Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SAKIT tenggorokan membuat tidak nyaman saat menelan makanan, sekalipun makanan itu ‘wenak poll’, tenggorokan yang sakit akan membuat makan menjadi tidak enak.
Tenggorokan merupakan salah satu sistem pencernaan pada bagian atas. Sakit tenggorokan biasanya akan dimulai dari mulut hingga sepanjang kerongkongan ke dada.
Terdapat banyak alasan di balik sensasi tidak nyaman saat menelan dan sakit di tenggorokan. Salah satu penyebab yang umum adalah infeksi. Dikutip dari WebMD terdapat beberapa faktor sakit tenggorokan, yaitu:
Baca juga: Sakit Tenggorokan tapi Ogah Minum Obat? Simak Tips Ini
1. Flu atau Sinus
Nyeri pada tenggorokan saat menelan seringkali merupakan tanda umum penyakit infeksi, seperti flu. Gejala ini biasanya muncul sebelum munculnya pilek dan batuk. Dalam situasi ini, disarankan untuk meningkatkan asupan cairan dan beristirahat.
Kondisi sinus juga dapat menyebabkan tubuh secara terus-menerus membersihkan tenggorokan, yang dapat memicu iritasi dan menyebabkan rasa nyeri saat menelan.
2. Radang Tenggorokan
Bakteri menjadi penyebab dari radang tenggorokan dan gejala utama dari kondisi ini adalah rasa nyeri di tenggorokan yang dapat terasa saat menelan. Selain nyeri tenggorokan, biasanya terdapat gejala lain seperti demam dan pembengkakan kelenjar getah bening.
Baca juga: Penyebab Radang Amandel dan Cara Mengatasi
3. Mononukleosis
Infeksi yang dipicu oleh virus Epstein-Barr. Selain mengakibatkan rasa nyeri saat menelan, infeksi ini juga dapat menimbulkan gejala lain seperti demam, kelelahan, nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening, dan sakit kepala. Untuk mendapatkan diagnosis mononukleosis, disarankan untuk menjalani tes darah.
4. Herpes
Infeksi oleh virus Herpes simplex (HSV) dapat mengakibatkan luka di bagian dalam organ, termasuk di tenggorokan. Disarankan untuk menghindari konsumsi makanan tertentu seperti jeruk dan beristirahatlah yang cukup.
Jika gejala semakin parah dan menimbulkan luka, terutama di daerah bibir, segera konsultasikan dengan dokter.
5. Sariawan
Sariawan juga dapat menjadi penyebab rasa sakit di tenggorokan ketika menelan. Sariawan umumnya juga dapat menimbulkan gejala lain seperti bibir kering dan pecah-pecah, kemerahan di sudut bibir, dan bahkan kehilangan rasa. Konsumsi vitamin C dengan rutin akan mencegah penyakit ini.
6. CMV
CMV atau cytomegalovirus adalah bagian dari famili virus yang serupa dengan penyebab herpes dan mononukleosis. Selain mengakibatkan sakit tenggorokan, gejala CMV meliputi kelelahan, nyeri otot, demam, mual, dan muntah.
Istirahatlah yang cukup dapat membantu tubuh melawan infeksi ini. Namun, segera konsultasikan dengan dokter jika seseorang sedang hamil, memiliki HIV, atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
7. Gerd
GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah kondisi di mana asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Selain menyebabkan nyeri saat menelan, GERD juga dapat menyebabkan rasa nyeri di dada, sensasi asam di mulut, mual-muntah, hingga suara serak dan batuk.
Nyeri saat menelan umumnya terjadi ketika refluks asam merusak lapisan kerongkongan. Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami refluks lebih dari dua kali dalam seminggu. Kondisi ini dapat diatasi dengan perubahan pola makan dan gaya hidup secara menyeluruh.
Begitulah beberapa penyebab sakit tenggorokan, konsultasi ke dokter ketika menemui ciri penyakit di atas. Jangan lupa untuk beristirahat yang cukup dan konsumsi vitamin sebagai penguat kekebalan tubuh.
(Z-9)
Radang tenggorokan bisa dipicu kebiasaan sehari-hari seperti konsumsi alkohol, merokok, hingga makan pedas berlebihan.
Penyebab lain yang kerap tidak disadari adalah refluks asam lambung atau yang dikenal sebagai refluks senyap. Naiknya asam lambung hingga ke tenggorokan dapat menimbulkan rasa perih
Anak-anak berusia 5-15 tahun berisiko tinggi mengalami demam rematik karena radang tenggorokan akibat infeksi Streptococcus Grup A serta penyakit jantung rematik.
Penyakit demam rematik (DR) dan penyakit jantung rematik (PJR) kini mengintai anak-anak di Indonesia, dengan potensi dampak yang semakin besar akibat kondisi lingkungan buruk
Polusi udara yang semakin memburuk di Jakarta, menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus radang tenggorokan di masyarakat.
"Jordi kami sarankan beristirahat karena mengalami radang tenggorokan fase akut,"
Sekitar 85,1% responden mengaitkan stres dengan kesulitan dalam kesehatan usus, sementara kebiasaan makan yang tidak teratur juga turut memperburuk kondisi.
Variasi makanan sangat berpengaruh terhadap kesehatan sistem pencernaan dan kondisi tubuh anak secara menyeluruh.
Serat bukan sekadar pelengkap pola makan, melainkan komponen vital dalam menjaga kesehatan pencernaan, mengendalikan kolesterol, hingga mendukung ekosistem bakteri baik di dalam tubuh.
Fenomena “kupu-kupu” di perut saat gugup ternyata berkaitan erat dengan sumbu otak-usus. Begini penjelasan ilmiah para ahli.
Kebiasaan jalan kaki setelah makan sering diremehkan, padahal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh dan mental.
Mengonsumsi apel secara rutin, terutama tanpa mengupas kulitnya, terbukti mendukung kesehatan jantung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved