Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Bagi perempuan yang tengah hamil, paracetamol menjadi alternatif obat yang aman dikonsumsi untuk menghilangkan rasa sakit. Sayangnya langkah itu harus dihentikan.
Pasalnya sejumlah peneliti dari University of Bristol, Inggris, menemukan mereka yang mengonsumsi paracetamol saat hamil, anaknya cenderung hiperaktif dan memiliki masalah emosional.
Para peneliti memeriksa 14ribu anak berusia 6 bulan hingga 11 tahun. Penelitian mereka membandingkan hasil kuesioner dan informasi memori, IQ, temperamen, dan tes perilaku anak-anak dari studi 'Children of the 90s' Bristolitu. Data itu dibandingkan dengan data seberapa sering ibu mereka mengonsumsi parasetamol saat kehamilan antara 18 dan 32 minggu.
Baca juga: Calon Orangtua Perlu Jaga Kesehatan Mental Jelang Persalinan
Studi ini menemukan 'hubungan sebab akibat' antara mengonsumsi parasetamol dan masalah perilaku pada anak-anak, seperti hiperaktif dan gangguan defisit perhatian.
Pengaruhnya terlihat paling kuat saat anak berusia 3 tahun, namun menurun saat masuk sekolah dasar.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Pediatric and Perinatal Epidemiology mengungkapkan anak laki-laki lebih rentang mengalami efek perilaku dari obat itu dibandingkan anak perempuan.
Para peneliti menyarankan ibu hamil untuk menggunakan dosis paracetamol serendah mungkin dalam waktu sesingkat mungkin.
"Temuan kami menambahkan serangkaian hasil mengenai efek buruk dari penggunaan parasetamol saat hamil, seperti asma atau perilaku pada keturunannya. Hasil ini semakin menguatkan ibu hamil berhati-hati mengonsumsi obat dan mencari nasehat medis yang diperlukan," ujar penulis utama studi ini Prof Jean Golding yang disitat DailyMail.
Baca juga : Ibu Hamil Gelisah, Anak Berisiko Hiperaktif Saat Remaja
Penelitian ini pun mendapatkan banyak respon dari sejumlah peneliti lainnya. "Saat ini, perempuan hanya boleh mengonsumsi paracetamol saat hamil jika sangat dibutuhkan. Dalam dosis paling rendah untuk jangka waktu singkat," ujar Dr James Dear dari University of Edinburgh.
"Hasil ini hanya menunjukan hubungan antara penggunaan parasetamol dan hasil yang merugikan," ujar Dr Pat O'Brien, dari Royal College of Obstetricians and Gynecologists.
"Diperlukan lebih banyak penelitian untuk menentukan penyebabnya. Nasihat saat ini adalah parasetamol tetap aman untuk digunakan dalam pengobatan nyeri ringan hingga sedang selama kehamilan dan menyusui." (M-3)
Sentuhan ini ternyata sudah bisa dirasakan oleh bayi di dalam kandungan saat kehamilan memasuki trimester kedua.
Seiring bertambahnya usia kehamilan, ukuran bayi yang semakin besar akan memberikan tekanan mekanis pada pembuluh darah di sekitar panggul.
Anemia bukan sekadar masalah kekurangan darah biasa, melainkan pemicu berbagai komplikasi serius.
Ia menjelaskan pada 1.000 hari pertama kehidupan penting untuk perkembangan anak dan BGN akan pastikan program untuk seluruh ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita.
Darah implantasi adalah flek ringan tanda awal kehamilan. Ketahui ciri, penyebab, waktu muncul, dan cara membedakannya dari haid.
Pendekatan menu berbasis pangan lokal juga sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas gizi sekaligus memberdayakan masyarakat.
Kabar baik bagi ibu hamil! Tinjauan ilmiah terbaru dari The Lancet menegaskan paracetamol aman dan tidak terbukti meningkatkan risiko autisme atau ADHD pada anak.
Ilmuwan dari University of Edinburgh menemukan cara mengubah botol plastik bekas menjadi obat penghilang rasa sakit, paracetamol.
Paracetamol, ibuprofen, dan asam mefenamat adalah tiga jenis obat pereda nyeri yang sering digunakan. Ketahui dosis yang tepat dan cara penggunaannya.
SEBANYAK 61 item obat bahan alam (OBA) mengandung bahan kimia obat (BKO) ditemukan Badan Pegawas Obat dan Makanan (POM).
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti temuan terkontaminasinya Sungai Citarum oleh kandungan paracetamol dan amoxcilin.
Pengidap migrain jangan mengonsumsi obat selama lebih dari 15 hari dalam sebulan karena bisa menyebabkan medication-overuse headache(MOH) atau sakit kepala akibat dosis obat berlebihan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved