Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Dewan Pakar Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) Prof Tri Erri Astoeti memberikan beberapa tips agar mulut tetap sehat dan segar selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.
Menurut Guru Besar Bidang Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat dan Pencegahan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti itu, salah satu hal yang paling penting untuk dilakukan adalah menyikat gigi dengan benar setelah makan sahur untuk membersihkan sisa-sisa makanan sehingga mulut tidak bau.
"Kenapa mulut bau (saat puasa)? Karena, pasti ada sisa-sisa makanan yang tertinggal di dalam mulut kita. Sehingga, setelah sahur itu jangan lupa menyikat gigi," kata Erri, dikutip Senin (27/3).
Baca juga: Ini Kiat Penuhi Kebutuhan Cairan Selama Ramadan
"Jadi, setelah kita buka puasa, malam sebelum tidurnya sikat gigi. Kemudian setelah sahur, sikat gigi lagi," tegasnya.
Selain itu, Erri juga mengingatkan untuk berkumur-kumur, setidaknya lima kali sehari. Hal ini bisa dilakukan setiap wudhu sebelum salat.
"Berkumur-kumur lima kali, saat (mau) salat, itu juga akan sangat membantu membersihkan sisa-sisa yang ada di dalam mulut dan mulut tetap segar," ujar Erri.
Baca juga: Ini Kiat Penuhi Kebutuhan Cairan Selama Ramadan
Sementara itu, Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) Rahardyan Parnaadji menambahkan dirinya menyarankan agar lidah ikut disikat saat menyikat gigi.
Menurut dokter lulusan Universitas Airlangga (Unair) itu, menyikat lidah penting sebab sisa makanan juga dapat tersangkut di antara papila atau tonjolan-tonjolan pada permukaan lidah.
"Sisa makanan itu sering kali mengumpul di situ. Pada saat itu, kadang-kadang kita merasa gigi sudah bersih, tapi kok tetap bau, ya itu karena sisa makanan di lidah," tutur dia.
Baca juga: Terlambat Bangun untuk Sahur? Konsumsi Makanan Padat Energi yang Mudah Dicerna
"Jadi pada sikat gigi, kita bisa gunakan bulu sikat tersebut kemudian bersihkan permukaan lidah. kumur-kumur, sudah. Itu saja kuncinya kalau selama bulan puasa," pungkas Rahardyan, yang juga menjabat sebagai dekan di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Jember. (Ant/Z-1)
Konsumsi makanan dengan kadar gula maupun garam tinggi dapat menyebabkan kulit kehilangan hidrasi dan menjadi lebih kering.
Suasana lingkungan yang kondusif hanya bisa tercipta jika terdapat hubungan harmonis antar pemeluk agama.
Jika kondisi tidak mereda dan terjadi gejala berat yang ditandai dengan nyeri ulu hati sangat hebat disertai muntah atau sesak napas, maka sebaiknya jangan memaksakan diri berpuasa.
puasa tidak hanya membawa spirit ilahiah, melainkan juga memiliki konstruksi nilai dan orientasi insaniyah.
Rasa lapar saat puasa berkaitan erat dengan komposisi menu sahur.
Saat berbuka adalah puncak kebahagiaan setelah seharian menahan lapar dan haus.
Selama berpuasa, tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman dalam waktu yang cukup lama. Hal ini bisa menyebabkan bau mulut.
Bau mulut bukan hanya soal kebersihan, tapi juga bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu. Jika berlangsung lama dan tidak membaik, sebaiknya konsultasikan ke tenaga medis.
Bau mulut merupakan aroma mulut yang tidak sedap akibat bakteri, sisa makanan, atau kondisi kesehatan tertentu, dan bisa diatasi dengan menjaga kebersihan mulut dan gigi.
Bingung cara mencegah bau mulut saat Ramadan? Simak tips Ketua PDGI mulai dari sikat gigi setelah sahur hingga pola makan agar napas segar saat puasa.
Tips cegah bau mulut saat puasa: batasi kopi & manis, cukup air, buah-sayur, sikat gigi setelah sahur flossing, bersihkan lidah; cek gigi aman di Smileworks Jakarta.
Bau mulut saat puasa mengganggu aktivitas? Simak siasat mencegah bau mulut menurut Ketua PDGI Usman Sumantri, mulai dari pola sikat gigi hingga jenis makanan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved