen
Ibuprofen merupakan obat yang umumnya digunakan untuk mengatasi demam. Namun, obat ini juga memili khasiat untuk mengatasi rasa sakit dan peradangan. Dengan mengonsumsi ibuprofen, rasa tidak nyaman yang disebabkan oleh gusi bengkak, dapat diminimalisasi.
Baca juga: Hati-hati, Infeksi Gusi Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung
2. Paracetamol
Paracetamol juga menjadi salah satu obat yang dapat menghilangkan peradangan, tidak terkecuali pada gusi yang mengalami kebengkakan. Dengan khasiat yang dapat juga menghilangkan nyeri, paracetamol dapat membantu mengurangi rasa sakit yang dialami penderita.
3. Aspirin
Aspirin memiliki efek antiradang yang dapat meredakan nyeri dan demam. Sehingga, antiradang dapat membantu mengurangi rasa nyeri pada gusi bengkak. Namun, penggunaan aspirin harus melalui pengawasan ahli, karena aspirin yang berisiko menimbulkan sindrom Reye yang dapat memicu kerusakan pada hati dan otak.
4. Diklofenak
Diklofenak yang terbagi atas natrium dan postasium dapat membantu untuk menghilangkan rasa nyeri pada gusi yang sedang bengkak. Namun, penggunaan diklofenak harus berhati-hati, karena risiko iritasi pada lambung yang dapat terjadi.
5. Naproxen
Naproxen merupakan obat golongan OAINS yang dapat membantu mengatasi gusi bengkak dengan menahan produksi prostaglandin. Sehingga, naproxen dapat membantu meringankan nyeri dan rasa sakit yang dialami pada saat gusi bengkak.
6. Asam Mefenamat
Asam mefenamat menjadi salah satu obat yang sering digunakan untuk sakit gigi atau gusi bengkak. Obat ini juga bisa dipakai untuk mengatasi nyeri kepala dan nyeri haid.
Menariknya, obat sakit gigi ini cukup aman bagi lambung. Akan tetapi, disarankan untuk tetap mengonsumsinya setelah makan. Penting untuk diingat, ibu menyusui perlu konsultasi terlebih dulu dengan dokter sebelum menggunakannya. Soalnya, obat ini bisa terserap ke dalam ASI.
7. Antibiotik
Antibiotik menjadi obat terbaik untuk meredakan gusi bengkak. Apalagi, gusi bengkak terjadi karena peradangan yang diakibatkan oleh bakteri. kondisi gusi bengkak tanpa disertai gigi berlubang akan menggunakan antibiotik yang bisa membunuh bakteri anaerob. Sedangkan jika disertai dengan gigi berlubang, antibiotik yang digunakan akan membunuh bakteri aerob.
8. Amoksilin
Amoksisilin merupakan salah satu antibiotik yang paling direkomendasikan untuk mengobati gusi bengkak. Jenis antibiotik ini efektif melawan bakteri penyebab gusi yang membengkak.
Dibandingkan dengan antibiotik lain, amoksisilin umumnya menyebabkan lebih sedikit efek samping. Tak heran jika obat ini menjadi pilihan utama yang dapat mengobati gusi bengkak. (Z-10)
FIB mengajukan usulan formal kepada BPS menciptakan kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) baru bagi apotek sebagai fasilitas pelayanan kesehatan profesional.
Delapan dari sepuluh masyarakat Indonesia mempercayai apoteker untuk saran pengelolaan nyeri.
Pelaku kriminal melakukan aksinya kerap dipengaruhi minuman keras atau obat-obatan.
Bagi IAI, yang menjadi fokus perhatian kami adalah bagaimana Apotek Desa/Kelurahan ini nanti benar-benar dapat berjalan dengan baik.
Ekspansi ini diharapkan akan membuat lebih dekat dengan masyarakat dan dapat memberikan layanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau.
Berkat kemajuan teknologi, edukasi mengenai literasi farmasi kini semakin luas, memungkinkan masyarakat memahami konsumsi obat secara bijak
Peradangan kronis pada gigi dan gusi bukan sekadar rasa nyeri, melainkan proses biologis yang memengaruhi pembuluh darah.
Durasi dan teknik penyikatan yang tepat adalah kunci utama kesehatan gigi dan gusi yang menyeluruh.
Peradangan gusi yang tidak ditangani dengan serius dapat berkembang menjadi kerusakan pada tulang penyangga gigi.
Sikat gigi yang terlalu keras atau tekanan berlebihan saat menyikat bisa melukai gusi dan menyebabkan perdarahan.
Gusi yang sakit sering kali bisa menjadi tanda masalah kesehatan mulut seperti penyakit gusi karena kurangnya kebersihan mulut.
"Kesimpulannya, bukan nikotin yang mempersempit pembuluh darah pada gusi dan menutupi tanda klinis peradangan yang normal. Melainkan TAR atau kandungan lain dari rokok."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved