Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Adib Khumaidi mengatakan muslim yang berpuasa tetap bisa menjalankan aktivitas seperti biasa asalkan mendapatkan istirahat yang cukup agar tetap mendapatkan manfaat sehat dari puasa untuk tubuh.
"Kita harus bisa mengelola istirahat kita yang cukup, jadi istirahat yang cukup itu jadi satu bagian kita untuk benar-benar bisa mendapatkan sehat yang sebenarnya pada saat kita menjalankan ibadah puasa," ucap Adib, dikutip Senin (27/3).
Hal itu karena pada bulan Ramadhan, banyak aktivitas fisik yang dilakukan di malam hari seperti salat tarawih dan bangun di sepertiga malam untuk melakukan salat sunnah atau bersahur.
Baca juga: Ini Lima Aplikasi Pendukung Ibadah Selama Ramadan
Karena kegiatan itu maka umat Islam harus bisa mengelola istirahat mereka dengan baik agar tetap bisa melakukan kegiatan sehari-hari tanpa mengurangi manfaat puasa itu sendiri.
Selain itu, ia juga mengingatkan untuk tetap mengontrol porsi makan di jam berbuka maupun sahur, serta tetap terapkan diet gizi seimbang untuk menjaga metabolisme agar tubuh tetap sehat dan tidak terkena penyakit seperti kolesterol dan gula.
"Secara hormonal sebenarnya puasa 12 jam itu akan mengontrol yang namanya hormon insulin, di situlah sebenarnya nanti kita mengelola gizi di dalam metabolisme dalam tubuh kita, sehingga kemudian kita tidak akan yang namanya mudah kolesterol, gula dan sebagainya bisa terkontrol dengan baik pada saat kita puasa," jelas Adib.
Baca juga: Ingin Puasa? Penderita Diabetes Diminta Pastikan Gula Darah Aman
Di samping itu, Adib juga menyarankan untuk tetap melakukan aktivitas olahraga kecil agar tubuh tetap bugar dan tidak mudah lemas saat menjalankan puasa.
Ia menyarankan untuk berolahraga pada jam setelah sahur atau salat subuh, dan sore menjelang berbuka.
"Jadi jangan olahraga pada saat di siang hari, aktivitas olahraga tetap kita lakukan tapi pada waktu pascasahur atau menjelang
berbuka," sarannya.
Terkait dengan beredarnya kabar bahwa dengan konsumsi oralit dapat menunda lapar dan mengganti cairan tubuh, ia meluruskan bahwa IDI tidak mewajibkan masyarakat minum oralit sebagai kebutuhan.
Ia menegaskan bahwa saat berpuasa tubuh tidak akan banyak kehilangan cairan jika mengonsumsi cukup air dan makan makanan bergizi pada saat berbuka ataupun sahur dalam jumlah sesuai kebutuhan.
"Jadi, tidak perlu ada kekhawatiran kita kehilangan cairan, tapi kalaupun ada orang minum oralit sah-sah saja artinya boleh dan bagus, tapi bukan berarti kita menganjurkan itu sebuah kebutuhan bahwa harus minum oralit," tegasnya. (Ant/Z-1)
Selama berpuasa, tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman dalam waktu yang cukup lama. Hal ini bisa menyebabkan bau mulut.
Keunggulan utama pangan lokal terletak pada kandungan nutrisi alaminya yang mampu menjaga kebugaran selama menjalankan ibadah puasa.
Pemilihan asupan yang tepat, terutama buah-buahan, menjadi faktor penentu agar tubuh kembali bugar dan tetap sehat sepanjang bulan Ramadan.
Saat berpuasa ramadan, pelari perlu memperhatikan tiga aspek utama: timing (pengaturan waktu), intensitas, dan kondisi fisik.
SALAH satu ibadah yang dilaksanakan umat Islam di bulan Ramadan ialah iktikaf.
PERUBAHAN rutinitas selama bulan Ramadan tidak hanya memengaruhi pola makan dan jam tidur, tetapi juga kondisi kulit dan rambut.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya pengendalian polusi udara yang dilakukan secara terukur, berbasis data, serta didukung kolaborasi antar daerah.
Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan tubuh terus dilakukan berbagai pihak.
Berdasarkan laporan Global Gender Gap 2025, posisi Indonesia naik tiga peringkat ke urutan 97 dunia dengan skor kesetaraan yang meningkat menjadi 69,2%.
Laporan Halodoc Q1 2026 mencatat lonjakan gangguan kecemasan dan masalah pencernaan selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Jika ditemukan pasien dengan indikasi klinis yang mengarah pada gejala campak, petugas medis akan segera melakukan tindakan lanjutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved