Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
GUSI yang sakit sering kali bisa menjadi tanda masalah kesehatan mulut seperti penyakit gusi karena kurangnya kebersihan mulut.
Di lain waktu, perubahan hormonal (seperti selama kehamilan atau sebelum menstruasi), reaksi alergi, atau bahkan obat-obatan tertentu mungkin menjadi penyebab nyeri gusi. Hal itu diungkapkan dokter gigi kosmetik bersertifikat yang berbasis di Beverly Hills, California dikutip dari laman Well and Good, Rabu (1/5)
Ia mengatakan ada beberapa cara bisa dilakukan di rumah untuk pengobatan sementara mengatasi sakit gusi.
Baca juga : Cara Meredakan Gusi Bengkak dengan 8 Jenis Obat Alami
Salah satunya kompres air dingin. Kondisi dingin secara alami membuat gusi mati rasa, mengurangi pembengkakan, dan mengurangi rasa sakit yang berhubungan dengan sakit gusi.
Ia menyarankan untuk mengambil kompres dingin atau sekadar membungkus es dengan kain dan mengoleskannya ke bagian luar mulut.
"Bungkus beberapa es batu dengan kain bersih dan tempelkan di bagian luar pipi, dekat gusi yang sakit, selama 10 hingga 15 menit," katanya.
Baca juga : Gargle 2 Kali Sehari Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mulut dan Tenggorokan
Pastikan untuk menghindari kontak langsung antara es dan gusi untuk mencegah iritasi lebih lanjut.
Selain itu, membilas mulut dengan air garam dapat meredakan nyeri gusi dan meredakan gusi meradang dengan cepat.
Berkat sifat antibakteri alami garam, garam dapat membantu mengurangi peradangan dan membunuh bakteri berbahaya yang bersembunyi di dalam mulut Anda.
Baca juga : Daftar Penyakit Penyebab Sakit Tenggorokan
Sands merekomendasikan untuk mencampurkan sekitar setengah sendok teh garam dapur biasa ke dalam secangkir air hangat.
"Bilas mulut Anda dengan larutan tersebut selama sekitar 30 detik, lalu keluarkan," katanya.
"Ulangi ini dua hingga tiga kali sehari, terutama setelah makan atau kapan pun gusi Anda terasa sakit," lanjut Sands.
Baca juga : Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut 'Eggsperimen' Targetkan 10 Ribu Siswa SD
Sands juga menyarankan untuk mengoleskan gel lidah buaya untuk manfaat antiinflamasi dan antibakteri, sehingga dapat membantu menenangkan gusi yang meradang dan mempercepat penyembuhan.
Oleskan sedikit gel lidah buaya langsung ke gusi menggunakan jari atau kapas 2-3 kali sehari, biarkan selama beberapa menit lalu bilas mulut ada dengan air.
Kunyit juga salah satu rempah yang dapat mengurangi peradangan gusi dan melawan bakteri yang menyebabkan sakit, tambahnya.
Campurkan sekitar setengah sendok teh bubuk kunyit dengan sedikit air untuk membentuk pasta. Oleskan pasta tersebut ke gusi yang terkena dan biarkan selama 5 hingga 10 menit, lalu bilas
Hindari penggunaan obat kumur yang mengandung alkohol agar tidak memperburuk peradangan gusi. (Ant/Z-1)
Tiga obat ini dapat meredam rasa nyeri akibat gusi bengkak. Ini ketiganya.
Gingivitis dapat berkembang menjadi penyakit periodontal yang lebih serius yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada gigi dan tulang rahang.
Gusi bengkak adalah kondisi ketika gusi menonjol, memerah, nyeri, dan mudah berdarah. Kondisi ini umumnya terjadi akibat penyakit di gigi atau gusi,
Gigi orang dewasa seharusnya berada dalam kondisi stabil karena didukung oleh jaringan periodontal dan tulang rahang yang kuat.
Masyarakat harus lebih berhati-hati akan kondisi gusi mereka, karena radang yang terjadi di mulut bisa membuat berbagai penyakit serius yang berbahaya.
TIM MedIsAid menemukan tingginya persentase kasus gigi berlubang pada anak-anak. Banyak siswa mengalami ketidaknyamanan saat makan maupun belajar akibat masalah gigi yang tidak tertangani.
Menyikat gigi dua kali sehari belum tentu cukup. Simak empat kesalahan umum menurut ahli gigi yang bisa membuat gigi rusak meski sudah rajin sikat gigi.
Penelitian terbaru menemukan orang dengan gigi berlubang dan penyakit gusi memiliki risiko stroke 86% lebih tinggi.
Sering kali mulut dianggap seolah-olah terpisah dari tubuh. Kesehatan mulut, termasuk gigi dan gusi, ternyata berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved